Musi Online https://musionline.co.id 01 October 2025 @17:35 150 x dibaca 
Gandeng Juru Bahasa Isyarat, Kemenag Sumsel Tegaskan Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas.
Musionline.co.id, Palembang - Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumatera Selatan terus berupaya menghadirkan layanan publik yang lebih inklusif dan transparan.
Salah satu langkah konkret yang kini dilakukan adalah menggandeng juru bahasa isyarat dalam setiap kegiatan publikasi capaian maupun kinerja instansi.
Kepala Bagian Tata Usaha Kanwil Kemenag Sumsel, H. Taufiq, di Palembang, Selasa (30/9), mengatakan kehadiran juru bahasa isyarat merupakan wujud nyata komitmen Kemenag Sumsel untuk membangun transparansi dan akuntabilitas di hadapan masyarakat luas.
Menurutnya, publikasi kinerja bukan hanya sekadar menyampaikan data, melainkan bagian penting dari tanggung jawab moral dan institusional untuk menjaga kepercayaan publik.
“Publikasi itu bukan hanya soal angka atau laporan. Lebih dari itu, publikasi adalah bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat. Dengan menghadirkan juru bahasa isyarat, kami ingin memastikan bahwa setiap informasi dapat diakses oleh semua kalangan, termasuk penyandang disabilitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, penggunaan bahasa isyarat dalam setiap publikasi resmi Kemenag Sumsel menjadi sebuah jembatan komunikasi yang sangat penting.
Informasi yang biasanya disampaikan dalam bahasa formal dan kompleks kini bisa diterjemahkan secara lebih presisi dan mudah dipahami oleh masyarakat penyandang disabilitas rungu.
“Bahasa isyarat memungkinkan pesan tersampaikan secara utuh. Transparansi sejati adalah ketika semua orang, tanpa terkecuali, mendapatkan hak yang sama untuk mengetahui kinerja lembaga. Inilah yang sedang kami bangun di Kemenag Sumsel,” tegas Taufiq.
Langkah progresif ini mendapat apresiasi dari berbagai kalangan, karena dinilai sebagai terobosan baru di tengah kebutuhan masyarakat terhadap komunikasi publik yang modern, terbuka, dan inklusif.
Selain itu, kebijakan ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi instansi pemerintah lainnya di Sumatera Selatan untuk mengadopsi pendekatan serupa.
Dengan demikian, publikasi capaian dan program kerja Kemenag Sumsel tidak hanya lebih terstruktur dan menarik, tetapi juga menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
“Harapannya, masyarakat semakin percaya dan ikut mendukung setiap langkah yang dilakukan Kemenag dalam meningkatkan pelayanan,” pungkasnya.
Langkah inovatif ini sekaligus menegaskan bahwa inklusivitas bukan sekadar wacana, melainkan sebuah kebutuhan mendesak dalam tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berkeadilan. (***)
0 Komentar