Musi Online | Motor Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Prabumulih, Pelajar SMP Tewas Tragis
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Motor Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Prabumulih, Pelajar SMP Tewas Tragis

Musi Online
https://musionline.co.id 21 August 2025 @19:10
Motor Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Prabumulih, Pelajar SMP Tewas Tragis
Motor Tertabrak Kereta Api di Perlintasan Tanpa Palang Pintu di Prabumulih, Pelajar SMP Tewas Tragis.

Musionline.co.id, Prabumulih – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar SMP Negeri 2 Prabumulih. 
Seorang pelajar berinisial PP (15), warga Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Sido Gede, Kecamatan Prabumulih Timur, meninggal dunia secara tragis usai sepeda motor yang dikendarainya tertabrak kereta api Babaranjang, Rabu (20/8/2025) sore.
Insiden maut ini terjadi sekitar pukul 16.00 WIB di perlintasan rel tanpa palang pintu yang berada di kawasan Simpang Pakjo, Kelurahan Gunung Ibul Barat, Kecamatan Prabumulih Timur. 
Lokasi tersebut selama ini dikenal rawan kecelakaan karena tidak dilengkapi palang pintu maupun petugas penjaga perlintasan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban diketahui tengah mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BG 4607 CA. Ia melaju dari arah Jalan Pakjo, Kelurahan Gunung Ibul Barat, tepatnya dari sekitar kawasan Taman Murni.
Saat itu, korban hendak menyeberangi rel kereta menuju Jalan Pakjo, Kelurahan Sukajadi, arah Jalan RA Kartini. 
Namun, pada waktu yang bersamaan, kereta api Babaranjang yang datang dari arah Tanjung Enim menuju Stasiun Kertapati, Palembang, melintas dengan kecepatan tinggi.
Diduga korban tidak menyadari kedatangan kereta tersebut. Benturan keras pun tak terelakkan. Motor yang dikendarai korban terpental beberapa meter, sementara tubuh PP terhempas dan jatuh dengan kondisi mengenaskan.
Warga sekitar yang menyaksikan kejadian tersebut panik dan segera berusaha memberikan pertolongan. PP mengalami luka serius, di antaranya luka robek pada paha kiri, luka di bagian pelipis serta telinga kiri, dan mengeluarkan darah dari hidung serta telinga.
Meski sempat terlihat masih bernyawa, kondisinya kritis. Dengan cepat, warga membawa korban menggunakan kendaraan menuju RS AR Bunda Prabumulih. 
Namun, setelah menjalani pemeriksaan intensif, tim medis menyatakan PP tidak mampu bertahan dan dinyatakan meninggal dunia. Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi melalui Kasi Humas, AKP Barisi Sijabat, membenarkan adanya peristiwa tragis tersebut.
“Benar, telah terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu di kawasan Simpang Pakjo, Prabumulih Timur. Korban meninggal dunia berinisial PP, seorang pelajar SMP. Jenazahnya sudah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, AKP Sijabat menegaskan bahwa peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat agar selalu waspada ketika melintas di jalur kereta api.
“Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati, terutama di perlintasan tanpa palang pintu. Selalu berhenti sejenak, lihat kanan-kiri, dan dengarkan suara kereta sebelum menyeberang. Jangan pernah memaksakan diri, karena risikonya sangat fatal,” tegasnya.
Perlintasan Tanpa Palang, Ancaman Nyata di Prabumulih
Kasus kecelakaan di perlintasan tanpa palang pintu bukanlah yang pertama terjadi di Prabumulih. Warga sekitar menyebut lokasi Simpang Pakjo memang kerap menjadi titik rawan karena minimnya pengawasan dan tidak adanya fasilitas pengaman.
Sejumlah warga berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera mengambil langkah nyata, seperti memasang palang pintu manual, menempatkan penjaga perlintasan, atau memberikan tanda peringatan yang lebih jelas bagi pengendara.
“Kalau tidak segera diperhatikan, kejadian serupa bisa saja terulang. Apalagi anak-anak sekolah dan warga sering lewat sini,” ujar salah seorang warga Gunung Ibul Barat.
Duka Bagi Keluarga dan Lingkungan Sekolah
Kepergian PP tentu menyisakan luka mendalam bagi keluarga, sahabat, dan pihak sekolah. Guru serta teman-teman di SMP Negeri 2 Prabumulih menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam.
“Dia anak yang baik, rajin, dan punya banyak teman. Kami semua sangat kehilangan,” ungkap salah seorang guru saat ditemui di rumah duka.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di jalan, khususnya di area perlintasan kereta api, harus menjadi prioritas.
Kesadaran pengendara ditambah dukungan fasilitas keamanan dari pemerintah sangat dibutuhkan agar tragedi seperti yang menimpa PP tidak kembali terulang. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top