Musi Online | Kasus Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki BBM: Korban Luka Bakar Meninggal Dunia, Jumlah Korban Jiwa Bertambah
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Hukum Kriminal

Kasus Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki BBM: Korban Luka Bakar Meninggal Dunia, Jumlah Korban Jiwa Bertambah

Musi Online
https://musionline.co.id 09 May 2026 @14:58
Kasus Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki BBM: Korban Luka Bakar Meninggal Dunia, Jumlah Korban Jiwa Bertambah
Kasus Kecelakaan Bus ALS Vs Truk Tangki BBM: Korban Luka Bakar Meninggal Dunia, Jumlah Korban Jiwa Bertambah.

Musionline.co.id, Muratara – Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut antara Bus ALS dan truk tangki BBM di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum), Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), kembali bertambah. 
Satu korban yang sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat luka bakar berat akhirnya meninggal dunia di RSUD Rupit pada Jumat siang.
Korban diketahui bernama Muhamad Tahrul Hubaidi (31), warga Tegal. Ia menghembuskan napas terakhir sekitar pukul 11.00 WIB setelah beberapa hari berjuang melawan luka bakar serius yang dialaminya akibat kebakaran hebat pasca tabrakan antara Bus ALS dan mobil tangki bahan bakar minyak (BBM).
Direktur RSUD Rupit, dr Ladonna Sianturi, membenarkan kabar meninggalnya korban tersebut. Menurutnya, sejak pertama kali dirawat, kondisi Muhamad Tahrul Hubaidi memang sudah dalam keadaan kritis dengan luka bakar yang sangat parah.
“Korban mengalami luka bakar kurang lebih 90 persen di hampir seluruh tubuhnya. Tim medis sudah berupaya maksimal memberikan penanganan intensif, namun kondisinya memang sangat berat,” ujar dr Ladonna Sianturi.
Ia menjelaskan, korban sempat mendapatkan perawatan khusus dan pemantauan ketat dari tenaga medis RSUD Rupit. Namun, tingkat luka bakar yang terlalu luas membuat kondisi tubuh korban terus menurun hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Meninggalnya Muhamad Tahrul Hubaidi menambah panjang daftar korban jiwa dalam tragedi kecelakaan yang mengguncang Jalinsum Muratara tersebut. 
Sebelumnya, kecelakaan maut itu telah menewaskan banyak penumpang di lokasi kejadian setelah bus ALS dan truk tangki BBM terbakar hebat usai benturan keras.
Peristiwa tragis tersebut terjadi di Jalinsum wilayah Kecamatan Karang Jaya, Kabupaten Muratara. 
Benturan antara bus penumpang Antar Lintas Sumatera (ALS) dengan mobil tangki BBM diduga berlangsung sangat keras hingga memicu ledakan dan kebakaran besar. 
Api dengan cepat membakar kedua kendaraan sehingga menyebabkan banyak korban terjebak di dalam kendaraan.
Sejumlah saksi mata di lokasi kejadian menyebut kobaran api membesar hanya beberapa menit setelah tabrakan terjadi.
Kondisi itu membuat proses evakuasi korban berlangsung dramatis karena warga dan petugas harus berjibaku menyelamatkan penumpang yang masih berada di dalam bus.
Beberapa korban berhasil dievakuasi dalam keadaan luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat, termasuk RSUD Rupit. Namun sebagian lainnya meninggal dunia di tempat akibat luka bakar dan benturan keras.
Tragedi ini sontak menjadi perhatian masyarakat luas karena dinilai sebagai salah satu kecelakaan paling memilukan yang pernah terjadi di Jalinsum Muratara dalam beberapa tahun terakhir. 
Selain jumlah korban yang cukup banyak, kebakaran hebat yang terjadi usai kecelakaan membuat kondisi para korban sangat memprihatinkan.
Suasana duka mendalam pun menyelimuti keluarga korban. Kerabat Muhamad Tahrul Hubaidi yang selama ini setia mendampingi proses perawatan di rumah sakit tampak tidak kuasa menahan kesedihan saat mendengar kabar korban meninggal dunia.
Tangis keluarga pecah di ruang perawatan RSUD Rupit ketika pihak rumah sakit menyampaikan kondisi terakhir korban. Keluarga berharap kejadian tragis tersebut dapat menjadi perhatian serius semua pihak agar keselamatan transportasi di jalur lintas Sumatera lebih diperhatikan.
Sementara itu, aparat kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan maut tersebut. 
Petugas juga masih melakukan pendataan terhadap seluruh korban, baik korban meninggal dunia maupun korban luka yang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Polisi telah memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan berbagai barang bukti dari lokasi kejadian. Selain itu, proses identifikasi korban juga terus dilakukan guna memastikan seluruh data korban tercatat dengan lengkap.
Pihak kepolisian belum memberikan kesimpulan resmi terkait faktor penyebab kecelakaan. Namun dugaan sementara mengarah pada benturan keras yang kemudian memicu kebakaran hebat akibat muatan BBM dari truk tangki.
Kecelakaan antara kendaraan penumpang dan mobil pengangkut BBM memang memiliki risiko sangat tinggi, terutama jika terjadi benturan keras yang memicu percikan api. Dalam kondisi seperti itu, api dapat dengan cepat menyebar dan membakar kendaraan hanya dalam hitungan menit.
Masyarakat sekitar lokasi kejadian berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan evaluasi terhadap sistem keselamatan di Jalinsum, khususnya jalur yang sering dilalui kendaraan besar seperti bus antar kota dan mobil tangki BBM.
Jalur lintas Sumatera di wilayah Muratara memang dikenal cukup padat karena menjadi akses utama kendaraan antarprovinsi. Tingginya aktivitas kendaraan berat membuat potensi kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut cukup tinggi apabila tidak diimbangi dengan pengawasan dan sistem keselamatan yang memadai.
Selain itu, warga juga meminta adanya peningkatan fasilitas keselamatan jalan, termasuk penerangan jalan, rambu lalu lintas, hingga pengawasan terhadap kelayakan kendaraan umum dan kendaraan angkutan bahan berbahaya.
Peristiwa kecelakaan Bus ALS dan truk tangki BBM ini menjadi pengingat penting bahwa keselamatan berkendara harus menjadi prioritas utama. 
Baik pengemudi kendaraan umum maupun kendaraan angkutan berat diharapkan lebih berhati-hati saat melintas di jalur padat seperti Jalinsum Muratara.
Hingga saat ini, proses penanganan korban dan penyelidikan masih terus berlangsung. Aparat kepolisian bersama instansi terkait juga terus berkoordinasi untuk memastikan seluruh korban mendapatkan penanganan yang maksimal.
Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memberikan perhatian khusus kepada keluarga korban, termasuk pendampingan psikologis bagi para korban selamat yang mengalami trauma akibat kecelakaan maut tersebut.
Tragedi memilukan di Jalinsum Muratara ini meninggalkan luka mendalam bagi banyak pihak. Bertambahnya jumlah korban meninggal dunia menjadi bukti betapa dahsyatnya kecelakaan yang terjadi dan menjadi alarm serius bagi peningkatan keselamatan transportasi di Indonesia. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top