Musi Online https://musionline.co.id 04 August 2026 @14:55 35 x dibaca 
Kebakaran Hebat di Lais Muba, Enam Rumah Ludes Dilalap Api, Kerugian Ditaksir Capai Rp2 Miliar.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman warga di Dusun I, Desa Teluk, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan, Minggu (2/8/2026) sore.
Peristiwa kebakaran tersebut menghanguskan sedikitnya enam rumah warga hingga mengalami kerusakan total.
Selain enam rumah yang ludes terbakar, tiga unit rumah lainnya juga terdampak dan mengalami kerusakan sebagian akibat kobaran api yang dengan cepat merambat ke bangunan di sekitarnya. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam musibah kebakaran hebat tersebut.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran yang terjadi di permukiman padat penduduk itu menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Berdasarkan perkiraan awal, total kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp2 miliar.
Kapolsek Lais AKP Syawaludin, S.H., melalui Kasi Humas Polres Muba AKP S. Hutahaean, S.M., membenarkan adanya peristiwa kebakaran yang melanda permukiman warga di Desa Teluk tersebut.
Menurut keterangan kepolisian, kebakaran diketahui terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Begitu menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel Polsek Lais langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses pengamanan sekaligus melakukan langkah-langkah awal penanganan di tempat kejadian perkara (TKP).
"Setelah menerima informasi, personel Polsek Lais langsung menuju lokasi untuk membantu pengamanan, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), memasang garis polisi, serta mengumpulkan keterangan saksi," ujar AKP S. Hutahaean.
Enam Rumah Rusak Total
Berdasarkan data yang dihimpun pihak kepolisian, sedikitnya sembilan rumah warga terdampak akibat kebakaran tersebut. Enam rumah di antaranya mengalami kerusakan total setelah dilalap kobaran api.
Keenam rumah yang mengalami kerusakan total tersebut masing-masing diketahui milik Arina (70), Muzaki (55), Hengki (40), Siti Nurbaya (70), Rohaya (60), dan Ihwan Maruf (70).
Sementara itu, tiga rumah lainnya yang berada di sekitar lokasi kebakaran juga ikut terdampak. Ketiga rumah tersebut masing-masing milik Usman Efendi (55), Amja (65), dan Sando (65).
Ketiga rumah itu mengalami kerusakan sebagian dengan tingkat kerusakan diperkirakan mencapai sekitar 30 persen akibat terkena jilatan api.
Kondisi permukiman yang sebagian besar bangunannya menggunakan material kayu menjadi salah satu faktor yang diduga membuat kobaran api dengan cepat membesar. Selain itu, jarak antarbangunan yang cukup berdekatan menyebabkan api mudah menjalar dari satu rumah ke rumah lainnya.
Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan mengancam sejumlah rumah warga yang berada di sekitar titik awal kebakaran.
Warga Berteriak Minta Pertolongan
Berdasarkan keterangan saksi Gopur (43), yang merupakan Kepala Dusun I Desa Teluk, peristiwa kebakaran tersebut pertama kali diketahui setelah terdengar teriakan warga yang meminta pertolongan.
Warga yang mengetahui adanya kebakaran kemudian berupaya memberikan bantuan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran. Saat saksi dan warga tiba di lokasi, kobaran api sudah membesar dan mulai menjalar ke sejumlah rumah yang berada di sekitarnya.
"Saksi kemudian segera menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk meminta bantuan pemadaman," jelas AKP S. Hutahaean.
Laporan tersebut kemudian direspons dengan cepat oleh petugas pemadam kebakaran. Sekitar pukul 15.30 WIB, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kecamatan Lais tiba di lokasi.
Petugas pemadam kebakaran bersama warga langsung berupaya melakukan pemadaman guna mencegah kobaran api semakin meluas. Namun, karena api telah membesar dan merambat ke beberapa bangunan, proses pemadaman membutuhkan dukungan tambahan.
Sekitar pukul 15.40 WIB, dua unit mobil pemadam kebakaran milik PT Medco Energi tiba di lokasi untuk membantu proses pemadaman. Tidak lama kemudian, sekitar lima menit berselang, dua unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin juga tiba di lokasi.
