Musi Online https://musionline.co.id 10 June 2026 @19:32 25 x dibaca 
Inovasi SDN 3 OKU, Terapkan Ujian Berbasis Android dan Tinggalkan Kertas Ulangan.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Dunia pendidikan di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi.
Salah satu terobosan terbaru datang dari SD Negeri 3 OKU yang untuk pertama kalinya melaksanakan Sumatif Akhir Semester (SAS) Tahun Ajaran 2025/2026 berbasis Android, menggantikan metode ujian konvensional menggunakan kertas.
Langkah inovatif ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam mendukung transformasi digital di lingkungan pendidikan sekaligus meningkatkan kemampuan literasi teknologi peserta didik sejak usia dini.
Dengan memanfaatkan perangkat Android dan platform digital, proses evaluasi pembelajaran menjadi lebih modern, efisien, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
Kepala SDN 3 OKU, Nopriadi, S.Pd., menjelaskan bahwa penerapan SAS berbasis Android tidak dilakukan secara mendadak.
Sebelum diterapkan secara penuh pada ujian akhir semester, pihak sekolah terlebih dahulu melakukan uji coba saat pelaksanaan Sumatif Tengah Semester (STS).
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar siswa maupun guru dapat memahami mekanisme pelaksanaan ujian berbasis digital sehingga saat SAS berlangsung tidak mengalami kesulitan yang berarti.
“Ini merupakan pengalaman pertama kami melaksanakan SAS berbasis Android. Sebelumnya sudah dilakukan uji coba pada saat STS sehingga saat pelaksanaan SAS, siswa tidak terlalu kesulitan dalam mengikuti ujian,” ujar Nopriadi, Selasa (9/6/2026).
Diikuti Ratusan Siswa
Pelaksanaan SAS di SDN 3 OKU tahun ini diikuti oleh siswa kelas I hingga kelas V. Sementara siswa kelas VI tidak lagi mengikuti kegiatan tersebut karena telah menyelesaikan ujian akhir sekolah.
Secara keseluruhan, sebanyak 526 siswa mengikuti kegiatan evaluasi akhir semester tersebut. Untuk jadwal pelaksanaannya, siswa kelas I, II, dan III mengikuti SAS pada tanggal 3 hingga 6 Juni 2026. Sedangkan siswa kelas IV dan V melaksanakan SAS pada 8 hingga 11 Juni 2026.
Khusus bagi siswa kelas IV dan V, seluruh proses ujian dilakukan secara digital menggunakan perangkat Android yang terhubung dengan aplikasi Google Form sebagai media pengerjaan soal.
Melalui sistem tersebut, siswa dapat mengakses soal secara langsung melalui perangkat masing-masing, mengerjakan jawaban secara online, dan mengirim hasil ujian tanpa harus menggunakan lembar kertas seperti metode ujian pada umumnya.
Mendukung Transformasi Pendidikan Digital
Penerapan ujian berbasis Android merupakan bagian dari komitmen SDN 3 OKU dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Sekolah menilai bahwa teknologi saat ini telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik sehingga perlu dimanfaatkan untuk kegiatan yang mendukung proses pembelajaran.
Nopriadi mengatakan bahwa sebagian besar siswa saat ini sudah cukup familiar dengan penggunaan perangkat digital. Oleh karena itu, sekolah berupaya mengarahkan pemanfaatan teknologi tersebut ke arah yang lebih positif dan produktif.
“Kami mencoba memanfaatkan digitalisasi dalam dunia pendidikan karena anak-anak saat ini sudah tidak asing lagi dengan gadget. Harapannya, mereka dapat belajar memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang positif dan mendukung proses belajar,” katanya.
Menurutnya, penggunaan teknologi dalam sistem evaluasi pembelajaran juga menjadi sarana untuk memperkenalkan siswa pada konsep pembelajaran digital yang nantinya akan semakin banyak digunakan di jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Selain itu, sistem ujian berbasis Android dinilai mampu memberikan berbagai keuntungan, mulai dari penghematan penggunaan kertas, mempercepat proses koreksi, hingga memudahkan guru dalam melakukan rekapitulasi hasil ujian.
Tinggalkan Sistem Ujian Konvensional
Selama ini, pelaksanaan ujian di sekolah dasar umumnya masih menggunakan lembar soal dan lembar jawaban berbasis kertas. Namun melalui inovasi yang dilakukan SDN 3 OKU, proses tersebut mulai beralih ke sistem digital yang lebih praktis.
Langkah ini sekaligus mendukung upaya pengurangan penggunaan kertas atau paperless yang saat ini banyak diterapkan di berbagai sektor, termasuk dunia pendidikan.
Dengan sistem digital, siswa tidak lagi harus membawa banyak lembar soal maupun jawaban. Seluruh materi ujian dapat diakses secara langsung melalui perangkat Android sehingga proses pelaksanaan menjadi lebih sederhana dan efisien.
Selain memberikan pengalaman baru bagi siswa, metode ini juga membantu sekolah dalam mengurangi biaya penggandaan soal serta kebutuhan administrasi yang biasanya cukup besar saat pelaksanaan ujian konvensional.
Masih Hadapi Sejumlah Tantangan
Meski pelaksanaannya berjalan cukup baik, SDN 3 OKU mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu menjadi perhatian untuk pengembangan program ke depan.
Salah satu kendala utama adalah keterbatasan kepemilikan perangkat Android di kalangan siswa. Tidak semua peserta didik memiliki telepon genggam pribadi sehingga sebagian harus meminjam perangkat milik orang tua atau anggota keluarga lainnya.
Kondisi tersebut terkadang memunculkan kendala teknis ketika siswa hendak mengakses Google Form. Beberapa siswa tidak mengetahui alamat email yang telah terdaftar pada perangkat yang digunakan sehingga membutuhkan bantuan dari guru saat proses login.
Meski demikian, pihak sekolah terus memberikan pendampingan selama pelaksanaan ujian berlangsung agar seluruh siswa dapat mengikuti SAS dengan lancar.
Menurut Nopriadi, hambatan tersebut menjadi bahan evaluasi bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan ujian berbasis digital pada masa mendatang.
Langkah Awal Menuju Pendidikan Modern
Keberhasilan pelaksanaan SAS berbasis Android di SDN 3 OKU menjadi bukti bahwa transformasi digital dalam dunia pendidikan dapat diterapkan mulai dari jenjang sekolah dasar.
Program ini tidak hanya bertujuan untuk memodernisasi sistem evaluasi pembelajaran, tetapi juga membekali siswa dengan kemampuan adaptasi terhadap perkembangan teknologi yang semakin pesat.
Dengan dukungan guru, orang tua, serta sarana pendukung yang terus ditingkatkan, SDN 3 OKU optimistis dapat mengembangkan sistem pembelajaran berbasis teknologi secara lebih luas di masa mendatang.
Pelaksanaan SAS berbasis Android Tahun Ajaran 2025/2026 menjadi tonggak penting bagi SDN 3 OKU dalam menghadirkan pendidikan yang lebih inovatif, efektif, dan sesuai dengan tuntutan era digital.
Inovasi ini sekaligus menunjukkan bahwa sekolah dasar di daerah juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjadi pelopor perubahan menuju pendidikan yang lebih modern. (***)
0 Komentar