Musi Online https://musionline.co.id 24 September 2025 @18:01 212 x dibaca 
50 Persen Pelajar di Sumsel Alami Masalah Gigi Berlubang, Dinkes Dorong Edukasi Kesehatan dan Kebersihan Pribadi.
Musionline.co.id, Palembang – Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkapkan fakta mengejutkan terkait kondisi kesehatan pelajar di daerah ini.
Berdasarkan hasil pemeriksaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar dalam beberapa bulan terakhir, tercatat sekitar 50 persen siswa mengalami masalah gigi berlubang.
Kepala Dinas Kesehatan Sumsel, dr. Trisnawarman, menyampaikan bahwa temuan tersebut menjadi catatan serius bagi pihaknya dalam upaya meningkatkan kesehatan anak-anak usia sekolah.
“Berdasarkan hasil pemeriksaan petugas di lapangan, masalah paling banyak yang ditemukan adalah gigi berlubang. Angkanya cukup tinggi, sekitar 50 persen dari pelajar yang diperiksa. Kondisi ini harus segera menjadi perhatian bersama,” ujar Trisnawarman di Palembang, Selasa (23/09/2025).
Trisnawarman menegaskan, tingginya angka kasus gigi berlubang pada pelajar menunjukkan masih rendahnya kesadaran menjaga kesehatan gigi dan kebersihan pribadi.
Oleh karena itu, ia mendorong jajaran Dinas Kesehatan di 17 kabupaten/kota se-Sumsel untuk gencar melakukan edukasi.
Menurutnya, edukasi tidak hanya sebatas mengingatkan siswa untuk rajin menyikat gigi, tetapi juga harus menyentuh aspek lain seperti pola makan sehat, konsumsi gizi seimbang, dan pembiasaan olahraga teratur.
“Semua itu saling berkaitan. Jika anak-anak terbiasa menjaga kebersihan diri dan menerapkan gaya hidup sehat, maka risiko berbagai penyakit bisa ditekan sejak dini,” katanya.
Pentingnya Program CKG
Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sendiri, lanjut Trisnawarman, merupakan strategi pemerintah untuk mendorong deteksi dini sekaligus pencegahan penyakit.
Kegiatan ini dilakukan secara menyeluruh, tidak hanya terkait gigi, tetapi juga meliputi pengukuran berat badan, tinggi badan, pemeriksaan mata, telinga, hingga deteksi dini penyakit tidak menular seperti hipertensi dan diabetes.
“Kalau dari hasil pemeriksaan ditemukan masalah yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, siswa akan segera dirujuk ke puskesmas atau rumah sakit. Dengan begitu, intervensi bisa cepat dilakukan dan tidak menunggu sampai kondisinya parah,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Palembang, Prima Salam, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengerahkan tenaga medis dari 40 puskesmas yang tersebar di 18 kecamatan untuk mendukung kelancaran layanan CKG, khususnya di sekolah-sekolah.
“Sejak pertengahan Februari 2025, pelayanan CKG terus dijalankan. Kami akan lebih mengoptimalkannya dengan memaksimalkan seluruh petugas puskesmas yang ada. Jadi, tidak hanya menunggu masyarakat datang ke fasilitas kesehatan, tetapi tim medis juga turun langsung ke sekolah,” tegasnya.
Prima menambahkan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, yang menekankan pentingnya pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat. Menurutnya, kesehatan pelajar harus menjadi prioritas utama karena mereka adalah generasi penerus bangsa.
Ajakan Kepada Orang Tua
Selain intervensi pemerintah, Trisnawarman juga mengingatkan peran orang tua dalam membiasakan anak-anak menjaga kebersihan diri.
Ia menilai, kebiasaan baik seperti menyikat gigi sebelum tidur, membatasi konsumsi makanan manis, serta rutin memeriksakan kesehatan gigi ke dokter seharusnya ditanamkan sejak usia dini.
“Sekolah dan pemerintah bisa melakukan edukasi, tetapi pembiasaan sehari-hari tetap sangat bergantung pada peran keluarga. Kalau anak sudah terbiasa sejak kecil, masalah seperti gigi berlubang dapat diminimalisasi,” ujarnya.
Dengan adanya CKG, Pemprov Sumsel berharap angka kasus kesehatan gigi pada pelajar bisa ditekan dalam beberapa tahun mendatang.
Dinas Kesehatan juga berencana menggandeng berbagai pihak, termasuk organisasi profesi dokter gigi, sekolah, serta komunitas kesehatan untuk bersama-sama mengedukasi masyarakat.
“Kami menargetkan agar generasi muda Sumsel tumbuh lebih sehat, bebas dari masalah gigi dan mulut, serta memiliki kesadaran menjaga kebersihan diri. Itu akan berdampak langsung pada kualitas hidup mereka di masa depan,” tutup Trisnawarman. (***)
0 Komentar