Musi Online https://musionline.co.id 03 October 2025 @18:30 233 x dibaca 
Ibu Rumah Tangga Patah Tangan Disenggol Kereta Api Babaranjang di Muara Enim, Korban Selamat Setelah Dievakuasi.
Musionline.co.id, Muara Enim – Suasana Desa Tanjung Raman, Kecamatan Ujan Mas, Kabupaten Muara Enim, mendadak gempar pada Kamis (2/10/2025) sekitar pukul 10.00 WIB.
Seorang ibu rumah tangga (IRT) bernama Ana Diana (51) mengalami kecelakaan setelah tersenggol rangkaian Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang (Babaranjang) yang melintas tanpa muatan.
Korban, yang merupakan warga Dusun III Desa Tanjung Raman, ditemukan sudah tergeletak di pinggir rel kereta api.
Dugaan sementara, korban tidak menyadari kedatangan kereta Babaranjang dari arah Palembang menuju Muara Enim saat berjalan di sekitar rel, hingga akhirnya tubuhnya tersenggol bagian samping kereta.
Kasat Lantas Polres Muara Enim AKP Trifonia Situmorang SIK MSi melalui Kanit Lakalantas Ipda Dedy Halim SH membenarkan peristiwa tersebut.
Menurutnya, kejadian pertama kali diketahui oleh Asran (55), warga sekitar yang baru pulang dari kebun.
“Saksi saat itu hendak menyeberang rel, namun mendapati korban sudah tergeletak di pinggir rel dalam kondisi luka-luka. Melihat hal itu, saksi langsung melaporkan kejadian ke pihak desa untuk segera mengevakuasi korban,” jelas Ipda Dedy, Jumat (3/10/2025).
Dengan bantuan warga, korban segera dibawa ke Rumah Sakit Rabain Muara Enim guna mendapatkan pertolongan medis.
Dari hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami patah tulang pada lengan kiri serta luka lecet di bagian kaki. Meski begitu, korban dinyatakan selamat dan kini dalam penanganan tim medis.
Polisi menyebutkan, kecelakaan ini murni akibat kelalaian. Diduga korban kurang waspada saat berada di sekitar rel, sehingga tidak mendengar atau menyadari kereta Babaranjang yang melintas dengan kecepatan sedang.
“Beruntung korban masih bisa diselamatkan. Kami mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di dekat rel kereta api, terlebih ketika hendak menyeberang. Pastikan kondisi aman dan tidak ada kereta yang melintas,” tegas Ipda Dedy.
Pihak kepolisian juga sudah meminta keterangan dari saksi yang berada di lokasi kejadian. Sementara itu, kondisi korban terus dipantau oleh pihak rumah sakit.
Peristiwa ini menambah catatan penting mengenai masih rendahnya kewaspadaan warga saat beraktivitas di sekitar jalur kereta api.
Pemerintah desa bersama aparat setempat berencana meningkatkan sosialisasi mengenai bahaya melintas atau berjalan terlalu dekat dengan rel, demi mencegah kecelakaan serupa terulang di kemudian hari. (***)
0 Komentar