Musi Online https://musionline.co.id 07 January 2021 @12:26 2590 x dibaca 
Guru tenaga kependidikan di SMK Negeri 4 Palembang, Burhan Yuliansyah, S.T., M.Tr.T
MUSIONLINE.CO.ID, PALEMBANG -- Perkembangan teknologi di bidang otomotif melaju dengan sangat signifikan berdampak pada dunia pendidikan khususnya pada jurusan teknik kendaraan ringan otomotif.
Kerjasama pendidikan vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) yang didukung semboyan link and match, sekarang ini diperkuat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dengan program ‘nikah massal’.
Pernikahan massal Vokasi-DUDI ini dilakukan baik di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Perguruan Tinggi Vokasi (PTV), maupun Lembaga Kursus dan Pelatihan (LPK) guna menghasilkan SDM vokasi yang unggul dan terserap dalam dunia kerja industri program “Pernikahan Massal” antara Pendidikan Vokasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) dengan meluncurkan Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK.
Terobosan baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan dirjen vokasi membuat geliat dan semangat para guru-guru teknik untuk mengikuti program tersebut.
Dengan Program Upskilling dan Reskilling Guru SMK berstandar industri ini Kemendikbud merancang kurikulum SMK yang baru, yakni lebih sederhana dan sesuai dengan kebutuhan dunia industri karena disusun bersama industri.
Dimana Program Upskilling adalah program untuk meningkatkan kemampuan guru, sedangkan Reskilling adalah pelatihan kemampuan baru bagi para guru SMK.
Guru SMK NEGERI 4 PALEMBANG juga menjadi salah satu peserta diklat yang mengikuti program diklat tersebut dengan program keahlian Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.
Burhan Yuliansyah, S.T., M.Tr.T Selaku Guru tenaga kependidikan di SMK NEGERI 4 PALEMBANG yang mengikuti program diklat ini mengatakan, program upskilling dan reskiling ini adalah sebuah formula yang digagas oleh pemerintah dalam supply and demand antara dunia pendidikan terhadap Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) manfaat yang luar biasa dirasakan bagi seluruh peserta diklat.
"Standar pembelajaran di industri yang diajarkan para instruktur dan widya iswara selama diklat betul betul sangat memberikan pencerahan bagi guru guru SMK," kata Burhan kepada media ini, Rabu (6/1/2021).
"Harapan kedepan agar pemerintah selalu memberikan perhatian dan apresiasi bagi guru guru produktif /guru teknik untuk mengadakan diklat yang bekerja sama dengan dunia industri dengan tujuan agar ilmu yang didapat bisa ditransfer ke peserta didik dan peserta didik pun tidak canggung dalam menghadapi kebutuhan di dunia industri," lanjutnya.
“Program diklat "Upskilling" dan "Reskilling" yang telah dilaksanakan dari 30 September hingga 20 Oktober 2020 lalu melalui 2 tahapan, setelah Enam kali pemantapan materi dan tugas melalui daring.
"Selanjutnya dilaksanakan tatap muka dari tanggal 10 November sampai 8 Desember 2020 di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bidang Bangunan dan Listrik MEDAN ,di lanjut dengan On Job Training (OJT) di TOYOTA DELTA MAS SMRAJA MEDAN dan ditutup dengan Uji Kompetensi,” Tutupnya.
(red/mk)
0 Komentar