Musi Online https://musionline.co.id 01 September 2025 @19:06 251 x dibaca 
Tegaskan Tidak Ada Indikasi TNI Terlibat Kerusuhan di Palembang, Dansat Brimob: Terjadi Kesalahpahaman di Lapangan.
Musionline.co.id, Palembang – Situasi pasca-kerusuhan yang terjadi di Kota Palembang pada Minggu dini hari (31/8/2025) masih menyisakan berbagai spekulasi, terutama setelah beredarnya video yang memperlihatkan seorang anggota TNI diamankan oleh aparat kepolisian.
Menanggapi hal tersebut, Komandan Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan (Sumsel) Kombes Pol Susnadi menegaskan bahwa tidak ada indikasi keterlibatan prajurit TNI dalam aksi perusakan maupun pembakaran gedung DPRD Sumsel serta kantor Ditlantas Polda Sumsel.
“Setelah dilakukan pemeriksaan mendalam di lapangan, kami memastikan bahwa pelaku yang diamankan, yakni Pratu Handika Novaldo, tidak terlibat dalam peristiwa pembakaran maupun kerusakan fasilitas negara tersebut,” ujar Kombes Pol Susnadi dalam keterangannya kepada awak media, Senin (1/9/2025).
Menurutnya, peristiwa yang sempat menimbulkan kesalahpahaman itu terjadi saat aparat Brimob melakukan pengamanan di sekitar SPBU Jalan Demang Lebar Daun, Palembang.
Pada saat itu, situasi di lapangan sedang kacau karena adanya kelompok massa yang melakukan perusakan pos polisi dan fasilitas umum.
Dalam kondisi tersebut, seorang pemuda berbaju hitam sempat diamankan. Belakangan diketahui, pemuda tersebut adalah anggota TNI aktif dari Batalyon Kavaleri.
“Pratu Handika Novaldo saat itu sedang berada di luar kegiatan kedinasan. Berdasarkan data yang kami dapat, ia sedang dalam masa libur setelah mengikuti latihan kader pencak silat militer. Jadi keberadaannya di lokasi kejadian murni kebetulan, bukan sebagai bagian dari massa perusuh,” tegas Susnadi.
Klarifikasi ini disampaikan setelah sebuah video berdurasi 19 detik viral di media sosial.
Dalam rekaman itu, terlihat Kombes Pol Susnadi bersama sejumlah anggota Brimob mengamankan Pratu Handika.
Ia sempat menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) militer kepada petugas, namun tetap diamankan untuk memastikan keterlibatannya.
Susnadi menekankan bahwa tindakan pengamanan terhadap prajurit TNI tersebut semata-mata dilakukan untuk mencegah kesalahpahaman lebih lanjut di tengah masyarakat, sekaligus memastikan situasi di lokasi tetap terkendali.
Setelah dilakukan verifikasi, tidak ditemukan bukti keterlibatan yang bersangkutan dalam aksi perusakan.
“Kami mohon maaf kepada pihak TNI dan masyarakat atas miskomunikasi ini. Tindakan tersebut bukan bentuk kriminalisasi terhadap prajurit, melainkan upaya pengamanan yang dilakukan dalam situasi darurat di lapangan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Dansat Brimob Sumsel juga menegaskan bahwa koordinasi antara TNI dan Polri tetap solid dalam menjaga keamanan di wilayah Palembang dan sekitarnya.
Menurutnya, isu-isu yang beredar di media sosial tentang keterlibatan TNI dalam kerusuhan adalah informasi menyesatkan yang dapat memicu kegaduhan.
“Hubungan antara TNI dan Polri tetap harmonis. Kami bekerja sama menjaga kondusifitas di Sumatera Selatan, khususnya di Kota Palembang. Tidak ada perpecahan, yang ada hanyalah kesalahpahaman teknis yang langsung kami luruskan,” tambahnya.
Peristiwa kerusuhan pada Minggu dini hari tersebut terjadi setelah aksi unjuk rasa mahasiswa yang berlangsung ricuh hingga merembet pada perusakan pos polisi dan pembakaran sebagian fasilitas di gedung DPRD Sumsel serta kantor Ditlantas.
Aparat kepolisian kini telah mengamankan sejumlah terduga pelaku yang diduga berasal dari kelompok luar, bukan bagian dari mahasiswa.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak kepolisian berharap masyarakat tidak lagi terprovokasi oleh isu-isu yang beredar di media sosial.
“Mari bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif. Aspirasi masyarakat akan kami tampung, tetapi jangan sampai ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi untuk membuat kerusuhan,” pungkas Kombes Pol Susnadi. (***)
0 Komentar