Musi Online https://musionline.co.id 04 August 2026 @14:49 33 x dibaca 
Disnaker Prabumulih Ungkap Fakta di Balik Video Viral Brata Maulana yang Mengaku Terancam di Morowali.
Musionline.co.id, Prabumulih – Video seorang pekerja asal Kota Prabumulih yang meminta dipulangkan dari lokasi kerjanya di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, viral di media sosial dalam sepekan terakhir.
Pekerja tersebut diketahui bernama Brata Maulana, warga Kelurahan Anak Petai, Kecamatan Prabumulih Utara, Kota Prabumulih.
Dalam video yang beredar luas di berbagai platform media sosial, Brata mengaku merasa terancam selama berada di lingkungan tempatnya bekerja.
Ia menyampaikan kekhawatirannya karena merasa ada seseorang yang mengikuti dan berniat mencelakainya.
Video tersebut kemudian mendapat perhatian luas dari masyarakat dan memunculkan berbagai tanggapan.
Kondisi itu membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih bergerak cepat untuk memastikan keselamatan warganya sekaligus mencari jalan keluar terbaik atas persoalan yang dialami pekerja tersebut.
Wali Kota Prabumulih, H Arlan, langsung menginstruksikan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Prabumulih agar segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Koordinasi dilakukan dengan Disnaker Kabupaten Morowali hingga Disnaker Provinsi Sulawesi Tengah untuk mendapatkan informasi yang lebih jelas mengenai kondisi Brata.
Kepala Disnaker Kota Prabumulih, H Sanjay Yunus SH MH, mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti arahan tersebut setelah mengetahui adanya video Brata yang beredar di media sosial.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 3 Agustus 2026, Sanjay menjelaskan bahwa koordinasi dengan Disnaker Kabupaten Morowali mendapat respons cepat.
Pihaknya kemudian mendapatkan informasi bahwa pengawas ketenagakerjaan setempat segera berkomunikasi dengan perusahaan tempat Brata bekerja.
"Begitu kami menyampaikan informasi tersebut, Disnaker Morowali langsung bergerak. Pengawas ketenagakerjaan segera menghubungi pihak perusahaan, bahkan Direktur Utama PT Falcon juga turun langsung menangani persoalan ini. Setelah dilakukan pembahasan bersama, diputuskan bahwa Brata dipulangkan ke Prabumulih hari ini," ujar Sanjay.
Menurut Sanjay, keputusan untuk memulangkan Brata merupakan langkah yang diambil setelah dilakukan koordinasi antara berbagai pihak.
Kepulangan tersebut diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memungkinkan Brata kembali berkumpul bersama keluarganya di Kota Prabumulih.
Ia menambahkan, seluruh biaya perjalanan pulang Brata ke Prabumulih ditanggung sepenuhnya oleh PT Falcon. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bentuk tanggung jawab dan itikad baik perusahaan dalam menangani persoalan yang dialami salah satu pekerjanya.
"Biaya kepulangan yang bersangkutan seluruhnya ditanggung oleh perusahaan. Ini menunjukkan adanya itikad baik dari pihak perusahaan untuk menyelesaikan persoalan yang sedang dihadapi oleh pekerjanya," jelas Sanjay.
Disnaker Telusuri Kondisi Pekerja Prabumulih Lain
Selain memastikan kepulangan Brata, Disnaker Kota Prabumulih juga melakukan penelusuran terhadap kondisi pekerja asal Prabumulih lainnya yang bekerja di perusahaan yang sama.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah persoalan yang dialami Brata merupakan masalah yang juga dirasakan oleh pekerja lain atau merupakan kondisi yang bersifat individual.
Berdasarkan hasil koordinasi dengan Disnaker Kabupaten Morowali, diketahui bahwa dari lima orang tenaga kerja asal Kota Prabumulih yang bekerja di perusahaan tersebut, hanya Brata yang mengaku mengalami rasa takut dan kecemasan.
Sementara itu, empat pekerja lainnya disebut tidak mengalami kondisi serupa dan tetap menjalankan aktivitas pekerjaan mereka seperti biasa.
"Dari lima tenaga kerja asal Prabumulih yang bekerja di perusahaan tersebut, hanya Brata yang mengaku mengalami rasa takut dan kecemasan. Teman-temannya tidak mengalami kondisi serupa. Karena itu kami berusaha melihat persoalan ini secara objektif," ungkap Sanjay.
Ia menegaskan bahwa Disnaker Prabumulih tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan mengenai penyebab kondisi yang dialami Brata. Menurutnya, informasi yang diperoleh dari berbagai pihak masih perlu dilihat secara objektif dan tidak boleh langsung dihubungkan dengan dugaan tertentu tanpa adanya dasar yang jelas.
Sanjay menyebutkan, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, Brata sempat berkomunikasi dengan istrinya dan menyampaikan bahwa dirinya merasa terus diikuti oleh seseorang. Perasaan tersebut kemudian membuat Brata mengalami ketakutan dan mengkhawatirkan keselamatan dirinya.
Bahkan, berdasarkan keterangan sejumlah rekan kerja, Brata disebut beberapa kali tidur sambil membawa balok kayu. Tindakan tersebut diduga dilakukan sebagai bentuk antisipasi karena yang bersangkutan merasa dirinya berada dalam ancaman.
