Musi Online https://musionline.co.id 20 April 2026 @19:23 15 x dibaca 
Pencurian Massal di Pasar Inpres Muara Enim: 163 Rolling Door dan 24 Pintu WC Raib, Polisi Lakukan Penyelidikan.
Musionline.co.id, Muara Enim – Kasus pencurian dalam skala besar mengejutkan para pedagang di Pasar Inpres Muara Enim.
Sedikitnya 163 unit rolling door kios serta 24 pintu WC di Lantai 2 Gedung A dilaporkan hilang.
Peristiwa ini diduga terjadi saat kondisi pasar dalam keadaan kosong dan minim pengawasan, terutama setelah libur panjang Idul Fitri 2026.
Kepala UPTD Pasar Muara Enim, Firmansyah, mengungkapkan bahwa sebelumnya area tersebut sempat digunakan oleh pedagang baju bekas (BJ) sebagai lokasi sementara pascakebakaran Gedung C.
Pada masa itu, kondisi pasar masih terpantau aman dan tidak ditemukan adanya indikasi pencurian.
“Setelah pedagang BJ pindah dari lokasi, kami sempat melakukan pengecekan dan semua masih dalam kondisi normal. Namun setelah libur panjang Idul Fitri, belum ada pemeriksaan lanjutan hingga akhirnya kami menerima laporan kehilangan,” ujar Firmansyah, Minggu (19/4/2026).
Menurutnya, kasus ini pertama kali terungkap pada Selasa, 14 April 2026, setelah juru tagih pasar melaporkan adanya kejanggalan di sejumlah kios. Saat dilakukan pengecekan, ratusan rolling door yang sebelumnya terpasang sudah tidak berada di tempat.
Firmansyah menjelaskan bahwa seluruh kios di lantai 2 Gedung A memang dalam kondisi kosong. Dari total 180 kios yang tersedia, sebagian besar tidak ditempati pedagang karena minimnya aktivitas pembeli serta meningkatnya persaingan dengan penjualan berbasis online.
“Karena sepi, banyak kios yang tidak digunakan. Kondisi ini kemungkinan dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan pencurian secara bertahap tanpa terdeteksi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa sempat ada seorang pedagang yang mengaku kehilangan barang yang disimpan di salah satu kios yang disebut sebagai gudang. Namun setelah dilakukan klarifikasi, pedagang tersebut tidak dapat menunjukkan bukti kepemilikan atau legalitas penggunaan kios tersebut sebagai tempat penyimpanan barang.
Atas kejadian ini, pihak UPTD Pasar Muara Enim telah melaporkannya kepada Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan ESDM Kabupaten Muara Enim. Selanjutnya, Kepala Dinas memberikan kuasa kepada UPTD untuk melanjutkan laporan tersebut ke pihak kepolisian.
“Kami sudah menyerahkan sejumlah bukti kepada pihak kepolisian untuk mendukung proses penyelidikan. Saat ini masih dalam tahap pemeriksaan. Setelah itu, polisi akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP),” terang Firmansyah.
Sementara itu, salah satu pedagang, Aswan (56), mengaku sangat terkejut dengan kejadian tersebut. Ia yang sehari-hari menjual peralatan pertanian seperti parang dan cangkul, baru mengetahui kabar pencurian dari sesama pedagang.
“Saya tidak menyangka kejadian seperti ini bisa terjadi. Waktu dicek, ternyata rolling door sudah hilang. Padahal sebelumnya aman-aman saja,” ungkap Aswan.
Ia menuturkan bahwa beberapa kios di lantai tersebut memang sering dimanfaatkan sebagai gudang oleh pedagang. Banyak barang dagangan yang disimpan di dalamnya karena keterbatasan ruang di kios utama.
“Terakhir saya ambil barang dari gudang sekitar satu bulan lalu, waktu itu masih aman. Tidak ada tanda-tanda pencurian,” tambahnya.
Terkait sistem keamanan, Aswan menjelaskan bahwa selama ini pengamanan pasar dilakukan secara swadaya oleh para pedagang dengan membiayai petugas jaga malam melalui iuran bersama. Namun, dengan luasnya area pasar dan banyaknya kios yang kosong, pengawasan dinilai masih memiliki celah.
“Biasanya ada petugas jaga malam, tapi mungkin karena kondisi sepi dan banyak kios kosong, jadi tidak terpantau semua,” ujarnya.
Aswan berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan kasus ini, sekaligus memberikan solusi bagi para pedagang yang mengalami kerugian.
“Harapan kami ada tindak lanjut yang jelas, dan kalau bisa ada bantuan atau solusi dari pemerintah. Perkiraan kerugian saya pribadi sekitar Rp20 hingga Rp30 juta,” tutupnya.
Kasus pencurian ini menjadi perhatian serius, mengingat jumlah barang yang hilang cukup besar dan terjadi di fasilitas publik. Selain merugikan pedagang, kejadian ini juga menyoroti pentingnya peningkatan sistem keamanan di kawasan pasar tradisional, terutama pada area yang tidak aktif digunakan. (***)
0 Komentar