Musi Online https://musionline.co.id 07 October 2025 @14:31 231 x dibaca 
Waduh! 17 SPPG di OKU Belum Kantongi Sertifikat Higienis, Kadinkes Ancam Putus Kontrak Penyalur Program MBG.
Musionline.co.id, Baturaja – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengungkapkan fakta mengejutkan: sebanyak 17 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di daerah tersebut hingga kini belum mengantongi Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS).
Padahal, sertifikat tersebut merupakan syarat utama untuk menyalurkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kepada pelajar.
Kepala Dinas Kesehatan OKU, Deddy Wijaya, menyampaikan bahwa pihaknya telah memberikan tenggat waktu satu bulan bagi seluruh pengelola SPPG untuk melengkapi sertifikasi tersebut.
Jika tidak segera dipenuhi, maka kontrak kerja sama penyaluran MBG dengan SPPG bersangkutan akan diputus.
“Sebanyak 17 SPPG yang ada di Kabupaten OKU hingga saat ini belum memiliki SLHS. Sesuai ketentuan, kami beri waktu satu bulan untuk melengkapinya. Jika tidak, kontraknya sebagai penyalur Program MBG akan dihentikan,” tegas Deddy, Selasa (7/10/2025).
Menurut Deddy, sertifikasi laik hygiene ini bukan sekadar formalitas, melainkan upaya penting dalam menjaga keamanan pangan yang disalurkan kepada siswa penerima manfaat.
Pemerintah tidak ingin muncul kasus keracunan massal akibat makanan yang tidak higienis atau diolah di tempat yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Deddy menjelaskan bahwa untuk memperoleh Sertifikat Laik Hygiene Sanitasi (SLHS), pengelola SPPG wajib memenuhi sejumlah persyaratan teknis.
Mulai dari kebersihan lingkungan dan bangunan, kualitas bahan pangan, peralatan pengolahan, hingga ketersediaan penjamah makanan yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan.
“Sertifikat ini menjadi bukti bahwa tempat pengolahan makanan sudah memenuhi standar sanitasi dan keamanan. Ini sangat penting untuk melindungi anak-anak sekolah yang mengonsumsi makanan dari program MBG,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa saat ini sebagian besar SPPG tengah dalam proses pengajuan SLHS ke Dinas Kesehatan. Tim dari Dinkes pun terus melakukan pembinaan dan pendampingan agar proses verifikasi dan sertifikasi dapat segera selesai.
“Harapan kami, semua SPPG di OKU dapat segera memenuhi kewajiban ini. Kami tidak ingin program baik seperti MBG justru menimbulkan masalah baru akibat kelalaian dalam aspek higienitas,” tambahnya.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program prioritas nasional yang bertujuan meningkatkan gizi anak-anak sekolah, terutama di wilayah pedesaan.
Karena itu, Pemkab OKU menegaskan bahwa standar kebersihan dan keamanan pangan harus menjadi prioritas utama dalam pelaksanaannya. (***)
0 Komentar