Musi Online https://musionline.co.id 09 October 2025 @14:53 242 x dibaca 
Tersangka Pemalakan di Simpang Muara Meranjat Ditangkap, Kapolsek Indralaya: Sering Menakut-nakuti Korban.
Musionline.co.id, Indralaya - Aksi pemalakan yang meresahkan warga di kawasan Simpang Muara Meranjat, Kecamatan Indralaya Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, akhirnya berhasil diungkap aparat kepolisian.
Seorang pria berinisial R (23) diamankan oleh jajaran Polsek Indralaya setelah diduga kerap melakukan pemalakan terhadap warga dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut.
Penangkapan pelaku dilakukan pada Selasa, 7 Oktober 2025, di depan sebuah minimarket yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Pelaku ditangkap setelah warga melapor kepada polisi karena merasa resah dengan ulahnya yang kerap meminta uang secara paksa kepada masyarakat yang lewat.
Kapolsek Indralaya AKP Junardi melalui Kanit Reskrim Ipda Indra Gunawan membenarkan penangkapan tersebut.
Menurutnya, petugas bergerak cepat begitu menerima laporan masyarakat terkait adanya tindakan pemalakan yang membuat warga merasa tidak aman saat melintas di Simpang Muara Meranjat.
“Benar, hari ini anggota kami mengamankan yang bersangkutan di sebuah minimarket. Dari keterangan awal, pelaku diduga sedang melakukan pemalakan terhadap warga yang singgah di lokasi tersebut,” ujar Ipda Indra Gunawan kepada awak media.
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi menemukan barang bukti uang tunai sebesar Rp39 ribu, yang diduga merupakan hasil dari aksi pemalakan terhadap sejumlah korban. Uang tersebut ditemukan di saku pelaku saat dilakukan pemeriksaan di tempat kejadian.
Sering Menakut-nakuti Korban
Berdasarkan keterangan warga, pelaku R disebut kerap menakut-nakuti para korban dengan ancaman dan gestur yang intimidatif.
Bahkan, beredar kabar bahwa ia sering membawa senjata tajam jenis pisau untuk menakuti orang yang menolak memberikan uang.
Namun demikian, hasil penggeledahan petugas tidak menemukan senjata tajam di tubuh pelaku saat dilakukan pemeriksaan.
“Sejauh ini belum ditemukan sajam. Kami masih melakukan pendalaman lebih lanjut, termasuk memeriksa apakah ada keterlibatan pihak lain dalam aksi ini,” jelas Indra.
Polisi menduga, pelaku kerap memanfaatkan situasi ramai di simpang jalan tersebut untuk menghampiri para pengendara atau warga yang berhenti di minimarket. Dengan gaya bicara yang memaksa dan menakut-nakuti, pelaku meminta uang dengan dalih untuk membeli makan.
Pelaku Alami Kesulitan Ekonomi
Saat diinterogasi, pelaku R mengaku tidak bermaksud melakukan pemalakan. Ia berdalih hanya meminta uang “seikhlasnya” kepada warga yang datang atau singgah di sekitar lokasi.
“Saya cuma minta seikhlasnya, tidak maksa. Uang yang saya pegang ini cuma Rp39 ribu. Rp20 ribu dikasih Ayuk saya buat beli nasi, sisanya dikasih ibu yang turun di minimarket tadi,” ujar R saat memberikan keterangan di hadapan polisi.
Meski demikian, polisi menilai perbuatannya sudah mengarah pada tindakan pemalakan dan intimidasi, karena dari laporan warga, pelaku kerap memaksa serta berbicara dengan nada mengancam.
Setelah diamankan, pelaku dibawa ke Mapolsek Indralaya untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dalam proses pemeriksaan, pelaku juga menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya di kemudian hari.
“Kami tidak hanya memproses hukum, tapi juga melakukan pendekatan pembinaan. Pelaku sudah membuat surat pernyataan dan akan kami lakukan pendataan agar bisa dipantau,” kata Ipda Indra Gunawan.
Selain itu, pihak kepolisian juga akan memanggil keluarga pelaku serta perangkat desa tempat R berdomisili. Langkah ini dilakukan agar pembinaan tidak hanya berhenti di tingkat kepolisian, tetapi juga melibatkan lingkungan sosial pelaku.
“Kami ingin ada peran serta keluarga dan pemerintah desa agar pembinaan ini berjalan efektif. Tujuannya supaya pelaku tidak kembali melakukan hal serupa,” imbuhnya.
Respons Cepat Polsek Disambut Positif
Aksi cepat petugas Polsek Indralaya dalam menangani kasus pemalakan tersebut mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga mengaku lega karena pelaku yang kerap membuat resah telah diamankan, sehingga kondisi di Simpang Muara Meranjat kembali kondusif.
“Beberapa kali kami lihat dia menghampiri orang sambil ngomel-ngomel minta uang. Kadang ada yang takut dan langsung ngasih. Kami bersyukur sekarang sudah diamankan polisi,” ujar Salah satu warga setempat, yang enggan disebutkan namanya.
Kepolisian berharap masyarakat tidak segan melapor bila menemukan kejadian serupa di lingkungan mereka. Polsek Indralaya menegaskan akan terus melakukan patroli dan pemantauan di titik-titik rawan untuk mencegah tindak kriminal jalanan.
“Kami imbau masyarakat untuk tidak takut melapor. Keamanan wilayah adalah tanggung jawab bersama,” tutup Kapolsek AKP Junardi.
Dengan penangkapan ini, warga Kecamatan Indralaya Selatan berharap situasi keamanan di kawasan Simpang Muara Meranjat dapat kembali tenang dan aman dari tindakan pemalakan maupun tindak kriminal lainnya. (***)
0 Komentar