Musi Online https://musionline.co.id 15 August 2025 @18:33 372 x dibaca 
Bus AKAP Sinar Dempo Terjun ke Jurang dan Seruduk Rumah Warga di Muara Enim, 25 Penumpang Selamat.
Musionline.co.id, Muara Enim - Suasana tenang di Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, mendadak pecah oleh suara dentuman keras, Jumat (15/8/2025) dini hari.
Sebuah bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) Sinar Dempo dengan nomor polisi BG 7167 W terjun ke jurang sedalam tiga meter sebelum menabrak rumah panggung milik warga.
Peristiwa nahas yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB itu membuat warga sekitar kaget dan berhamburan keluar rumah.
Bus yang dikemudikan oleh Jon (42), warga Kelurahan Air Perikan, Kota Pagar Alam, diketahui tengah melaju dari arah Prabumulih menuju Muara Enim dalam rute perjalanan Jakarta–Yogyakarta–Pagar Alam.
Meski kecelakaan tersebut mengakibatkan kerusakan parah pada dua rumah warga dan menimbulkan luka ringan pada beberapa orang, beruntung tidak ada korban jiwa dari total 25 penumpang dan penghuni rumah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus diduga mengalami kecelakaan tunggal akibat sopir mengantuk dan kehilangan konsentrasi saat melintas di jalan menikung.
Kendaraan oleng, keluar dari badan jalan, lalu terjun ke jurang dan menabrak rumah panggung milik Komarudin (39) dan Usman (60), warga setempat.
Benturan keras membuat sebagian dinding rumah jebol, perabotan hancur, dan tiang listrik di dekat lokasi roboh. Para penumpang yang tengah terlelap sontak terbangun dalam kepanikan.
Kisah Penumpang yang Selamat
Saiful (50), warga Jawa Tengah yang duduk tepat di belakang sopir, mengaku tidak menyadari tanda-tanda bus akan mengalami kecelakaan.
“Saya sedang tidur pulas, tiba-tiba terasa terhimpit, dengar orang teriak-teriak, baru tahu kalau bus kecelakaan. Alhamdulillah cuma sakit badan karena tertimpa penumpang lain,” ujarnya.
Ia menambahkan, dirinya baru saja pulang dari menghadiri wisuda anak di Semarang. “Syukur semua penumpang dan barang bawaan berhasil dievakuasi oleh kru bus,” tambahnya.
Senada dengan Saiful, Rushan Yuniar (70), pensiunan pegawai Depdagri, juga tengah tertidur saat kejadian.
“Saya terbangun karena terasa tertindih penumpang. Waktu itu masih bingung, baru tahu bus kecelakaan setelah diberitahu orang. Syukur saya selamat, tidak luka,” kata warga asli Pagar Alam yang kini tinggal di Solo ini.
Beberapa penumpang dilaporkan mengalami luka ringan, termasuk Nita (42), warga Depok, dan Irianto Sutrisno (63), warga Jawa Timur. Pemilik rumah yang ditabrak pun mengalami syok dan trauma meski tidak menderita luka serius.
Kerugian materi diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat kerusakan rumah, perabotan, serta kendaraan.
Kapolres Muara Enim AKBP Jhoni Eka Putra melalui Kasat Lantas AKP Trifonia membenarkan kejadian tersebut.
“Diduga sopir mengantuk dan tidak konsentrasi saat jalan menikung, sehingga kendaraan keluar jalur, terjun ke jurang, dan menabrak rumah warga,” jelasnya.
Kasat Lantas menambahkan, seluruh penumpang telah dievakuasi ke kendaraan pengganti milik pengelola Bus Sinar Dempo untuk melanjutkan perjalanan. Barang bukti kendaraan masih berada di lokasi sambil menunggu proses evakuasi.
Pihak pengelola bus, kata AKP Trifonia, telah berkomunikasi dengan pemilik rumah untuk membicarakan ganti rugi kerusakan.
“Syukur tidak ada korban jiwa. Kami mengimbau sopir angkutan umum lebih berhati-hati, terutama saat mengemudi di dini hari,” pungkasnya.
Daftar Penumpang yang Selamat
Selain dua sopir Jon (42) dan Zazili Ridwan (55), penumpang yang selamat di antaranya: Nico (28), Rani (31), Risna (27), Yuni (31), Arselio (2), Roiba (45), Saiful (50), Hendra (26), Andre (19), Irianto Sutrisno (63).
Kemudian, Sopian (53), Minarti (45), Wang Xiang Ying (49, WN Cina), Dewi (35), Nita (42), A Rangga Raya (10), Sarifudin (62), Luni Roles (42), Dinarti (42), Nadia (9), Nurwana (52), Handayani (45), dan Rushan Yuniar (70).
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan pengemudi, khususnya di jalur rawan kecelakaan seperti lintas Prabumulih–Muara Enim. Meskipun semua penumpang selamat, trauma dan kerugian materi yang ditimbulkan jelas tidak kecil. (***)
0 Komentar