Musi Online | Menu MBG Dikembalikan karena Siswa Sudah Pulang, SMP Negeri 5 Lubuklinggau Soroti Lemahnya Koordinasi
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Menu MBG Dikembalikan karena Siswa Sudah Pulang, SMP Negeri 5 Lubuklinggau Soroti Lemahnya Koordinasi

Musi Online
https://musionline.co.id 26 February 2026 @20:17
Menu MBG Dikembalikan karena Siswa Sudah Pulang, SMP Negeri 5 Lubuklinggau Soroti Lemahnya Koordinasi
Menu MBG Dikembalikan karena Siswa Sudah Pulang, SMP Negeri 5 Lubuklinggau Soroti Lemahnya Koordinasi.

Musionline.co.id, Lubuklinggau – Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 5 Lubuklinggau mengalami kendala serius pada Rabu, 25 Februari 2026. 
Keterlambatan pengantaran makanan menyebabkan ratusan siswa terlanjur pulang ke rumah, sehingga menu MBG yang telah disiapkan terpaksa dikembalikan oleh pihak sekolah.
Kepala SMPN 5 Lubuklinggau, Samsir, menjelaskan bahwa sesuai jadwal pembelajaran selama bulan Ramadan, para siswa dipulangkan sekitar pukul 11.00 WIB. 
Namun hingga lebih dari satu jam setelah jam kepulangan, makanan dari program MBG belum juga tiba di lingkungan sekolah.
“Anak-anak sudah menunggu cukup lama tanpa kepastian. Karena makanan tidak kunjung datang, akhirnya siswa dijemput orang tua dan dipulangkan,” ujar Samsir saat dikonfirmasi.
Situasi tersebut semakin ironis karena sekitar 30 menit setelah seluruh siswa meninggalkan sekolah, kendaraan pengantar MBG justru baru tiba. 
Melihat kondisi sekolah yang sudah kosong, pihak manajemen sekolah pun mengambil keputusan untuk mengembalikan seluruh menu makanan.
“Kami meminta agar makanan tersebut dibawa kembali. Tidak mungkin dibagikan karena sudah tidak ada lagi siswa di sekolah,” tegas Samsir.
Menurutnya, kejadian ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak SMP Negeri 5 Lubuklinggau menjadi salah satu sekolah percontohan penerima Program MBG di Kota Lubuklinggau sejak Januari 2025. 
Selama lebih dari satu tahun berjalan, program tersebut dinilai berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Selama ini tidak pernah ada masalah. Biasanya pengantaran MBG selalu tepat waktu, bahkan selama Ramadan makanan sudah sampai sekitar pukul 10.00 WIB,” jelasnya.
Meski memahami bahwa kendala teknis bisa terjadi, pihak sekolah menyayangkan minimnya komunikasi dari penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 
Menurut Samsir, jika sejak awal ada pemberitahuan terkait keterlambatan, sekolah dapat mengambil langkah antisipasi, seperti menunda kepulangan siswa.
“Yang kami sesalkan adalah tidak adanya koordinasi. Seharusnya pihak dapur atau SPPG memberi informasi lebih awal jika memang terjadi kendala pengiriman,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Lubuklinggau, Iqbal Jalaludin, membenarkan adanya keterlambatan distribusi MBG ke SMP Negeri 5. Ia menegaskan bahwa keterlambatan tersebut bukan disebabkan oleh proses memasak yang molor.
“Proses memasak sebenarnya berjalan sesuai jadwal. Namun hari ini menunya cukup kompleks, terdiri dari ketan tumis, tempe bacem, serundeng, kurma, dan jeruk. Khusus ketan tumis, dibutuhkan waktu tambahan untuk proses pendinginan sebelum dikemas agar tetap aman dikonsumsi,” jelas Iqbal.
Ia menambahkan bahwa dari total lima sekolah penerima MBG pada hari tersebut, hanya SMP Negeri 5 Lubuklinggau yang mengalami keterlambatan pengantaran. 
Pihaknya masih melakukan evaluasi internal untuk memastikan apakah kendala terjadi pada proses distribusi atau faktor transportasi di lapangan.
“Kalau menunya berbeda biasanya aman. Kami masih menelusuri apakah masalahnya di armada pengiriman atau ada faktor lain,” tambahnya.
Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak SPPG memastikan bahwa menu MBG yang tidak sempat dibagikan akan diganti sepenuhnya pada hari berikutnya. Bahkan, siswa dijanjikan akan menerima porsi tambahan sebagai kompensasi.
“Kami bertanggung jawab penuh. Menu hari ini akan diganti besok, sehingga siswa akan menerima menu dobel,” tegas Iqbal.
Pihak sekolah berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari. Program MBG dinilai sangat penting karena menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memastikan kecukupan gizi peserta didik, terutama selama bulan Ramadan saat pola makan siswa mengalami perubahan.
“Program ini sangat dinantikan oleh anak-anak. Kami berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik agar distribusi MBG berjalan tepat waktu,” pungkas Samsir.
Dengan adanya evaluasi menyeluruh dari pihak penyedia serta peningkatan komunikasi antara sekolah dan SPPG, diharapkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Lubuklinggau dapat kembali berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi para siswa. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top