Musi Online https://musionline.co.id 25 July 2026 @19:40 18 x dibaca 
DPPPA Muara Enim Bekali Kaum Perempuan Pelatihan Budidaya Jamur Tiram, Dorong Kemandirian Ekonomi.
Musionline.co.id, Muara Enim – Pemerintah Kabupaten Muara Enim melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) terus memperkuat komitmen dalam mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui berbagai program pemberdayaan dan peningkatan keterampilan.
Salah satu langkah konkret yang dilakukan yakni dengan menggelar Pelatihan Kewirausahaan Perempuan dan Budidaya Jamur Tiram serta Olahan Jamur Tiram Tahun 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di Kantor Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muara Enim, dan diikuti oleh 30 peserta dari berbagai kelompok perempuan yang membutuhkan dukungan dalam pengembangan kapasitas serta ekonomi produktif.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya DPPPA Kabupaten Muara Enim untuk memberikan bekal keterampilan praktis kepada perempuan agar mampu melihat potensi di lingkungan sekitar sebagai peluang usaha.
Budidaya jamur tiram dipilih karena memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai kegiatan ekonomi produktif, baik melalui proses budidaya maupun pengolahan hasil panen menjadi berbagai produk bernilai tambah.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Muara Enim, H Husin Aswadi SE MM, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari program DPPPA melalui Bidang Pengarusutamaan Gender dan Pemberdayaan Perempuan (PUG PP).
Menurutnya, pemberdayaan perempuan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan keterampilan, tetapi juga bagaimana keterampilan tersebut dapat menjadi modal untuk membangun kemandirian ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.
"Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen DPPPA dalam meningkatkan kapasitas perempuan agar mampu mandiri secara ekonomi. Kami ingin para peserta memiliki keterampilan yang bisa dimanfaatkan sebagai sumber penghasilan sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga," ujar Husin.
Ia menjelaskan, pelatihan tersebut dipimpin oleh Kepala Bidang PUG PP DPPPA Kabupaten Muara Enim, Rodiah, AmKep SKM MM, bersama tim Bidang PUG PP.
Sebanyak 30 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta berasal dari kelompok perempuan yang memiliki latar belakang dan kondisi sosial yang beragam. Di antaranya perempuan dari keluarga kurang mampu, perempuan kepala keluarga, perempuan korban kekerasan, termasuk korban perkawinan usia anak, serta penyandang disabilitas yang memiliki semangat untuk berwirausaha.
Keterlibatan kelompok perempuan tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan yang lebih luas bagi mereka untuk mendapatkan akses terhadap pengetahuan, keterampilan dan peluang ekonomi.
Dengan adanya pelatihan yang bersifat praktis, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga mampu menerapkannya secara mandiri setelah kegiatan berakhir.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai kewirausahaan sebagai dasar dalam membangun dan mengembangkan usaha. Materi kemudian dilanjutkan dengan pelatihan teknis budidaya jamur tiram serta pengolahan jamur tiram menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah.
"Peserta juga mendapatkan pelatihan teknis budidaya jamur tiram hingga pengolahan jamur tiram menjadi berbagai produk bernilai tambah," ungkap Husin.
Pelatihan budidaya jamur tiram menjadi salah satu keterampilan yang dinilai dapat dikembangkan sesuai dengan potensi masyarakat. Selain proses budidaya, peserta juga dikenalkan dengan pentingnya kreativitas dalam mengolah hasil produksi agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Dengan demikian, peluang usaha yang dibangun tidak hanya berhenti pada penjualan hasil panen jamur tiram, tetapi dapat dikembangkan melalui berbagai produk olahan. Langkah tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya usaha mikro yang dikelola oleh perempuan secara mandiri.
Adapun narasumber dalam pelatihan tersebut yakni Ketua LP2M Universitas Serasan, Emiyati, dan pelaku UMKM jamur tiram, Sumarsono.
Kehadiran narasumber dengan latar belakang akademisi dan pelaku usaha memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pemahaman yang lebih luas, baik dari sisi pengetahuan maupun pengalaman langsung dalam menjalankan usaha.
Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dengan para narasumber.
Sesi diskusi tersebut dimanfaatkan peserta untuk menggali informasi secara lebih mendalam mengenai berbagai hal yang berkaitan dengan budidaya dan pengolahan jamur tiram.
Peserta juga dapat bertanya langsung mengenai teknik budidaya, pengolahan hasil panen, hingga strategi memulai dan mengembangkan usaha secara mandiri.
Interaksi tersebut menjadi bagian penting dalam pelatihan karena peserta dapat menyampaikan berbagai pertanyaan berdasarkan kondisi dan kebutuhan yang mereka hadapi. Dengan demikian, materi yang diberikan diharapkan dapat lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain fokus pada peningkatan keterampilan ekonomi, DPPPA Kabupaten Muara Enim juga memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menyosialisasikan upaya pemenuhan indikator Ruang Bersama Indonesia (RBI) di Desa Panang Jaya.
Sosialisasi tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk mendorong terwujudnya lingkungan desa yang ramah perempuan dan anak. Konsep tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat agar ikut menciptakan ruang yang aman, inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan anak untuk tumbuh serta berkembang.
"Kami berharap masyarakat ikut berperan aktif dalam mendukung terwujudnya Ruang Bersama Indonesia, sehingga Desa Panang Jaya dapat menjadi desa yang aman, inklusif, serta memberikan ruang yang setara bagi perempuan dan anak untuk berkembang," kata Husin.
Menurutnya, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan. Karena itu, upaya meningkatkan kapasitas perempuan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai program yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
DPPPA Kabupaten Muara Enim pun berkomitmen untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup perempuan. Program tersebut diharapkan dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan keterampilan, produktivitas dan kesejahteraan keluarga.
Husin menambahkan, perempuan yang memiliki kemandirian ekonomi akan memiliki peluang lebih besar untuk berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Di sisi lain, kemampuan tersebut juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat perekonomian masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
"Melalui pelatihan ini kami berharap semakin banyak perempuan yang mampu memanfaatkan potensi lokal menjadi peluang usaha, sehingga dapat meningkatkan pendapatan keluarga dan mewujudkan perempuan yang tangguh, mandiri, serta berdaya saing," pungkasnya.
Melalui pelatihan kewirausahaan perempuan dan budidaya jamur tiram tersebut, Pemerintah Kabupaten Muara Enim berharap muncul lebih banyak perempuan yang mampu mengembangkan potensi diri dan lingkungan menjadi kegiatan ekonomi produktif.
Ke depan, keterampilan yang telah diperoleh peserta diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan semata. Para peserta diharapkan dapat mempraktikkan teknik budidaya jamur tiram, mengembangkan produk olahan, serta mulai merintis usaha sesuai dengan kemampuan dan potensi yang dimiliki.
Upaya tersebut sekaligus menjadi langkah strategis untuk memperkuat pemberdayaan perempuan di tingkat desa. Ketika perempuan memiliki keterampilan, akses terhadap peluang usaha dan dukungan lingkungan yang aman serta inklusif, maka manfaatnya dapat dirasakan tidak hanya oleh individu, tetapi juga oleh keluarga dan masyarakat secara lebih luas.
Dengan demikian, pelatihan yang digelar DPPPA Kabupaten Muara Enim di Desa Panang Jaya menjadi salah satu bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun perempuan yang tangguh, produktif dan mandiri.
Pemberdayaan melalui keterampilan kewirausahaan dan budidaya jamur tiram diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi terciptanya peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah. (***)
0 Komentar