Musi Online | Warga Tanjung Kemala OKU Terisolir Setelah Dikepung Banjir Setinggi 80 Sentimeter, Harapkan Perhatian Pemerintah
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Warga Tanjung Kemala OKU Terisolir Setelah Dikepung Banjir Setinggi 80 Sentimeter, Harapkan Perhatian Pemerintah

Musi Online
https://musionline.co.id 03 October 2025 @18:32
Warga Tanjung Kemala OKU Terisolir Setelah Dikepung Banjir Setinggi 80 Sentimeter, Harapkan Perhatian Pemerintah
Warga Tanjung Kemala OKU Terisolir Setelah Dikepung Banjir Setinggi 80 Sentimeter, Harapkan Perhatian Pemerintah.

Musionline.co.id, Baturaja – Hujan deras yang mengguyur Kota Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), pada Kamis (2/10/2025) petang menyebabkan banjir di sejumlah titik. 
Salah satu lokasi terparah berada di Dusun V Desa Tanjung Kemala, khususnya di RT 18, 19, dan 20, di mana ketinggian air mencapai kurang lebih 80 sentimeter. Kondisi ini membuat ratusan warga setempat terisolir dan tidak bisa beraktivitas normal.
Jalan utama yang menjadi akses keluar-masuk desa ikut terendam sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat tidak dapat melintas. Beberapa warga hanya bisa bertahan di rumah sembari memantau debit air yang hingga kini masih bertahan.
Imam, salah seorang warga yang terdampak, mengungkapkan bahwa banjir sudah menjadi masalah rutin setiap kali hujan deras mengguyur wilayah mereka. 
“Kalau hujan deras, tempat kami selalu langganan banjir. Sekarang kami tidak bisa kemana-mana, hanya bisa menunggu air surut,” ujarnya pada Jumat (3/10/2025).
Ia menambahkan, pemerintah daerah sebenarnya sudah beberapa kali meninjau lokasi, namun hingga kini belum ada solusi konkret. 
“Kami hanya berharap pemerintah memberi perhatian lebih pada wilayah kami. Jangan sampai setiap tahun warga terus menderita akibat banjir,” tambah Imam dengan nada kecewa.
Selain merendam pemukiman warga, banjir juga melumpuhkan sejumlah ruas jalan di kawasan Baturaja. 
Pantauan di lapangan menunjukkan banyak pengendara memilih putar balik karena genangan air terlalu tinggi untuk dilalui. 
Akibatnya, arus lalu lintas menjadi tersendat dan menimbulkan kemacetan panjang di beberapa titik utama.
Sejumlah warga menuturkan bahwa selain hujan deras, kondisi drainase yang buruk diduga menjadi penyebab utama genangan tidak cepat surut. 
Mereka menilai perlunya normalisasi saluran air serta pembangunan infrastruktur penahan banjir agar persoalan ini tidak terus berulang.
Hingga berita ini diturunkan, genangan air masih terlihat di beberapa kawasan terdampak, meski debitnya mulai sedikit menurun. 
Warga berharap cuaca segera membaik dan hujan tidak kembali turun deras. 
Mereka juga menantikan langkah cepat dari pemerintah daerah untuk memberikan bantuan darurat serta solusi jangka panjang guna mencegah banjir serupa di masa mendatang. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top