Musi Online https://musionline.co.id 23 April 2026 @18:00 12 x dibaca 
Nakhodai HKTI Sumsel 2026–2031, Budiarto Marsul Siap Kawal Asta Cita dan Perkuat Swasembada Pangan.
Musionline.co.id, Palembang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Provinsi Sumatera Selatan resmi memasuki fase baru kepemimpinan.
Melalui Musyawarah Daerah (Musda) yang berlangsung di Aula Bina Praja Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada Rabu, 22 April 2026, DR. H. Budiarto Marsul, SE, M.Si terpilih secara sah sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) HKTI Sumsel periode 2026–2031.
Terpilihnya Budiarto Marsul menjadi momentum penting, tidak hanya bagi organisasi HKTI di tingkat daerah, tetapi juga dalam konteks nasional.
Hal ini menyusul berakhirnya dualisme kepengurusan HKTI di tingkat pusat yang sebelumnya sempat terjadi, dan kini telah disatukan.
Konsolidasi tersebut mulai dirasakan hingga ke daerah, termasuk di Sumatera Selatan.
Musda HKTI Sumsel berlangsung dengan penuh khidmat dan dihadiri oleh sejumlah tokoh penting organisasi serta perwakilan pengurus dari kabupaten dan kota.
Sebelum agenda pemilihan ketua DPD digelar, Wakil Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, Mayjen (Purn) Bachtiar Utama, terlebih dahulu melantik pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) HKTI dari 17 kabupaten dan kota se-Sumatera Selatan.
Langkah ini dinilai strategis sebagai bentuk penyesuaian terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi pasca penyatuan kepengurusan di tingkat pusat.
Dengan pelantikan tersebut, struktur organisasi HKTI di Sumsel kini dinyatakan lengkap dan sah secara administratif.
“Kita ingin HKTI tidak mengalami cacat secara regulasi. Penyatuan ini merupakan bagian dari konsolidasi agar organisasi semakin solid, kuat, dan mampu bekerja sebagai satu tim,” ujar Bachtiar Utama dalam sambutannya.
Dengan terpilihnya Budiarto Marsul, HKTI Sumsel kini mengemban misi besar dalam mendukung program strategis nasional yang tertuang dalam Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Fokus utama yang akan dikawal meliputi pencapaian swasembada pangan, penguatan kedaulatan energi, serta peningkatan ketahanan air.
Dalam pernyataannya usai terpilih, Budiarto menegaskan bahwa HKTI Sumsel tidak boleh hanya menjadi organisasi formalitas tanpa dampak nyata.
Ia ingin HKTI hadir langsung di tengah petani dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian.
“Kami ingin HKTI benar-benar membumi. Sumatera Selatan memiliki potensi lahan pertanian yang sangat besar. Ini harus dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung program pemerintah, baik di tingkat pusat, provinsi, maupun kabupaten dan kota, khususnya dalam mewujudkan ketahanan pangan,” tegasnya.
Budiarto Marsul yang dikenal sebagai politisi senior dari Partai Gerindra serta mantan Wakil Wali Kota Pagaralam ini juga memiliki pengalaman panjang di legislatif sebagai anggota DPRD Sumatera Selatan.
Dengan latar belakang tersebut, ia optimistis mampu membangun sinergi lintas sektor, termasuk dengan pemerintah daerah, pelaku usaha, serta kelompok tani.
Ia juga menekankan pentingnya penyusunan struktur kepengurusan yang solid dan profesional.
Dalam waktu dekat, Budiarto berkomitmen untuk segera merampungkan susunan pengurus DPD HKTI Sumsel periode 2026–2031.
“Pengurus yang akan kami bentuk harus memiliki komitmen tinggi dan semangat untuk membesarkan organisasi. Kita ingin HKTI menjadi rumah besar bagi petani dan benar-benar memberikan manfaat nyata,” tambahnya.
Tak hanya fokus pada internal organisasi, kepengurusan baru HKTI Sumsel juga dituntut untuk segera bergerak cepat dalam menjalankan program kerja.
Hal ini sejalan dengan rencana pelantikan resmi DPD HKTI Sumsel yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 23 April 2026, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur.
Pelantikan tersebut akan dilakukan langsung oleh Wakil Menteri Pertanian sekaligus Ketua Umum HKTI, Dr. Sudaryono.
Kehadiran pimpinan pusat diharapkan menjadi penguat legitimasi sekaligus motivasi bagi pengurus daerah untuk segera bekerja maksimal.
Dengan kepemimpinan baru ini, HKTI Sumsel diharapkan mampu memainkan peran strategis sebagai jembatan antara petani dan pemerintah.
Organisasi ini juga diharapkan menjadi motor penggerak dalam mewujudkan Sumatera Selatan sebagai salah satu lumbung pangan nasional.
Potensi besar yang dimiliki wilayah Sumatera Selatan, mulai dari lahan pertanian yang luas hingga sumber daya manusia di sektor agraria, menjadi modal utama untuk mendukung target swasembada pangan nasional.
Jika dikelola dengan baik dan didukung oleh kebijakan yang tepat, bukan tidak mungkin provinsi ini akan menjadi salah satu tulang punggung ketahanan pangan Indonesia.
Ke depan, tantangan sektor pertanian tentu tidak ringan.
Mulai dari perubahan iklim, alih fungsi lahan, hingga akses permodalan bagi petani menjadi isu yang harus segera ditangani.
Oleh karena itu, keberadaan HKTI sebagai organisasi yang menaungi petani diharapkan mampu memberikan solusi konkret dan berkelanjutan.
Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang solid, HKTI Sumsel kini bersiap menatap masa depan dengan optimisme.
Budiarto Marsul dan jajaran pengurusnya diharapkan mampu membawa organisasi ini menjadi lebih progresif, adaptif, dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan kesejahteraan petani serta ketahanan pangan nasional dari Bumi Sriwijaya. (***)
0 Komentar