Musi Online | Penonton Membeludak, Konser Slank di Palembang Pecah Meski Sempat Dibayangi Riwayat Pembatalan
Hut
Home        Berita        Ruang Seni Budaya

Penonton Membeludak, Konser Slank di Palembang Pecah Meski Sempat Dibayangi Riwayat Pembatalan

Musi Online
https://musionline.co.id 26 May 2026 @15:25
Penonton Membeludak, Konser Slank di Palembang Pecah Meski Sempat Dibayangi Riwayat Pembatalan
Penonton Membeludak, Konser Slank di Palembang Pecah Meski Sempat Dibayangi Riwayat Pembatalan.

Musionline.co.id, Palembang – Euforia ribuan penggemar pecah di kawasan Jakabaring, Kota Palembang, Sumatera Selatan, saat konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour berlangsung pada Minggu (24/6/2026) malam. 
Kehadiran lebih dari 20 ribu penonton menjadikan konser tersebut salah satu panggung musik terbesar yang menyedot perhatian publik di Palembang tahun ini. 
Bahkan, membludaknya penonton membuat penyelenggara menyiapkan videotron besar di Plaza Jakabaring untuk mengakomodasi Slankers yang tidak lagi tertampung di area utama konser.
Palang Merah Indonesia atau PMI yang bersiaga di lokasi bersama aparat keamanan turut memastikan jalannya konser berlangsung aman hingga selesai. Pentas yang menjadi rangkaian ketujuh tur nasional tersebut berjalan tertib sejak awal hingga akhir pertunjukan.
Konser yang sempat diragukan dapat berjalan lancar karena sejarah pembatalan konser Slank di Palembang pada tahun-tahun sebelumnya, justru berubah menjadi malam penuh nostalgia, semangat persaudaraan, sekaligus pembuktian bahwa ruang hiburan yang aman dan nyaman dapat diwujudkan.
Ribuan Slankers Padati Jakabaring, Penyelenggara Tambah Videotron
Sejak sore hari, kawasan Jakabaring sudah dipadati para Slankers dari berbagai daerah. Tidak hanya berasal dari Palembang, penggemar datang dari sejumlah wilayah di Sumatera Selatan hingga luar provinsi seperti Lampung.
Kepadatan penonton membuat penyelenggara mengambil langkah cepat dengan menghadirkan videotron besar yang menayangkan konser secara langsung di Plaza Jakabaring. Langkah ini dilakukan agar Slankers yang berada di luar area utama tetap dapat menikmati pertunjukan tanpa harus berdesakan.
Lebih dari 20 ribu orang tercatat hadir memadati area konser. Situasi tersebut menjadi bukti besarnya kerinduan penggemar terhadap grup band legendaris asal Potlot, Jakarta, yang terakhir kali tampil di Bumi Sriwijaya pada 2019.
Vokalis Slank, Akhadi Wira Satriaji atau yang akrab disapa Kaka, langsung menyapa ribuan penonton dengan penuh antusias dari atas panggung.
“Gara-gara HS nih Slank bisa datang ke sini! Alhamdulillah! Alhamdulillah! Terimakasih udah kasih lihat, anak-anak Palembang aman, keren!”
Ucapan tersebut sontak disambut sorak sorai penonton yang sejak lama menanti momen konser tersebut.
Dibuka Lagu “I Miss U But I Hate U”, Ribuan Penonton Langsung Berjingkrak
Tepat pukul 20.45 WIB, Slank membuka konser dengan salam khas Kaka, “I Miss U Baby!”, yang langsung disambut teriakan penonton.
Lagu pembuka I Miss U but I Hate U langsung menghentak suasana. Ribuan Slankers terlihat berjingkrak mengikuti irama musik sambil mengangkat telepon genggam untuk merekam momen yang telah lama dinantikan itu.
Atmosfer konser semakin terasa emosional karena penampilan tersebut menjadi ajang melepas rindu antara Slank dan para penggemarnya di Palembang setelah bertahun-tahun tanpa pertunjukan.
Pernah Nyaris Gagal dan Berulang Kali Batal Digelar
Kesuksesan konser kali ini terasa semakin istimewa lantaran Slank memiliki sejarah panjang pembatalan konser di Palembang.
Pada 2022, Slank sebenarnya dijadwalkan tampil di kawasan pertokoan Palembang Trade Center. Namun konser batal setelah kepolisian tidak mengeluarkan rekomendasi penyelenggaraan karena pertimbangan keamanan.
Lebih jauh lagi, konser Slank yang dijadwalkan berlangsung di Lapangan Kamboja pada 8 Agustus 2018 juga gagal terlaksana dengan alasan serupa.
Karena itu, keberhasilan konser HS Hey Slank Berani Kita Beda Tour di Jakabaring dipandang sebagai momentum penting sekaligus pembuktian bahwa konser besar di Palembang dapat berlangsung tertib apabila mitigasi keamanan dilakukan secara maksimal.
Deretan Lagu Hits Pecahkan Suasana dan Jadi Koor Raksasa
