Musi Online | Jenazah Bupati Nang Ali Solichin Dilepas dengan Upacara Kedinasan, Sekda Muara Enim Pimpin Penghormatan Terakhir
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Jenazah Bupati Nang Ali Solichin Dilepas dengan Upacara Kedinasan, Sekda Muara Enim Pimpin Penghormatan Terakhir

Musi Online
https://musionline.co.id 27 July 2026 @19:49
Jenazah Bupati Nang Ali Solichin Dilepas dengan Upacara Kedinasan, Sekda Muara Enim Pimpin Penghormatan Terakhir
Jenazah Bupati Nang Ali Solichin Dilepas dengan Upacara Kedinasan, Sekda Muara Enim Pimpin Penghormatan Terakhir.

Musionline.co.id, Muara Enim - Pemerintah Kabupaten Muara Enim memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Bupati Muara Enim periode 1985-1990, almarhum H Nang Ali Solichin SH bin H Solichin, melalui upacara pelepasan jenazah secara kedinasan pada Sabtu, 25 Juli 2026.
Prosesi penghormatan terakhir tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Muara Enim, Ir H Yulius MSi, atas nama Bupati Muara Enim. 
Jenazah almarhum selanjutnya diberangkatkan untuk dimakamkan di Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).
Upacara kedinasan ini menjadi bentuk penghargaan sekaligus penghormatan terakhir Pemerintah Kabupaten Muara Enim atas jasa dan pengabdian almarhum selama memimpin Kabupaten Muara Enim. 
Almarhum diketahui tutup usia pada Jumat malam, 24 Juli 2026, di Rumah Sakit Siti Khadijah, Kota Palembang, dalam usia 86 tahun.
Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan jenazah. 
Sejumlah jajaran pemerintahan dan keluarga besar turut hadir memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang pernah dipercaya memimpin Kabupaten Muara Enim dan kemudian melanjutkan pengabdiannya di sejumlah daerah lain di Indonesia.
Dalam sambutannya, Sekda Muara Enim Ir H Yulius MSi menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum.
Pernyataan duka tersebut disampaikan atas nama Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Muara Enim Ir Hj Sumarni MSi, serta seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Muara Enim, termasuk Plt Bupati Muara Enim dan seluruh masyarakat Kabupaten Muara Enim, menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya almarhum H Nang Ali Solichin," demikian inti penyampaian Sekda dalam penghormatan terakhir tersebut.
Ucapan belasungkawa secara khusus disampaikan kepada istri, anak, menantu, serta seluruh keluarga besar almarhum yang ditinggalkan. 
Pemerintah Kabupaten Muara Enim berharap keluarga yang berduka diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi kehilangan tersebut.
Bagi Pemerintah Kabupaten Muara Enim, sosok Nang Ali Solichin tidak hanya dikenang sebagai mantan kepala daerah, tetapi juga sebagai seorang pemimpin yang telah memberikan kontribusi bagi perjalanan pembangunan daerah.
Sekda mengenang almarhum sebagai sosok pemimpin yang baik, tegas dan amanah. 
Kepemimpinan almarhum dinilai telah memberikan warna tersendiri dalam pembangunan Kabupaten Muara Enim atau yang dikenal dengan sebutan Bumi Serasan Sekundang pada masanya.
Pengabdian dan kiprah almarhum juga tidak hanya tercatat dalam perjalanan pemerintahan Kabupaten Muara Enim. 
Setelah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Bupati Muara Enim periode 1985-1990, almarhum kembali mendapatkan amanah untuk memimpin Kabupaten Musi Rawas pada periode 1990-1995.
Pada masa tersebut, wilayah administratif Kabupaten Musi Rawas masih mencakup Kota Lubuk Linggau dan wilayah yang kemudian menjadi Kabupaten Musi Rawas Utara. 
Dengan demikian, kiprah almarhum dalam pemerintahan daerah mencakup wilayah yang cukup luas dan menjadi bagian penting dalam perjalanan sejarah pemerintahan di Sumatera Selatan.
Tidak berhenti di sana, almarhum juga pernah dipercaya menjalankan tugas sebagai karteker atau Penjabat Bupati Belitung pada 1998-1999. 
Pada masa itu, wilayah Kabupaten Belitung juga masih mencakup kawasan yang kemudian berkembang menjadi Kabupaten Belitung Timur.
Jejak pengabdian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Nang Ali Solichin dalam pemerintahan dan pembangunan daerah. 
