Musi Online https://musionline.co.id 21 August 2025 @19:08 363 x dibaca 
Ribuan Warga Muba Iringi Kepergian Istri Wakil Bupati Kiyai Rohman, Suasana Haru Selimuti Prosesi Pemakaman.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Duka mendalam menyelimuti keluarga besar Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Rabu malam (20/8/2025) pukul 21.44 WIB, kabar duka datang dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu.
Rosada Rohman, istri tercinta Wakil Bupati Muba, Kiyai Rohman, berpulang ke Rahmatullah.
Kabar kepergian almarhumah sontak mengguncang masyarakat Muba. Rasa kehilangan bukan hanya dirasakan keluarga besar, melainkan juga pejabat, jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN), organisasi perempuan, hingga masyarakat luas.
Sosok almarhumah semasa hidup dikenal sebagai pribadi yang ramah, sederhana, serta aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan.
Ketua TP PKK Kabupaten Muba, Hj Patimah Toha, tak kuasa menyembunyikan rasa kehilangan yang mendalam.
Menurutnya, almarhumah merupakan figur yang begitu mendukung gerakan PKK, terutama dalam program-program pemberdayaan perempuan dan keluarga di Muba.
“Kami sangat kehilangan. Beliau adalah pribadi yang baik, ramah, serta penuh perhatian terhadap kegiatan sosial. Kehadirannya selalu memberi semangat dan inspirasi. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan, dan almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT,” ungkap Patimah dengan suara bergetar.
Hal senada juga disampaikan Bupati Muba, H. M. Toha Tohet, SH. Ia hadir bersama istri tercinta untuk memberikan penghormatan terakhir kepada almarhumah. Kehadirannya menjadi bentuk dukungan moral dan penghiburan bagi keluarga yang ditinggalkan.
“Atas nama pribadi, keluarga, dan Pemerintah Kabupaten Muba, saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga almarhumah husnul khatimah, segala amal ibadahnya diterima, dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan iman serta kesabaran,” tutur Bupati Toha, Kamis (21/8/2025).
Ribuan Pelayat Padati Prosesi Pemakaman
Prosesi pemakaman almarhumah digelar di pemakaman keluarga yang terletak tepat di depan rumah pribadi Wabup Rohman di Kecamatan Sungai Lilin.
Sejak pagi, ribuan warga sudah tampak memadati lokasi untuk memberikan penghormatan terakhir.
Jalan menuju rumah duka penuh sesak dengan kendaraan dan pelayat yang datang dari berbagai penjuru Musi Banyuasin, bahkan dari luar daerah.
Suasana haru sangat terasa. Isak tangis keluarga, kerabat, hingga masyarakat yang hadir mengiringi prosesi pengantaran jenazah menuju peristirahatan terakhir. Ribuan tangan menengadah, mengirim doa untuk almarhumah.
Tak hanya masyarakat, para pejabat kabupaten, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi perempuan dan sosial turut hadir.
Karangan bunga belasungkawa pun berdatangan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota di Sumatera Selatan, menandakan betapa luasnya rasa kehilangan atas berpulangnya sosok yang dikenal rendah hati itu.
Jejak Kebaikan yang Dikenang
Kepergian Rosada Rohman meninggalkan duka mendalam sekaligus kenangan indah di hati banyak orang. Bagi masyarakat Muba, beliau bukan sekadar istri seorang pejabat, tetapi juga sosok inspiratif yang peduli dan tulus mengabdi.
Semasa hidupnya, almarhumah aktif terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan. Ia kerap hadir di tengah masyarakat dalam kegiatan pengajian, bakti sosial, hingga program pemberdayaan perempuan. Sikapnya yang sederhana membuatnya mudah diterima oleh siapa saja.
“Beliau tidak pernah membeda-bedakan orang, baik pejabat maupun rakyat kecil. Sifatnya yang rendah hati membuatnya dicintai banyak orang,” ungkap salah seorang warga Sungai Lilin yang hadir di pemakaman.
Bagi keluarga besar Wabup Rohman, kepergian almarhumah tentu meninggalkan kekosongan yang amat dalam. Namun doa dan dukungan masyarakat menjadi penguat agar keluarga dapat ikhlas menerima takdir Allah SWT.
Ribuan warga yang tumpah ruah di pemakaman menjadi bukti nyata betapa almarhumah Rosada Rohman dicintai banyak orang. Kepergiannya tidak hanya menjadi kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Musi Banyuasin secara keseluruhan.
Almarhumah akan selalu dikenang sebagai sosok istri, ibu, sekaligus tokoh perempuan yang penuh ketulusan, peduli terhadap sesama, dan memberi warna dalam perjalanan sosial kemasyarakatan di Muba. (***)
0 Komentar