Musi Online | Warga OKU Antre Panjang Beli Pertalite, Stok Pertamax Kosong Sejak Tiga Hari, Pertamina Bungkam
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Warga OKU Antre Panjang Beli Pertalite, Stok Pertamax Kosong Sejak Tiga Hari, Pertamina Bungkam

Musi Online
https://musionline.co.id 18 September 2025 @19:03
Warga OKU Antre Panjang Beli Pertalite, Stok Pertamax Kosong Sejak Tiga Hari, Pertamina Bungkam
Warga OKU Antre Panjang Beli Pertalite, Stok Pertamax Kosong Sejak Tiga Hari, Pertamina Bungkam.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax kembali menghantui masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan. 
Sejak Minggu (14/9/2025) hingga Rabu (17/9/2025), stok Pertamax di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) maupun Pertashop di wilayah OKU benar-benar kosong.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian SPBU hanya memasang papan informasi bertuliskan “Pertamax dalam perjalanan” untuk memberi tahu konsumen bahwa stok belum tersedia. 
Namun, hingga hari ketiga, BBM tersebut tak kunjung masuk. Sementara itu, sejumlah Pertashop lebih memilih menutup layanan.
“Tidak tahu masuknya kapan. Kami hanya menunggu distribusi dari pusat,” kata Santo, petugas Pertashop di kawasan Baturaja, Rabu (17/9/2025).
Kondisi ini membuat masyarakat resah. Kendaraan roda dua maupun roda empat yang biasanya menggunakan Pertamax terpaksa beralih ke Pertalite. 
Akibatnya, antrean panjang di SPBU tidak terhindarkan. Beberapa warga bahkan mengaku rela antre berjam-jam demi mendapatkan Pertalite agar aktivitas sehari-hari mereka tidak terganggu.
Antrean Mengular, Masyarakat Keluhkan BBM Sulit Didapat
Rifki (32), seorang pengendara motor yang ditemui di SPBU Kemalaraja, mengaku sudah dua hari mencari Pertamax tanpa hasil. 
“Biasanya saya isi Pertamax untuk motor saya, tapi sekarang kosong semua. Mau tidak mau isi Pertalite, itu pun harus antre panjang,” keluhnya.
Hal senada disampaikan oleh Yudi, sopir mobil pribadi. Menurutnya, penggunaan Pertalite membuat performa mesin berbeda dibanding Pertamax. 
“Mesin jadi agak kasar, tapi ya mau gimana lagi. Pertamax kosong, sementara mobil tetap harus jalan,” ujarnya.
Tak hanya pengendara pribadi, sopir angkutan umum pun ikut terdampak. “Kami setiap hari bawa penumpang, kalau BBM susah begini jelas mengganggu,” ungkap Anto, sopir angkot di Baturaja.
Pertamina Belum Beri Penjelasan
Upaya wartawan untuk mengonfirmasi masalah ini kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel belum membuahkan hasil. 
Hingga berita ini diturunkan, tidak ada jawaban resmi terkait penyebab kelangkaan maupun estimasi kapan stok Pertamax akan kembali tersedia di wilayah OKU.
Ketidakjelasan informasi dari pihak Pertamina semakin membuat publik bertanya-tanya. Sejumlah warga menduga ada masalah distribusi, sementara yang lain mengaitkan dengan persoalan teknis di kilang atau jalur pasokan.
Kondisi Serupa Terjadi di Muara Enim
Fenomena kelangkaan Pertamax ternyata tidak hanya dirasakan masyarakat OKU. Di Kabupaten Muara Enim, kondisi serupa juga terjadi. Ketua DPRD Muara Enim, Deddy Arianto, bahkan turun tangan menyoroti permasalahan tersebut.
“Kami mendapati masyarakat terpaksa antre panjang untuk mendapatkan BBM. Diduga hal ini dipicu adanya perbaikan pompa sehingga distribusi terhambat,” jelas Deddy ketika dimintai tanggapan, Rabu (17/9/2025).
Ia meminta SPBU mempercepat pelayanan agar antrean panjang tidak menimbulkan kemacetan di jalan raya. “Kami harap distribusi segera normal sehingga masyarakat tidak dirugikan,” tegasnya.
Ketiadaan stok Pertamax di OKU dan sekitarnya menimbulkan keresahan luas. Bagi masyarakat, BBM bukan sekadar kebutuhan biasa, melainkan bagian penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan sosial.
“Kalau hanya sehari mungkin bisa dimaklumi, tapi kalau sampai berhari-hari begini jelas menyulitkan,” kata Sulastri, seorang ibu rumah tangga yang setiap hari mengantar anaknya sekolah menggunakan mobil pribadi.
Publik kini menunggu kejelasan dari Pertamina mengenai faktor utama penyebab kelangkaan ini. Apakah benar karena gangguan teknis di jalur distribusi, masalah pasokan dari kilang, atau ada faktor lain yang lebih kompleks.
Sampai ada kepastian, antrean panjang di SPBU OKU diprediksi masih akan berlanjut, dengan Pertalite menjadi satu-satunya pilihan masyarakat.  (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top