Musi Online https://musionline.co.id 05 August 2026 @13:00 177 x dibaca 
Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., bersama siswa-siswi Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang
Musionline.co.id, Palembang – Anggota DPD RI sekaligus Duta Literasi Sumatera Selatan, dr. Hj. Ratu Tenny Leriva, M.M., menjadi narasumber Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang, Selasa (4/8/2026), dalam kegiatan yang mengusung tema “Cinta Bangga Rupiah, Literasi Bahasa Isyarat, dan Literasi Informasi" sebagai upaya memperkuat budaya literasi yang inklusif di kalangan pelajar.
Kegiatan yang diinisiasi Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Selatan ini berkolaborasi dengan Perwakilan Kantor Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan Bapak Adhie Wicaksono, Kepala Sentra Budi Perkasa Palembang Bapak Gini Toponindro, M.Pd., M.Si.
Kemudian Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang, Ibu Diana Nursanti, M.Pd.,Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Ibu Rosa Gitaria, S.IP., M.Si., Kepala H.E.A.R.T Studio
Bapak Hady Sumarna dan organisasi/komunitas pemerhati disabilitas dan literasi, GERKATIN, serta Komunitas Rumah Setara.
Dalam sambutannya, dr. Ratu menegaskan bahwa literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi memiliki cakupan yang jauh lebih luas. Dari enam literasi dasar, tiga di antaranya yang menjadi fokus dalam kegiatan ini adalah literasi keuangan, literasi bahasa, dan literasi digital yang merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi perkembangan zaman, membangun karakter, serta meningkatkan kemampuan beradaptasi di tengah pesatnya transformasi teknologi dan informasi.
“Melalui literasi bahasa kita belajar bahasa isyarat, kita membangun kepedulian dan berupaya mencapai kesetaraan literasi dan komunikasi bagi teman tuli agar lebih berdaya.
Melalui literasi digital, masyarakat harus mampu memanfaatkan teknologi, termasuk Artificial Intelligence (AI), secara cerdas, kritis, dan bijak.
Sementara literasi keuangan mengajarkan kita untuk mencintai, menghargai, dan mengelola rupiah dengan bijak demi keberlangsungan masa depan," ujar dr. Ratu.
Apabila ketiga bentuk literasi ini disatukan, diharapkan akan lahir masyarakat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, kecakapan keuangan,
serta kesiapan menghadapi transformasi
digital.
dr. Ratu sangat mengapresiasi kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan tiga narasumber dengan materi berbeda, menurutnya jika ketiga bentuk literasi tersebut berjalan beriringan, akan lahir generasi yang cerdas secara intelektual, memiliki kepedulian sosial, kecakapan mengelola keuangan,serta siap menghadapi transformasi digital.
dr. Ratu berharap, para siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas 7 Palembang mampu menjadi generasi yang adaptif, inklusif, serta menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing.
0 Komentar