Namun, Disnaker Prabumulih memilih untuk tidak berspekulasi mengenai kondisi tersebut. Pihaknya menilai bahwa hal paling penting saat ini adalah memastikan Brata dapat kembali ke kampung halamannya dengan aman.
"Kami tidak ingin menduga-duga apa penyebabnya. Yang paling penting saat ini adalah memastikan yang bersangkutan bisa pulang dengan selamat. Setelah berada bersama keluarganya, tentu penanganan berikutnya akan menjadi ranah keluarga," kata Sanjay.
Imbau Pekerja Segera Laporkan Persoalan
Di tengah viralnya video Brata Maulana, Disnaker Prabumulih juga mengingatkan seluruh tenaga kerja asal Kota Prabumulih yang bekerja di luar daerah agar selalu mengedepankan komunikasi apabila menghadapi persoalan di tempat kerja.
Menurut Sanjay, setiap masalah ketenagakerjaan sebaiknya terlebih dahulu disampaikan kepada pihak perusahaan, Disnaker setempat, maupun Disnaker Kota Prabumulih. Dengan demikian, persoalan dapat segera ditangani melalui jalur komunikasi dan mekanisme yang tepat.
Ia mengingatkan agar pekerja tidak langsung menyebarkan informasi yang belum sepenuhnya terverifikasi melalui media sosial. Sebab, penyebaran informasi yang belum lengkap dapat menimbulkan kesalahpahaman dan memunculkan persepsi yang berbeda di tengah masyarakat.
"Kalau ada masalah di tempat kerja, sebaiknya segera disampaikan kepada perusahaan, Disnaker setempat, atau Disnaker Prabumulih. Jangan langsung menyebarkannya ke media sosial sebelum persoalannya jelas. Kami khawatir informasi yang belum utuh justru menimbulkan persepsi negatif," tegasnya.
Disnaker Prabumulih menilai komunikasi yang baik antara pekerja, perusahaan, dan pemerintah daerah merupakan bagian penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan ketenagakerjaan. Terlebih, pekerja asal Prabumulih selama ini banyak yang mencari peluang kerja di luar daerah untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Informasi yang berkembang tanpa adanya klarifikasi, kata Sanjay, juga berpotensi memengaruhi kepercayaan perusahaan maupun investor terhadap tenaga kerja asal Prabumulih. Karena itu, setiap persoalan diharapkan dapat diselesaikan secara proporsional agar tidak berdampak terhadap kesempatan kerja masyarakat lainnya.
Berharap Hubungan PT Falcon dan Pekerja Tetap Baik
Disnaker Kota Prabumulih berharap persoalan yang dialami Brata tidak mengganggu hubungan baik antara PT Falcon dengan tenaga kerja asal Prabumulih secara keseluruhan.
Sanjay menegaskan, kejadian yang dialami Brata merupakan persoalan individual berdasarkan hasil koordinasi yang dilakukan pihaknya. Karena itu, kondisi tersebut tidak dapat digeneralisasi sebagai gambaran situasi seluruh pekerja asal Prabumulih yang bekerja di perusahaan tersebut.
"Kami berharap PT Falcon tetap membuka kesempatan kerja bagi masyarakat Prabumulih. Peristiwa ini bersifat individual dan tidak dialami seluruh tenaga kerja kita di sana. Yang paling penting saat ini adalah Brata bisa kembali ke rumah dalam keadaan sehat, selamat, dan berkumpul lagi bersama keluarganya," pungkas Sanjay.
Langkah cepat yang dilakukan Pemkot Prabumulih melalui Disnaker menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap warga yang bekerja di luar daerah. Koordinasi lintas wilayah juga dinilai penting untuk memastikan setiap persoalan yang menyangkut keselamatan dan kondisi pekerja dapat segera mendapatkan penanganan.
Kasus video viral Brata Maulana kini diharapkan dapat diselesaikan dengan baik melalui komunikasi antara keluarga, pekerja, perusahaan, dan instansi terkait. Kepulangan Brata ke Prabumulih menjadi langkah awal untuk memastikan kondisi yang bersangkutan, sekaligus memberikan ruang bagi keluarga untuk menentukan penanganan selanjutnya.
Bagi masyarakat, khususnya para pekerja asal Prabumulih yang berada di luar daerah, peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya membangun komunikasi dengan perusahaan dan instansi ketenagakerjaan ketika menghadapi persoalan.
Dengan adanya komunikasi yang terbuka, setiap masalah dapat ditangani lebih cepat dan tepat. Di sisi lain, informasi yang disampaikan kepada publik juga diharapkan telah melalui proses klarifikasi sehingga tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat merugikan pihak-pihak terkait.
Pemerintah Kota Prabumulih melalui Disnaker menegaskan komitmennya untuk terus memberikan perhatian terhadap tenaga kerja asal daerah yang bekerja di berbagai wilayah Indonesia. Koordinasi dengan pemerintah daerah tujuan dan instansi ketenagakerjaan akan terus didorong agar pekerja mendapatkan perlindungan dan dapat menjalankan aktivitasnya secara aman dan nyaman. (***)
0 Komentar