Musi Online https://musionline.co.id 28 May 2026 @17:17 11 x dibaca 
Diduga Sakit Hati Berujung Duel Maut di Muba, Korban Tewas Bersimbah Darah dengan Luka Bacok, Dua Pelaku Diamankan Polisi.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Peristiwa tragis yang diduga dipicu rasa sakit hati berujung maut terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Seorang pria bernama Alfian (48), warga Desa Mangun Jaya, Kecamatan Babat Toman, dilaporkan meninggal dunia setelah mengalami luka bacok serius dalam insiden pengeroyokan di Jalan Dusun V Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, Kabupaten Musi Banyuasin, sekitar pukul 17.10 WIB.
Kasus yang menggemparkan warga setempat ini kini tengah ditangani aparat kepolisian.
Dua orang terduga pelaku masing-masing berinisial Berisnial HN (27) dan SE (21), yang diketahui merupakan warga Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.
Kapolsek Sanga Desa, Iptu Harun Suardi, membenarkan adanya kejadian pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia tersebut. Saat ini, kata dia, kedua terduga pelaku telah berada di Mapolsek Sanga Desa guna menjalani proses penyidikan lebih lanjut.
“Benar, saat ini dua orang terduga pelaku yakni Berisnial HN (27) dan SE (21), keduanya warga Desa Keban I Kecamatan Sanga Desa, telah diamankan di Polsek Sanga Desa, Polres Musi Banyuasin untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” ungkap Iptu Harun Suardi saat dikonfirmasi.
Berdasarkan informasi sementara yang dihimpun dari keterangan saksi di lapangan, insiden berdarah itu bermula saat seorang saksi hendak pulang ke rumah dan melihat korban sedang berada di pinggir jalan di kawasan Dusun V Desa Keban I.
Saat itu, korban diketahui memegang sebilah parang di tangan kanannya. Korban disebut memanggil kedua terduga pelaku yang saat itu berada sekitar 100 meter dari lokasi kejadian.
Kedua pelaku yang sedang mengendarai sepeda motor kemudian berhenti setelah dipanggil korban. Situasi di lokasi disebut berlangsung singkat sebelum akhirnya terjadi bentrokan yang berujung pengeroyokan terhadap korban.
Tak lama setelah peristiwa tersebut, saksi mendapat informasi bahwa telah terjadi aksi pengeroyokan terhadap Alfian yang dilakukan oleh dua orang tersebut.
Korban mengalami sejumlah luka bacok serius pada tubuhnya. Luka yang paling parah ditemukan di bagian siku kiri serta pergelangan tangan kanan. Akibat luka yang cukup serius dan kehilangan banyak darah, korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Korban mengalami luka bacok pada pergelangan tangan kanan dan luka bacok di bagian siku sebelah kiri,” ujar sumber kepolisian berdasarkan hasil pemeriksaan awal.
Peristiwa ini langsung mengundang perhatian warga sekitar. Beberapa warga yang mengetahui kejadian tersebut sempat berupaya memberikan pertolongan, namun kondisi korban sudah sangat parah.
Motif Diduga Dipicu Rasa Sakit Hati
Dari hasil pemeriksaan awal terhadap kedua terduga pelaku, polisi menduga motif pengeroyokan dipicu rasa sakit hati yang telah berlangsung cukup lama.
Menurut pengakuan awal kedua pelaku kepada aparat kepolisian, korban diduga kerap melontarkan kata-kata kasar atau memaki mereka setiap kali bertemu. Hal tersebut diduga memicu emosi hingga akhirnya berujung pada aksi kekerasan.
Meski demikian, polisi masih terus mendalami motif sebenarnya guna memastikan seluruh rangkaian peristiwa sebelum kejadian tragis tersebut berlangsung.
Penyidik juga masih mengumpulkan berbagai keterangan dari para saksi untuk mengetahui secara rinci bagaimana bentrokan terjadi, termasuk dugaan adanya pemicu lain sebelum insiden pengeroyokan berlangsung.
“Keterangan sementara mengarah pada dugaan rasa sakit hati karena korban disebut sering memaki para pelaku. Namun seluruh fakta masih didalami dan akan dipastikan melalui proses penyidikan,” kata sumber kepolisian.
Polisi Amankan Barang Bukti
Dalam penanganan perkara ini, aparat kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan kejadian pengeroyokan maut tersebut.
Beberapa barang bukti yang diamankan antara lain satu helai baju warna hitam yang terdapat bercak darah, satu helai celana panjang warna biru yang juga terdapat bercak darah, serta satu bilah parang yang diduga digunakan dalam insiden tersebut.
Seluruh barang bukti kini diamankan untuk kepentingan penyidikan serta pemeriksaan lebih lanjut oleh pihak kepolisian.
Selain itu, polisi juga akan melakukan pendalaman terhadap hasil visum korban guna memperkuat pembuktian hukum dalam perkara tersebut.
Keluarga Korban Tempuh Jalur Hukum
Pasca kejadian, pihak keluarga korban langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polsek Sanga Desa, Polres Musi Banyuasin agar para pelaku diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti aparat dengan mengamankan kedua terduga pelaku serta melakukan serangkaian pemeriksaan intensif.
Pihak kepolisian memastikan proses hukum akan dilakukan secara profesional dan transparan. Saat ini penyidik masih melengkapi administrasi penyidikan serta mendalami kemungkinan adanya unsur pidana lain yang berkaitan dengan kasus tersebut.
Kasus pengeroyokan maut ini menjadi perhatian masyarakat karena menambah daftar tindak kekerasan yang dipicu persoalan pribadi dan konflik emosional.
Kepolisian pun mengimbau masyarakat untuk tidak menyelesaikan persoalan secara emosional maupun menggunakan kekerasan. Apabila terdapat konflik pribadi, warga diminta menempuh jalur mediasi atau melaporkan permasalahan kepada aparat desa maupun pihak berwenang agar tidak berujung pada tindakan kriminal.
Hingga kini, kedua terduga pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Sanga Desa, sementara penyidik terus melengkapi berkas perkara untuk proses hukum lebih lanjut. (***)
0 Komentar