Musi Online | Diduga Berbuat Asusila, Oknum Kades di Ogan Ilir Digerebek Warga, Polisi Turun Tangan
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Hukum Kriminal

Diduga Berbuat Asusila, Oknum Kades di Ogan Ilir Digerebek Warga, Polisi Turun Tangan

Musi Online
https://musionline.co.id 20 August 2025 @18:54
Diduga Berbuat Asusila, Oknum Kades di Ogan Ilir Digerebek Warga, Polisi Turun Tangan
Diduga Berbuat Asusila, Oknum Kades di Ogan Ilir Digerebek Warga, Polisi Turun Tangan.

Musionline.co.id, Ogan Ilir – Warga Desa Beringin Dalam, Kecamatan Rambang Kuang, Kabupaten Ogan Ilir, mendadak heboh usai seorang oknum Kepala Desa (Kades) berinisial V digerebek lantaran diduga melakukan tindakan asusila terhadap seorang gadis di bawah umur.
Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (19/8/2025) tengah malam sekitar pukul 00.00 WIB dan langsung menyita perhatian publik setelah rekaman videonya viral di media sosial.
Dalam video berdurasi beberapa menit yang tersebar luas di berbagai platform, tampak sejumlah warga mendatangi sebuah rumah yang diduga menjadi lokasi perbuatan asusila itu. 
Suasana terlihat tegang ketika warga melabrak oknum kades. Teriakan, hardikan, dan desakan pertanggungjawaban terdengar jelas dalam rekaman, membuat situasi semakin memanas.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya membenarkan adanya penggerebekan tersebut. 
“Semalam memang ada penggerebekan. Oknum kades itu diduga berbuat tidak pantas dengan anak gadis orang. Warga sudah lama curiga dan akhirnya melakukan pengintaian,” ujarnya, Rabu (20/8/2025).
Warga Geram, Video Viral di Medsos
Penggerebekan ini sontak membuat warga geram dan menimbulkan kehebohan di dunia maya. Banyak warganet mengecam keras tindakan oknum kades yang sudah berkeluarga itu, terlebih lagi korban diduga masih di bawah umur.
“Orang-orang sudah mengintai kades itu, lalu kejadian penggerebekan tak bisa dihindari,” ungkap Fadil, salah seorang warga yang turut menyebarkan informasi di media sosial.
Unggahan terkait peristiwa ini dengan cepat menyebar, memancing beragam komentar dari masyarakat. Sebagian besar netizen menuntut agar kasus ini diproses secara hukum, bukan hanya diselesaikan secara adat.
Dugaan Penyelesaian Secara Adat
Di tengah ramainya pemberitaan, muncul kabar bahwa oknum kades tersebut akan dinikahkan dengan korban untuk menyelesaikan masalah secara adat. 
Informasi itu menuai kontroversi, sebab banyak pihak menilai hal tersebut justru dapat mengaburkan proses hukum dan merugikan korban yang masih di bawah umur.
“Kalau memang benar terbukti ada perbuatan asusila, jangan sampai hanya dinikahkan untuk menutup aib. Itu sama saja mengorbankan masa depan anak gadis tersebut,” komentar salah satu aktivis perlindungan anak di Ogan Ilir melalui akun media sosialnya.
Polisi Lakukan Penyelidikan
Menanggapi kasus ini, aparat kepolisian bergerak cepat. Kapolsek Muara Kuang, Iptu Rangga, saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan di lapangan.
“Anggota kami sudah turun ke lokasi. Untuk kronologi lengkapnya masih dalam tahap penyelidikan. Namun, pihak keluarga korban sudah kami arahkan untuk membuat laporan resmi ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Ogan Ilir,” jelas Iptu Rangga.
Ia menegaskan bahwa pihaknya akan memproses kasus ini sesuai aturan hukum yang berlaku. “Jika memang terbukti ada tindak pidana asusila, tentu akan ada konsekuensi hukum. Tidak bisa hanya diselesaikan dengan cara adat,” tambahnya.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik, bukan hanya di Ogan Ilir tetapi juga di tingkat provinsi. Banyak pihak mendesak agar aparat penegak hukum bekerja profesional dan transparan dalam mengusut kasus yang melibatkan pejabat desa tersebut.
Pengamat hukum menilai, jika terbukti benar ada tindak asusila terhadap anak di bawah umur, maka pelaku dapat dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman berat. 
“Tidak boleh ada kompromi dalam kasus ini. Apalagi pelaku adalah seorang kades yang seharusnya menjadi panutan masyarakat,” ujar seorang akademisi hukum di Palembang.
Hingga kini, kasus dugaan asusila yang menyeret oknum kades V masih terus bergulir. 
Warga menanti kepastian hukum yang tegas, sementara media sosial terus dibanjiri komentar pedas terhadap perilaku pejabat desa tersebut. 
Polisi memastikan penyelidikan akan dilanjutkan dan menunggu laporan resmi dari keluarga korban.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bahwa pejabat publik harus menjaga amanah dan perilaku, sebab setiap tindakan tercela akan mendapat perhatian luas dari masyarakat. 
Apalagi di era digital saat ini, setiap kejadian dapat dengan mudah terekspos ke ruang publik. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top