Dengan dukungan sejumlah armada pemadam kebakaran dari berbagai pihak, petugas bersama warga berjibaku memadamkan api yang membakar permukiman tersebut.
Upaya pemadaman berlangsung selama beberapa jam. Petugas harus memastikan seluruh titik api benar-benar berhasil dikendalikan agar tidak kembali menyala dan menjalar ke bangunan lain.
Setelah melalui proses pemadaman dan pendinginan, kobaran api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB.
Polisi Selidiki Penyebab Kebakaran
Pasca kebakaran berhasil dipadamkan, personel kepolisian langsung melakukan pengamanan di lokasi kejadian. Garis polisi dipasang di sekitar area terdampak untuk mendukung proses penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal serta keterangan yang dihimpun dari sejumlah warga, api diduga pertama kali muncul dari salah satu rumah warga yang saat kejadian dalam kondisi kosong.
Pemilik rumah tersebut diketahui sedang tidak berada di rumah karena menghadiri acara resepsi pernikahan.
Namun demikian, kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti munculnya api. Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu oleh korsleting atau arus pendek listrik.
Meski demikian, dugaan tersebut masih harus dibuktikan melalui proses penyelidikan lebih lanjut. Unit Reskrim Polsek Lais hingga kini masih melakukan pemeriksaan dan mengumpulkan informasi dari para saksi untuk memastikan sumber api serta penyebab pasti kebakaran.
Polisi juga terus melakukan pendalaman terhadap kondisi rumah yang diduga menjadi titik awal munculnya api, termasuk memeriksa kemungkinan adanya gangguan pada instalasi listrik.
Tidak Ada Korban Jiwa
Salah satu hal yang patut disyukuri dari peristiwa kebakaran hebat di Desa Teluk tersebut adalah tidak adanya korban jiwa. Warga yang berada di sekitar lokasi berhasil menyelamatkan diri saat mengetahui kobaran api mulai membesar.
Meski demikian, kebakaran tersebut meninggalkan kerugian material yang sangat besar bagi para korban. Enam rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan total, sementara tiga rumah lainnya mengalami kerusakan sebagian.
Kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar. Nilai kerugian tersebut masih berupa estimasi awal dan dapat berubah setelah dilakukan pendataan lebih lanjut terhadap bangunan serta barang-barang milik warga yang ikut terbakar.
Peristiwa kebakaran ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman. Pemeriksaan instalasi listrik secara berkala, memastikan peralatan elektronik dalam kondisi aman, serta tidak meninggalkan sumber api tanpa pengawasan menjadi langkah penting untuk mencegah terjadinya kebakaran.
Kondisi bangunan yang mayoritas menggunakan material mudah terbakar dan jarak rumah yang berdekatan juga menjadi perhatian tersendiri. Dalam situasi kebakaran, api dapat menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk segera melaporkan setiap kejadian kebakaran kepada petugas agar proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin.
Sementara itu, Unit Reskrim Polsek Lais masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran. Hasil penyelidikan nantinya akan menjadi dasar untuk memastikan apakah kebakaran tersebut murni disebabkan oleh korsleting listrik atau terdapat faktor lain yang menjadi pemicunya.
Hingga proses penyelidikan selesai, masyarakat diminta tidak berspekulasi mengenai penyebab kebakaran dan menyerahkan proses penanganan kepada pihak berwenang.
Peristiwa kebakaran hebat yang terjadi di Dusun I, Desa Teluk, Kecamatan Lais, Kabupaten Musi Banyuasin ini menjadi salah satu kejadian yang mendapat perhatian warga setempat. Kolaborasi antara masyarakat, petugas pemadam kebakaran, perusahaan, pemerintah daerah, dan kepolisian dalam proses pemadaman turut membantu mencegah api meluas lebih jauh.
Dengan api yang berhasil dipadamkan sekitar pukul 18.00 WIB, situasi di lokasi kebakaran kemudian berangsur kondusif. Polisi masih melakukan penyelidikan, sementara pendataan terhadap dampak kerusakan dan kerugian akibat kebakaran terus dilakukan. (***)
0 Komentar