Malam nostalgia semakin terasa ketika Slank membawakan sederet lagu hits mereka yang telah melekat di hati penggemar lintas generasi.
Penonton kompak bernyanyi bersama saat lagu-lagu seperti Mawar Merah, Kupu Liar, Samber Gledek, Terlalu Manis, Ku Tak Bisa, hingga Good Morning Papua dibawakan secara bergantian.
Tidak hanya itu, lagu baru bertajuk Republik Fufufafa juga menjadi sorotan tersendiri. Di sela pertunjukan, drummer sekaligus pendiri Slank, Bimo Setiawan Almachzumi, membocorkan bahwa album digital tersebut akan segera diluncurkan.
Selain nostalgia, konser juga menjadi ruang kebersamaan lintas daerah. Berbagai bendera komunitas Slankers tampak berkibar dari Musi Banyuasin, Palembang, Pendopo PALI, Muara Enim, Lubuklinggau, Prabumulih hingga Lampung.
“HS itu Hey Sumatera!” teriak Kaka di sela interaksi bersama penonton.
Slankers dari Luar Sumatera Ikut Hadir
Antusiasme konser ternyata tidak hanya dirasakan masyarakat Sumatera Selatan. Sejumlah penggemar bahkan rela menempuh perjalanan jauh demi hadir.
Salah satunya perempuan bernama Cila yang datang dari Bandung.
“Datang dari Bandung, tiba di Palembang tadi pagi,” ujarnya sesaat sebelum konser dimulai.
Kehadiran Slankers lintas daerah menunjukkan besarnya magnet konser tersebut, terlebih karena rangkaian tur nasional ini dianggap sebagai salah satu momentum kebangkitan panggung musik besar di sejumlah kota Indonesia.
Doa Bersama untuk Haji Suryo dan Almarhumah Anis Syarifah
Di tengah kemeriahan konser, suasana sempat berubah haru ketika Bimbim mengajak seluruh Slankers mendoakan Owner HS, Haji Suryo, yang masih menjalani pemulihan pascakecelakaan lalu lintas pada Ramadan lalu.
Tak hanya itu, doa juga dipanjatkan untuk almarhumah Anis Syarifah, istri Haji Suryo, yang meninggal dunia akibat kecelakaan tersebut.
Momen tersebut membuat konser tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga panggung solidaritas dan empati.
Polisi dan Tim Medis Sigap Kawal Jalannya Konser
Sebelum Slank tampil, suasana sempat mencair ketika seorang personel kepolisian dari Polrestabes Palembang ikut menyanyikan sepenggal lagu Terlalu Manis bersama para Slankers.
Di sisi lain, aparat keamanan dan tim medis tampak siaga selama pertunjukan berlangsung. Petugas PMI bergerak cepat memberikan pertolongan kepada penonton yang membutuhkan bantuan medis.
Kondisi tersebut membuat konser tetap berjalan aman, tertib, dan nyaman meskipun dihadiri puluhan ribu orang.
Haji Suryo Kampanyekan Konser Aman dan Nyaman
Secara terpisah, Haji Suryo menyampaikan bahwa pihaknya sejak awal memang mengusung konsep konser yang aman, nyaman, dan ramah penonton.
Menurut dia, berbagai mitigasi keamanan dilakukan jauh hari sebelum pertunjukan digelar di Palembang. Hal tersebut dilakukan mengingat adanya riwayat pembatalan konser Slank sebelumnya karena alasan keamanan.
“Padahal kami percaya, masyarakat Palembang, warga Sumatera itu bisa tertib dan cinta damai. Itu jadi tantangan tersendiri bagi HS untuk bisa mewujudkan pentas,” katanya.
Keberhasilan konser malam itu dinilai menjadi pembuktian bahwa masyarakat Palembang mampu menikmati hiburan berskala besar secara tertib.
Tony Q hingga Band Lokal Ikut Panaskan Panggung
Selain Slank, konser juga diramaikan sejumlah penampil lain seperti Tony Q Rastafara, Superiots, Stand Here Alone, Mahalara, serta grup lokal Palembang Kopral Jono.
Dua band hasil audisi lokal, D’Aterix dan Brainfreeze, juga mendapat kesempatan tampil membuka panggung.
Saat tampil, Tony Q mengaku bersyukur akhirnya kembali ke Palembang setelah tujuh tahun.
“Luar biasa, setelah 7 tahun akhirnya ke Palembang, akhirnya bisa bertemu dengan man teman Palembang. Palembang luar biasa, yo Man! Luar biasa! Kangen kita tersalurkan!”
Konser ditutup tepat pukul 22.00 WIB dengan lagu Kamu Harus Pulang. Slank tampil dengan formasi lengkap, termasuk dua gitaris mereka, Abdi Negara Nurdin dan Mohammad Ridho Hafiedz.
Tur HS Hey Slank: Berani Kita Beda Tour sendiri sebelumnya telah menyambangi Yogyakarta, Semarang, Bali, Surabaya, Lampung, dan Malang. Setelah Palembang, perjalanan konser masih akan terus berlanjut ke sejumlah kota lain di Indonesia. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top