Musi Online | Lepas Kafilah MTQ XXXI Sumsel, Bupati OKI Muchendi Tegaskan Prestasi Penting Namun Akhlak Lebih Utama
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Lepas Kafilah MTQ XXXI Sumsel, Bupati OKI Muchendi Tegaskan Prestasi Penting Namun Akhlak Lebih Utama

Musi Online
https://musionline.co.id 22 June 2026 @19:24
Lepas Kafilah MTQ XXXI Sumsel, Bupati OKI Muchendi Tegaskan Prestasi Penting Namun Akhlak Lebih Utama
Lepas Kafilah MTQ XXXI Sumsel, Bupati OKI Muchendi Tegaskan Prestasi Penting Namun Akhlak Lebih Utama.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), H. Muchendi Mahzareki, secara resmi melepas keberangkatan Kafilah Kabupaten OKI yang akan berlaga pada Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026. 
Dalam kesempatan tersebut, Muchendi menegaskan bahwa keberhasilan dalam ajang MTQ tidak hanya diukur dari prestasi dan gelar juara yang diraih, tetapi juga dari akhlak serta pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan itu disampaikan saat acara pelepasan kafilah yang berlangsung di Pendopo Kabupaten OKI, Minggu, 21 Juni 2026. Sebanyak 90 anggota kafilah Kabupaten OKI akan mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan yang digelar di Kabupaten Lahat pada 23 Juni hingga 2 Juli 2026.
Menurut Muchendi, para peserta yang diberangkatkan merupakan duta terbaik daerah yang memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga nama baik Kabupaten Ogan Komering Ilir selama mengikuti perlombaan.
“Hari ini kita berkumpul bukan sekadar melepas keberangkatan, tetapi mengantarkan duta-duta terbaik Kabupaten OKI untuk membawa nama baik daerah. Keberhasilan tidak hanya diukur dari gelar juara, tetapi dari semangat, kedisiplinan, kerja keras, dan akhlak yang ditunjukkan selama mengikuti perlombaan,” ujar Muchendi.
Akhlak Menjadi Prioritas Utama
Bupati Muchendi menekankan bahwa nilai utama yang harus dibawa para peserta MTQ adalah akhlak mulia yang bersumber dari ajaran Al-Qur’an dan hadis. 
Menurutnya, ilmu yang telah dipelajari selama proses pembinaan tidak boleh berhenti hanya di arena perlombaan, melainkan harus menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.
Ia mengingatkan bahwa MTQ bukan hanya ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga wadah pembentukan karakter generasi Qur’ani yang mampu menjadi teladan di lingkungan sekitarnya.
“Prestasi tentu penting, tetapi yang lebih utama adalah bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an dan hadis menjadi bekal dalam menjalani kehidupan serta menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Pernyataan tersebut mendapat apresiasi dari para pembina dan peserta yang hadir. Mereka menilai pesan tersebut menjadi motivasi sekaligus pengingat bahwa tujuan utama MTQ adalah membumikan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Sebanyak 90 Anggota Kafilah Diberangkatkan
Sementara itu, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten OKI, M. Danni Oktaviano, menjelaskan bahwa total anggota kafilah yang diberangkatkan berjumlah 90 orang.
Jumlah tersebut terdiri dari 55 peserta yang akan bertanding, 15 pendamping dan official, serta 20 orang panitia yang bertugas mendukung seluruh rangkaian kegiatan selama pelaksanaan MTQ berlangsung di Kabupaten Lahat.
Menurut Danni, Kabupaten OKI tahun ini menunjukkan komitmen yang kuat dalam pembinaan Al-Qur’an dengan mengirimkan peserta pada seluruh cabang lomba yang dipertandingkan.
“Alhamdulillah, tahun ini Kafilah Kabupaten OKI mengikuti seluruh cabang perlombaan. Ini menunjukkan pembinaan Al-Qur’an di Kabupaten OKI terbuka bagi semua kalangan,” ungkap Danni.
Ia menambahkan bahwa para peserta yang mewakili Kabupaten OKI berasal dari berbagai latar belakang. Tidak hanya dari kalangan pelajar dan santri, tetapi juga berasal dari anggota Polri, aparatur sipil negara (ASN), hingga penyandang disabilitas netra.
Keberagaman peserta tersebut menunjukkan bahwa pembinaan dan pengembangan potensi di bidang Al-Qur’an terus dilakukan secara inklusif tanpa membedakan latar belakang profesi maupun kondisi fisik.
Persiapan Dilakukan Secara Intensif
Untuk menghadapi kompetisi tingkat provinsi tersebut, Pemerintah Kabupaten OKI melalui Bagian Kesra telah melakukan berbagai persiapan secara matang.
Danni menjelaskan bahwa para peserta telah mengikuti pemusatan latihan dan pembinaan intensif dalam beberapa waktu terakhir. Kegiatan tersebut melibatkan pelatih profesional, pembina, akademisi, serta imam masjid yang memiliki kompetensi di bidang masing-masing.
“Kami berupaya memberikan pendampingan terbaik kepada para peserta, termasuk menghadirkan pelatih untuk cabang karya tulis ilmiah Al-Qur’an serta memperkuat tim pembina di setiap cabang. Harapannya seluruh kafilah dapat tampil maksimal dan mengharumkan nama Kabupaten Ogan Komering Ilir,” jelasnya.
Melalui pembinaan yang terstruktur tersebut, pemerintah daerah berharap para peserta dapat tampil percaya diri, mampu menunjukkan kemampuan terbaik, serta bersaing dengan peserta dari kabupaten dan kota lain di Sumatera Selatan.
Ikuti Delapan Cabang Perlombaan
Pada MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026, Kabupaten OKI mengikuti seluruh delapan cabang perlombaan yang dipertandingkan.
Adapun cabang yang diikuti meliputi Tilawah Al-Qur’an, Hifzh Al-Qur’an (Tahfidz), Tafsir Al-Qur’an, Syarhil Qur’an, Fahmil Qur’an, Khat Al-Qur’an atau Kaligrafi, Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ), serta Musabaqah Hadits Nabi.
Keikutsertaan pada seluruh cabang tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan keagamaan di Kabupaten OKI terus berkembang dan mampu menghasilkan kader-kader Qur’ani yang kompetitif.
Pemerintah Kabupaten OKI optimistis para peserta mampu memberikan hasil terbaik sekaligus mengharumkan nama daerah di tingkat provinsi. Namun lebih dari itu, para peserta diharapkan menjadi generasi yang mampu mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
MTQ Sebagai Sarana Membentuk Generasi Qur’ani
Musabaqah Tilawatil Qur’an selama ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi keagamaan, tetapi juga sarana strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Islam.
Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan menafsirkan Al-Qur’an, tetapi juga mampu mengimplementasikan ajaran tersebut dalam kehidupan sosial.
Pesan yang disampaikan Bupati Muchendi menjadi penegasan bahwa prestasi dan kemenangan memang penting, namun akhlak yang baik serta pengamalan ajaran Al-Qur’an merupakan tujuan utama yang harus diwujudkan oleh setiap peserta.
Dengan semangat tersebut, Kafilah Kabupaten Ogan Komering Ilir diharapkan mampu tampil maksimal dalam MTQ Tingkat Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 sekaligus menjadi representasi generasi Qur’ani yang berprestasi, berintegritas, dan berakhlak mulia. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top