Musi Online https://musionline.co.id 25 July 2026 @19:36 17 x dibaca 
Muba Bersiap Sambut Presiden untuk Peresmian Pabrik KUD Sejahtera, Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, mulai mematangkan berbagai persiapan menjelang agenda besar peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera sekaligus Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi yang dijadwalkan berlangsung pada 11-12 Agustus 2026 mendatang.
Persiapan tersebut menjadi perhatian serius karena kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum penting bagi pengembangan sektor perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Musi Banyuasin, tetapi juga diharapkan menjadi bagian dari penguatan hilirisasi komoditas kelapa sawit berbasis koperasi.
Agenda tersebut juga diproyeksikan menjadi forum strategis yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, koperasi, pelaku usaha perkebunan, kementerian dan lembaga, hingga perwakilan negara sahabat.
Komitmen Pemerintah Kabupaten Muba untuk menyukseskan agenda tersebut terungkap dalam Rapat Pembahasan Rencana Peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera dan Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi yang digelar secara virtual pada Kamis, 23 Juli 2026.
Rapat tersebut membahas secara rinci berbagai kebutuhan untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, lancar, dan sesuai dengan agenda yang telah ditetapkan.
Sejumlah aspek menjadi perhatian utama, mulai dari penyusunan rundown acara, kebutuhan produksi dan logistik, pembagian kewenangan antarinstansi, dukungan teknis pemerintah provinsi dan kabupaten, hingga skenario pengamanan serta akomodasi bagi tamu VIP.
Peresmian Pabrik KUD Sejahtera Dijadwalkan 12 Agustus
Berdasarkan hasil pembahasan, peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera akan dilaksanakan pada Rabu, 12 Agustus 2026. Lokasi kegiatan berada di Desa Beruge, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin.
Kegiatan peresmian tersebut ditargetkan dihadiri sekitar 2.500 undangan. Jumlah tersebut menunjukkan besarnya skala kegiatan yang tengah dipersiapkan oleh panitia bersama pemerintah daerah dan pemerintah pusat.
Sementara itu, sehari sebelumnya, tepatnya Selasa, 11 Agustus 2026, akan dilaksanakan Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi.
Seminar tersebut ditargetkan diikuti sekitar 600 peserta dari berbagai unsur yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan, koperasi, industri, kebijakan fiskal, hingga pengembangan ekonomi daerah.
Seminar nasional ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk membahas berbagai peluang dan tantangan dalam mendorong hilirisasi kelapa sawit.
Dengan pendekatan berbasis koperasi, pengembangan industri kelapa sawit diharapkan tidak hanya berorientasi pada produksi bahan mentah, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah dan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat, khususnya para petani dan anggota koperasi.
Agenda tersebut juga menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi koperasi dalam rantai ekonomi kelapa sawit. Koperasi diharapkan mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat melalui pengelolaan usaha yang lebih profesional dan terintegrasi.
Dua Skenario Kehadiran Presiden Disiapkan
Salah satu pembahasan penting dalam rapat persiapan tersebut adalah terkait opsi kehadiran Presiden Republik Indonesia dalam agenda peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera.
Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, panitia menyiapkan dua skenario pelaksanaan. Skenario pertama disiapkan apabila Presiden Republik Indonesia hadir langsung dalam agenda peresmian, dengan kapasitas peserta dipersiapkan mencapai sekitar 2.500 orang.
Sementara skenario kedua disiapkan apabila Presiden berhalangan hadir. Dalam kondisi tersebut, jumlah peserta akan disesuaikan menjadi sekitar 1.500 orang.
Meskipun terdapat dua skenario, seluruh pihak sepakat untuk melakukan persiapan secara maksimal dengan asumsi Presiden hadir. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar seluruh kebutuhan teknis, pengamanan, pelayanan tamu, hingga pengaturan lokasi dapat dipersiapkan sejak awal.
Dengan persiapan berdasarkan skenario terbesar, panitia diharapkan dapat meminimalkan potensi perubahan teknis secara mendadak apabila terdapat keputusan terkait kehadiran Presiden. Koordinasi lintas sektor pun terus diperkuat untuk memastikan setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Undangan Melibatkan Berbagai Pihak
Agenda peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera dan Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi juga dirancang dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat nasional maupun internasional.
Panitia menyiapkan undangan bagi Dinas Koperasi dari 13 provinsi, koperasi yang bergerak di sektor kelapa sawit, perusahaan perkebunan kelapa sawit, serta kementerian dan lembaga terkait.
Sejumlah instansi pemerintah yang menjadi bagian dari koordinasi antara lain Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak, Bappenas, Kantor Staf Presiden, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga Kejaksaan Agung.
Selain unsur pemerintah, sejumlah asosiasi dan organisasi yang berkaitan dengan sektor perkebunan dan koperasi juga akan diundang. Di antaranya Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Serikat Petani Indonesia (SPI), serta Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS).
