Musi Online https://musionline.co.id 24 May 2026 @19:16 21 x dibaca 
Pertamina Buka Potensi Migas Baru di Muba, Sumur MJ-169 Babat Toman Berpotensi Produksi 1.857 Barel Per Hari.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin - Kabupaten Musi Banyuasin kembali mencatat kabar positif dari sektor energi nasional.
PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 berhasil membuka potensi cadangan minyak dan gas bumi (migas) baru melalui pengembangan Sumur MJ-169 di Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Keberhasilan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat produksi migas nasional sekaligus mendukung ketahanan energi Indonesia di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik.
Pengembangan Sumur MJ-169 menjadi salah satu pencapaian penting bagi PEP Zona 4 pada tahun 2026 karena berhasil membuka new pool compartment atau kompartemen baru yang sebelumnya belum pernah diproduksikan di wilayah Blok Utara-Timur Laut Mangunjaya.
Sumur ini berada dalam wilayah kerja Pertamina EP Zona 4 Ramba Field, salah satu kawasan strategis penghasil migas di Sumatera Selatan.
Keberhasilan tersebut sekaligus membuktikan bahwa wilayah migas lama atau mature field masih memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan dengan dukungan teknologi eksplorasi modern dan strategi pengeboran yang tepat.
Potensi Migas Baru di Babat Toman Muba
Sumur MJ-169 menjadi perhatian karena memiliki potensi membuka sumber cadangan migas baru di area Utara-Timur Laut Mangunjaya yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Area tersebut diketahui terpisah secara geologis dari blok produksi eksisting oleh fault sealing atau patahan penyekat, sehingga memiliki karakteristik reservoir berbeda dan potensi produksi tersendiri.
General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menjelaskan bahwa keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 menjadi bukti komitmen perusahaan dalam menjaga keberlanjutan produksi migas nasional.
Menurutnya, pengembangan sumur ini membuka peluang eksplorasi lanjutan di kompartemen baru Utara-Timur Laut Mangunjaya yang diperkirakan masih menyimpan cadangan energi cukup besar.
“Keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 berpotensi membuka pengembangan baru di kompartemen Utara-Timur Laut Mangunjaya. Ke depan, perusahaan akan terus melakukan pengembangan secara terukur dan berkelanjutan untuk memaksimalkan volume produksi,” ujar Djudjuwanto.
Dalam industri migas, new pool compartment merupakan blok akumulasi hidrokarbon baru yang secara geologis terisolasi dari lapangan produksi sebelumnya.
Kondisi ini memungkinkan adanya cadangan minyak dan gas yang masih terjaga tekanan reservoirnya karena belum pernah diproduksikan.
Dikembangkan Dengan Teknologi Seismik 3D Modern
Keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 tidak terjadi begitu saja. PEP Zona 4 menerapkan pendekatan berbasis teknologi dan analisis geologi modern untuk memastikan lokasi pengeboran memiliki prospek migas yang menjanjikan.
Sumur ini diusulkan berdasarkan hasil interpretasi data 3D Seismik MANJA yang diakuisisi pada tahun 2024. Teknologi seismik tiga dimensi tersebut memungkinkan tim teknis memetakan kondisi bawah permukaan bumi secara lebih detail sehingga dapat mengidentifikasi struktur batuan yang menyimpan potensi hidrokarbon.
Melalui teknologi tersebut, perusahaan dapat memperkirakan titik reservoir yang paling prospektif sebelum proses pengeboran dilakukan, sehingga risiko eksplorasi dapat ditekan sekaligus meningkatkan peluang keberhasilan produksi.
Pada pengembangannya, Sumur MJ-169 menargetkan reservoir batupasir PLB-G dengan konsep stratigrafi play, yakni metode eksplorasi migas yang fokus pada jebakan hidrokarbon berdasarkan karakteristik sedimentasi dan lapisan batuan.
Pendekatan ini dianggap efektif terutama di wilayah lapangan tua yang selama puluhan tahun telah berproduksi namun masih menyimpan potensi cadangan tersembunyi.
Hasil Uji Alir Awal Sangat Menjanjikan
Keberhasilan terbesar Sumur MJ-169 terlihat dari hasil initial flow test atau uji alir awal yang dilakukan pada 19 Mei 2026. Berdasarkan hasil pengujian, sumur ini menunjukkan potensi produksi mencapai 1.857 barel minyak per hari (BOPD).
Angka tersebut menjadi capaian yang cukup signifikan karena berpotensi memperkuat target produksi Pertamina EP Ramba Field pada tahun 2026 yang ditetapkan sebesar 4.453 BOPD.
Jika pengembangan dilakukan secara optimal, Sumur MJ-169 diperkirakan mampu memberikan kontribusi besar terhadap peningkatan produksi minyak nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).
Selain menambah volume produksi, keberhasilan ini juga memperlihatkan bahwa lapangan migas mature masih memiliki nilai ekonomi tinggi apabila dikelola melalui inovasi teknologi serta strategi eksplorasi yang tepat sasaran.
SKK Migas Sumbagsel Beri Apresiasi
Keberhasilan pengembangan Sumur MJ-169 turut mendapatkan apresiasi dari Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagsel, Bambang Dwi Djanuarto.
Ia menyebut capaian tersebut menjadi bukti kerja strategis dan cerdas yang dilakukan tim Pertamina EP Zona 4 dalam mendukung target peningkatan lifting migas nasional.
“Blok Utara-Timur Laut Mangunjaya ini merupakan new pool compartment yang dipisahkan dengan fault sealing dengan area compartment MJ existing,” jelas Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menjelaskan bahwa reservoir lapisan PLB-G pada Sumur MJ-169 masih berada dalam kondisi pressure virgin, yakni tekanan reservoir yang masih alami dan belum mengalami penurunan akibat aktivitas produksi sebelumnya.
Dengan ekivalen SG mencapai 0.985, kondisi ini menunjukkan potensi pengembangan lanjutan masih sangat terbuka dan menjanjikan untuk meningkatkan volume produksi di kawasan tersebut.
Libatkan Masyarakat Sebelum Operasi Pengeboran
Keberhasilan operasional Sumur MJ-169 juga tidak terlepas dari dukungan masyarakat sekitar wilayah kerja perusahaan.
Sebelum proses pengeboran dimulai, Tim Relations PEP Zona 4 lebih dahulu melakukan kegiatan sosialisasi kepada masyarakat pada 16 April 2026 di wilayah Mangunjaya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan masyarakat memahami rencana kegiatan operasional serta membuka ruang komunikasi antara perusahaan dengan warga dan pemangku kepentingan setempat.
PEP Zona 4 menilai keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional migas, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aktivitas pengeboran.
Dengan komunikasi yang baik, perusahaan berharap kegiatan produksi dapat berjalan aman, lancar, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.
Perkuat Ketahanan Energi Nasional
Ke depan, PEP Zona 4 berencana melanjutkan pengembangan di wilayah kompartemen Utara-Timur Laut Mangunjaya guna mengoptimalkan cadangan migas yang tersedia.
Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap target produksi migas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.
Di tengah meningkatnya kebutuhan energi domestik, keberhasilan Sumur MJ-169 menjadi sinyal positif bahwa sumber daya energi nasional masih memiliki ruang besar untuk dikembangkan melalui inovasi teknologi, efisiensi operasional, serta eksplorasi berbasis data geologi modern.
Dengan capaian ini, Pertamina EP Zona 4 kembali menegaskan perannya sebagai salah satu ujung tombak industri hulu migas nasional yang terus bergerak menemukan sumber energi baru untuk menopang kebutuhan bangsa di masa mendatang. (***)
0 Komentar