Musi Online https://musionline.co.id 29 September 2025 @18:33 189 x dibaca 
Mertua Tewas Tertembak Senapan Angin di Pondok Semangka, Sang Menantu Luka Parah Masih Dirawat di RS.
Musionline.co.id, Ogan Ilir – Warga Desa Mekarsari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan digemparkan oleh insiden penembakan yang terjadi di sebuah kebun semangka pada Sabtu malam (27/9/2025) sekitar pukul 21.30 WIB.
Peristiwa berdarah itu menewaskan seorang pria bernama Herman (46) dan melukai parah menantunya, Rahmad Hidayat (25).
Kejadian bermula ketika kedua korban datang berboncengan menggunakan sepeda motor menuju pondokan semangka di Dusun II, Desa Mekarsari.
Menurut keterangan aparat kepolisian, mereka bermaksud mengambil terong dan cabai setelah sebelumnya pulang dari memancing di kawasan kedukan. Namun, niat sederhana itu berujung malapetaka.
Kapolsek Rantau Alai, Iptu Agus Masyudhi menjelaskan, saat tiba di pondokan, pelaku bernama Hendi Rahman (35) ternyata sudah berada di dalam gubuk kebun.
Pelaku yang saat itu sedang beristirahat, kaget ketika melihat kedatangan dua orang tetangganya yang masuk secara tiba-tiba sambil membawa sebilah parang.
“Pelaku kemudian menyorotkan senter ke arah korban. Namun, justru saat itu korban Herman mengayunkan parang ke arah pelaku. Merasa terancam, pelaku panik dan secara spontan mengambil senapan angin jenis PCP yang ada di dekatnya, lalu menembakkannya,” jelas Iptu Agus, Minggu (28/9/2025).
Tembakan pertama mengenai dada Herman. Korban langsung tersungkur bersimbah darah. Bukannya berhenti, pelaku kembali menarik pelatuk dan peluru mengenai Rahmad Hidayat, sang menantu.
Sadar bahwa yang tertembak adalah tetangganya sendiri, Hendi langsung menyesal. Ia bergegas berusaha menolong dengan membawa kedua korban ke bidan desa. Namun, kondisi luka yang dialami sangat parah, sehingga bidan merujuk keduanya ke RSUD Kayu Agung.
Korban dan Penyesalan Pelaku
Sayangnya, nyawa Herman tidak tertolong. Sekitar pukul 22.30 WIB, tim medis rumah sakit menyatakan korban meninggal dunia akibat luka tembak di dada yang menembus organ vital.
Sementara itu, Rahmad Hidayat masih bertahan dan kini menjalani perawatan intensif. Kondisinya dikabarkan kritis.
“Pelaku saat itu benar-benar tidak tahu bahwa yang ditembak adalah tetangganya sendiri. Setelah korban menyebutkan identitas, pelaku langsung menyesal dan mencoba menolong. Tetapi nyawa korban Herman tidak dapat diselamatkan,” tambah Kapolsek.
Polisi segera bergerak mengamankan pelaku beserta barang bukti berupa satu pucuk senapan angin jenis PCP. Hendi kini sudah berada di Mapolres Ogan Ilir untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Tersangka sudah kami amankan di Polres Ogan Ilir. Kasus ini masih dalam penyelidikan dan pendalaman. Kami akan mengusut apakah murni reaksi spontan karena merasa terancam atau ada unsur lain,” tegas Iptu Agus.
Insiden tragis ini membuat warga Desa Mekarsari terkejut. Pasalnya, hubungan antara korban dan pelaku selama ini diketahui cukup baik sebagai tetangga. Warga tak menyangka sebuah kesalahpahaman dapat menelan korban jiwa.
“Padahal mereka bertetangga, sering juga terlihat akrab. Kami tidak menyangka bisa kejadian seperti ini,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Banyak pihak kini berharap aparat kepolisian dapat mengungkap secara jelas kronologi dan motif sebenarnya, sekaligus memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban.
Catatan Kasus Senapan Angin
Kasus ini kembali membuka diskusi tentang penggunaan senapan angin di masyarakat. Meski tidak dikategorikan sebagai senjata api, senapan angin jenis PCP memiliki daya tembak yang cukup mematikan jika diarahkan ke bagian vital tubuh manusia.
Beberapa kalangan menilai, perlunya regulasi lebih ketat terkait peredaran dan penggunaan senapan angin agar tidak disalahgunakan dan menimbulkan korban jiwa.
Kini, keluarga korban tengah berduka mendalam atas kepergian Herman yang dikenal sebagai sosok pekerja keras dan ramah. Sementara Rahmad Hidayat masih berjuang melawan rasa sakit di ruang perawatan rumah sakit.
Sebuah peristiwa yang bermula dari rasa terkejut dan panik, berakhir dengan tragedi memilukan di kebun semangka. Polisi masih mendalami kasus ini, dan masyarakat berharap keadilan dapat ditegakkan seadil-adilnya. (***)
0 Komentar