Tidak hanya itu, agenda tersebut juga membuka peluang keterlibatan perwakilan diplomatik negara sahabat. Beberapa negara yang disebut dalam persiapan undangan antara lain negara-negara Uni Eropa, India, China, Pakistan, Singapura, dan Malaysia.
Kehadiran berbagai pihak tersebut diharapkan dapat memperluas ruang kerja sama dan pertukaran gagasan mengenai masa depan industri kelapa sawit, khususnya dalam mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah serta memperkuat peran koperasi.
Pemkab Muba Pastikan Dukungan Penuh
Sekretaris Daerah Kabupaten Musi Banyuasin, Drs Syafaruddin MSi, menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Muba untuk memberikan dukungan penuh terhadap seluruh rangkaian kegiatan tersebut.
Menurutnya, agenda peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera dan seminar nasional merupakan kegiatan strategis yang membutuhkan persiapan matang serta koordinasi lintas sektor.
"Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin siap memberikan dukungan penuh agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kami akan menggelar rapat koordinasi lanjutan pada Senin mendatang untuk mematangkan seluruh aspek teknis sekaligus melakukan pengecekan lapangan sehingga setiap perangkat daerah memahami tugas dan tanggung jawabnya masing-masing," ujar Syafaruddin.
Ia juga menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat koordinasi dan bekerja secara terpadu. Menurutnya, kesiapan setiap unsur menjadi bagian penting untuk memastikan agenda yang berskala nasional tersebut dapat berlangsung dengan baik.
Rapat koordinasi lanjutan dan pengecekan lapangan nantinya akan menjadi bagian dari proses finalisasi persiapan. Setiap perangkat daerah diharapkan dapat memahami peran masing-masing, termasuk dalam hal pelayanan, transportasi, akomodasi, protokol, kesehatan, keamanan, kebersihan, hingga kebutuhan teknis lainnya.
Kementerian Koperasi Kawal Persiapan
Sementara itu, Deputi Pengembangan Usaha Koperasi Kementerian Koperasi RI, Panel Barus, menyampaikan bahwa Kementerian Koperasi akan terus mengawal seluruh tahapan persiapan hingga hari pelaksanaan.
Panel mengatakan, sejumlah agenda penting masih dalam tahap finalisasi. Hal tersebut meliputi rundown kegiatan, daftar undangan, pembagian kewenangan, penyusunan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) anggaran secara terperinci, hingga penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.
"Kami akan menuntaskan finalisasi rundown kegiatan, daftar undangan, pembagian kewenangan, penyusunan HPS anggaran secara terperinci, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga, termasuk Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Pertanian, Kementerian Perindustrian, Bappenas, Kantor Staf Presiden, dan BPKP. Sinergi ini penting agar seluruh persiapan berjalan sesuai rencana," kata Panel Barus.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pelaksanaan agenda di Muba tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin, koperasi, pelaku usaha, serta unsur terkait lainnya menjadi kunci agar kegiatan dapat terlaksana secara optimal.
Momentum Penguatan Hilirisasi Kelapa Sawit
Peresmian Pabrik Kelapa Sawit KUD Sejahtera dan Seminar Nasional Hilirisasi Kelapa Sawit Berbasis Koperasi diharapkan menjadi momentum penting dalam mendorong pengembangan industri kelapa sawit yang lebih terintegrasi.
Kabupaten Musi Banyuasin sendiri dikenal sebagai salah satu daerah yang memiliki potensi besar di sektor perkebunan, termasuk kelapa sawit. Karena itu, pengembangan hilirisasi menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.
Melalui penguatan koperasi, petani diharapkan dapat memiliki akses yang lebih baik terhadap pengelolaan usaha, teknologi, pasar, serta pengembangan produk turunan kelapa sawit.
Dengan demikian, manfaat dari industri kelapa sawit tidak berhenti pada sektor produksi bahan baku, tetapi dapat berkembang ke sektor pengolahan dan industri yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.
Persiapan menuju agenda 11-12 Agustus 2026 pun terus dilakukan secara bertahap. Pemerintah Kabupaten Muba bersama Kementerian Koperasi dan berbagai pihak terkait berkomitmen memastikan seluruh kebutuhan kegiatan dapat dipersiapkan dengan baik.
Dengan skala kegiatan yang besar dan rencana keterlibatan berbagai pemangku kepentingan, agenda tersebut diharapkan menjadi salah satu tonggak penting bagi penguatan hilirisasi kelapa sawit berbasis koperasi.
Selain menjadi momentum peresmian fasilitas pengolahan kelapa sawit, kegiatan ini juga diharapkan mampu membuka ruang kolaborasi baru untuk meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat koperasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin kini terus mematangkan koordinasi dan kesiapan teknis di lapangan. Seluruh perangkat daerah terkait diminta bergerak secara terpadu agar agenda nasional tersebut dapat berjalan aman, tertib, dan sukses. (***)
0 Komentar