Musi Online https://musionline.co.id 13 August 2025 @18:26 313 x dibaca 
Diduga Disambar Petir, Pemburu Ayam Hutan di Muara Enim Tewas Tertelungkup di Jalan Perusahaan.
Musionline.co.id, Muara Enim – Warga Dusun II Desa Gunung Raja, Kecamatan Empat Petulai Dangku, Kabupaten Muara Enim, digemparkan oleh peristiwa tragis yang menimpa seorang pria bernama Hendri (36), Senin (11/8/2025) sore.
Pria yang diketahui bekerja sebagai karyawan PT Lematang Coal Lestari (LCL) itu ditemukan tewas dengan posisi tertelungkup di jalan houling milik PT MPC, tak jauh dari sepeda motornya.
Dugaan sementara, korban meninggal akibat tersambar petir saat perjalanan pulang usai berburu ayam hutan bersama rekannya.
Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang menjelaskan, sebelum kejadian, sekitar pukul 15.00 WIB korban baru saja pulang bekerja dari PT LCL.
Sekitar satu jam kemudian, pukul 16.00 WIB, korban memutuskan pergi berburu ayam hutan bersama tiga orang temannya.
Namun, di tengah aktivitas berburu, cuaca tiba-tiba berubah menjadi mendung disertai hujan dan petir.
Merasa situasi tidak aman, rombongan memutuskan untuk menghentikan perburuan dan pulang.
“Ketiga rekan korban memilih melewati jalan kebun warga untuk menghindari risiko di jalan besar saat hujan lebat, sementara korban memilih pulang melalui jalan houling PT MPC,” ungkap AKP RTM Situmorang, Rabu (13/8/2025).
Sekitar pukul 18.45 WIB, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa dengan posisi tertelungkup di tengah jalan houling. Di dekat tubuhnya, sepeda motor yang ia kendarai masih terparkir.
Meski belum ada kepastian, dugaan awal mengarah pada kemungkinan korban tersambar petir. Pasalnya, saat kejadian cuaca memang sedang hujan deras disertai sambaran petir yang cukup sering.
“Untuk penyebab pastinya masih belum bisa dipastikan. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,” jelas Situmorang.
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Fadilah Kota Prabumulih untuk dilakukan pemeriksaan medis (visum et repertum). Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tidak ditemukan luka bekas penganiayaan.
Duka Mendalam di Keluarga
Setelah pemeriksaan selesai, jenazah Hendri diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan di kampung halamannya.
Suasana duka menyelimuti rumah duka di Dusun II Desa Gunung Raja, di mana keluarga dan kerabat berkumpul memberikan penghormatan terakhir.
Beberapa warga mengaku kaget atas kejadian ini. “Hendri orangnya baik, suka membantu tetangga. Tidak disangka perginya secepat ini,” kata salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, terutama yang beraktivitas di luar ruangan, untuk lebih waspada saat cuaca buruk, terutama di musim hujan yang disertai petir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sendiri telah berulang kali mengimbau agar masyarakat menghindari area terbuka, pepohonan tinggi, atau jalur listrik saat hujan petir.
Petir memiliki energi listrik yang sangat besar dan dapat mematikan dalam hitungan detik. Meskipun jarang terjadi, risiko tersambar petir tetap ada, terutama bagi mereka yang bekerja atau beraktivitas di alam terbuka.
Kasus kematian Hendri masih menjadi perhatian warga setempat. Meski dugaan kuat mengarah pada sambaran petir, pihak kepolisian tetap menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut. Sementara itu, pihak keluarga memilih untuk menerima kejadian ini sebagai musibah.
“Seluruh proses sudah kita lakukan sesuai prosedur. Kami turut berbelasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” tutup AKP RTM Situmorang. (***)
0 Komentar