Pengalaman sebagai kepala daerah di sejumlah wilayah menjadi bukti bahwa almarhum pernah dipercaya mengemban amanah dalam menjalankan roda pemerintahan dan melayani masyarakat.
Dalam sambutannya, Sekda Muara Enim juga menyinggung kiprah almarhum sebagai salah satu sosok yang turut mendorong lahirnya daerah otonomi baru, termasuk Kabupaten PALI dan Kota Prabumulih.
Kehadiran Kabupaten PALI dan Kota Prabumulih saat ini merupakan bagian dari perkembangan administrasi pemerintahan dan pemekaran wilayah di Sumatera Selatan. 
Dalam konteks sejarah perjalanan daerah, nama Nang Ali Solichin dikenang sebagai salah satu tokoh yang memiliki perhatian terhadap perkembangan wilayah dan pemerintahan di kawasan tersebut.
Pelepasan jenazah secara kedinasan pada Sabtu, 25 Juli 2026, menjadi momentum bagi jajaran pemerintah dan masyarakat untuk mengenang kembali dedikasi almarhum. 
Upacara tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap jasa seorang mantan kepala daerah yang pernah mengabdikan diri untuk pembangunan dan kemajuan masyarakat.
Prosesi upacara pelepasan jenazah diawali dengan penyerahan jenazah oleh Bupati PALI periode 2016-2021, Dr Ir Heri Amalindo MM, yang mewakili pihak keluarga, kepada Sekda Kabupaten Muara Enim atas nama Pemerintah Kabupaten Muara Enim.
Penyerahan tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian prosesi penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan menuju tempat pemakaman di Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI.
Upacara kedinasan berlangsung dengan penuh penghormatan. 
Jajaran pemerintah daerah memberikan penghormatan terakhir sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian almarhum selama menjalankan tugas sebagai kepala daerah maupun pejabat pemerintahan.
Bagi keluarga, perhatian dan penghormatan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Muara Enim menjadi bentuk penghargaan yang sangat berarti. 
Pihak keluarga menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Muara Enim atas perhatian, kepedulian, dan penghormatan yang diberikan kepada almarhum dalam prosesi pelepasan jenazah secara kedinasan.
Kehadiran sejumlah unsur pemerintahan dalam prosesi tersebut juga menunjukkan bahwa kepergian Nang Ali Solichin meninggalkan duka dan kenangan bagi banyak pihak. 
Selain jajaran Pemerintah Kabupaten Muara Enim, prosesi penghormatan terakhir turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten PALI, Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, serta Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.
Kehadiran perwakilan dari berbagai daerah tersebut tidak terlepas dari perjalanan panjang pengabdian almarhum yang pernah memimpin lebih dari satu wilayah pemerintahan. 
Hal ini sekaligus menunjukkan luasnya hubungan dan kontribusi almarhum dalam perjalanan pemerintahan daerah.
Kepergian almarhum H Nang Ali Solichin pada usia 86 tahun menjadi kehilangan bagi keluarga dan masyarakat yang pernah mengenal serta merasakan kiprahnya. 
Namun, berbagai pengabdian dan kontribusi yang telah diberikan selama menjalankan amanah sebagai kepala daerah diharapkan tetap menjadi bagian dari sejarah pembangunan daerah.
Pemerintah Kabupaten Muara Enim menyampaikan harapan agar seluruh amal ibadah almarhum diterima di sisi Tuhan Yang Maha Esa. 
Sementara bagi keluarga yang ditinggalkan, pemerintah berharap agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi masa duka.
Prosesi pemakaman di Desa Sukamaju, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI menjadi rangkaian akhir dari penghormatan kedinasan kepada mantan Bupati Muara Enim tersebut. 
Upacara pelepasan jenazah secara kedinasan sekaligus menjadi simbol penghargaan atas jasa dan pengabdian almarhum dalam perjalanan pemerintahan dan pembangunan di Sumatera Selatan.
Dengan berpulangnya H Nang Ali Solichin, masyarakat kembali mengenang perjalanan panjang seorang tokoh pemerintahan yang pernah mengabdikan diri sebagai Bupati Muara Enim, Bupati Musi Rawas, hingga Penjabat Bupati Belitung. 
Dedikasi tersebut menjadi bagian dari catatan sejarah perjalanan pemerintahan daerah dan akan terus dikenang oleh masyarakat serta generasi penerus. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top