Musi Online https://musionline.co.id 06 February 2026 @15:23 132 x dibaca 
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva
Musionline.co.id, Palembang — Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI dengan fokus materi Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai konstitusi negara. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin, 15 Desember 2025, bertempat di Gedung Pertemuan Jalan Radial, Kelurahan 26 Ilir, Kota Palembang, bersama komunitas literasi Kota Palembang.
Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat terhadap UUD NRI 1945 sebagai landasan utama kehidupan berbangsa dan bernegara. Dalam pemaparannya, dr. Ratu Tenny Leriva menegaskan bahwa konstitusi bukan sekadar dokumen hukum, melainkan pedoman fundamental yang mengatur relasi antara negara dan warga negara.
“UUD 1945 adalah fondasi utama yang menjamin hak dan kewajiban warga negara sekaligus menjadi arah dalam penyelenggaraan demokrasi,” ujar dr. Ratu.
Ia menambahkan bahwa pemahaman konstitusi yang baik akan melahirkan masyarakat yang sadar hukum dan bertanggung jawab dalam kehidupan demokrasi. Menurutnya, tantangan demokrasi saat ini tidak hanya terletak pada aspek politik, tetapi juga pada rendahnya pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai konstitusional.
“Ketika masyarakat memahami konstitusi, maka demokrasi akan berjalan lebih sehat dan berkeadilan,” jelasnya.
Dalam konteks tersebut, dr. Ratu Tenny Leriva menilai komunitas literasi memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran konstitusional. Ia menyebut literasi sebagai pintu masuk utama untuk memahami konstitusi secara utuh dan kritis.
“Komunitas literasi memiliki kemampuan membaca realitas, menulis gagasan, dan menyebarkan pemahaman secara objektif. Ini sangat penting dalam memperkuat nilai-nilai UUD 1945 di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa literasi konstitusi harus dikemas dengan pendekatan yang kontekstual dan mudah dipahami oleh masyarakat luas. Menurut dr. Ratu, pemahaman UUD 1945 tidak boleh berhenti pada tataran teoritis, tetapi harus mampu menjawab persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Konstitusi harus hidup di tengah masyarakat dan menjadi rujukan dalam menyikapi berbagai persoalan kebangsaan,” katanya.
Kegiatan sosialisasi berlangsung secara dialogis dan interaktif. Peserta diberikan ruang untuk berdiskusi serta menyampaikan pandangan terkait implementasi nilai-nilai konstitusi dalam kehidupan sehari-hari. dr. Ratu Tenny Leriva mengapresiasi antusiasme komunitas literasi yang aktif mengaitkan materi UUD 1945 dengan dinamika sosial dan tantangan demokrasi saat ini.
“Diskusi seperti ini menunjukkan bahwa literasi dan demokrasi saling menguatkan,” tuturnya.
Ia juga berharap komunitas literasi dapat menjadi mitra strategis dalam menyebarluaskan pemahaman Empat Pilar MPR RI, khususnya UUD NRI 1945, kepada masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, penguatan kesadaran konstitusi merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa.
“Jika kesadaran konstitusi tumbuh kuat, maka persatuan, keadilan, dan demokrasi akan terjaga dengan baik,” tegas dr. Ratu.
Menutup kegiatan tersebut, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva mengajak seluruh peserta untuk terus menumbuhkan budaya literasi yang sejalan dengan nilai-nilai kebangsaan. Ia berharap kegiatan sosialisasi ini dapat memberikan dampak nyata dalam meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap UUD NRI 1945.
“Literasi adalah kunci membangun bangsa yang sadar konstitusi dan berkarakter kebangsaan,” pungkasnya.
0 Komentar