Musi Online https://musionline.co.id 05 June 2026 @19:47 15 x dibaca 
BPBD Muba Padamkan Karhutla yang Ancam Permukiman Warga, Satu Hektare Semak Belukar Terbakar di Sekayu.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Respons cepat ditunjukkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin dalam menangani kebakaran hutan, kebun, dan lahan (karhutla) yang terjadi di dekat kawasan permukiman warga Perumahan Kurma Village, Jalan Sekayu–Muara Teladan, Kelurahan Balai Agung, Kecamatan Sekayu, Rabu (3/6/2026) malam.
Berkat gerak cepat petugas di lapangan, kebakaran yang menghanguskan sekitar satu hektare lahan semak belukar berhasil dipadamkan sebelum meluas dan mengancam rumah-rumah warga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui setelah warga sekitar melaporkan adanya kobaran api kepada BPBD Kabupaten Musi Banyuasin pada pukul 18.50 WIB. Warga khawatir api semakin membesar dan merambat ke area permukiman apabila tidak segera dilakukan tindakan pemadaman.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Musi Banyuasin, Marko Susanto, S.STP., M.Si., melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik langsung menginstruksikan tim piket untuk bergerak menuju lokasi kebakaran guna melakukan upaya penanganan darurat.
Setibanya di lokasi, petugas BPBD segera melakukan pemadaman menggunakan armada pemadam kebakaran hutan dan lahan yang telah disiapkan. Selain fokus memadamkan api, tim juga melakukan dokumentasi dan pendataan guna mengetahui luas area terdampak serta kondisi di lapangan.
Menurut laporan petugas, titik api berada di lahan yang ditumbuhi semak belukar kering sehingga api cukup cepat menyebar. Kondisi tersebut berpotensi membahayakan lingkungan sekitar apabila tidak segera ditangani secara maksimal.
Dalam operasi pemadaman tersebut, BPBD Kabupaten Musi Banyuasin mengerahkan sejumlah sarana dan prasarana pendukung, antara lain satu unit Mobil Dalkarhutla BPBD, satu unit Mobil Suplay BPBD, dan satu unit kendaraan operasional Hilux BPBD.
Ketersediaan armada dan sumber air yang memadai menjadi faktor penting dalam mempercepat proses pemadaman. Air yang digunakan untuk memadamkan api berasal dari mobil pemadam dan mobil suplay yang telah dipersiapkan di lokasi kejadian.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Vegetasi yang terdampak didominasi oleh semak belukar dan tumbuhan liar yang mudah terbakar saat kondisi cuaca kering.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini masih belum diketahui. Pihak terkait masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan faktor yang memicu munculnya titik api di kawasan tersebut.
Proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam. Petugas tidak hanya memadamkan kobaran api yang terlihat di permukaan, tetapi juga melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Berkat koordinasi yang baik dan kerja sama seluruh personel di lapangan, proses pemadaman dan pendinginan berhasil diselesaikan sekitar pukul 20.30 WIB. Api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan kondisi lokasi dinyatakan aman serta terkendali.
Keberhasilan tersebut menjadi bukti kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Musi Banyuasin dalam menghadapi ancaman karhutla yang kerap terjadi, terutama saat memasuki musim kemarau. Langkah cepat dalam merespons laporan masyarakat menjadi salah satu faktor utama yang mampu mencegah meluasnya kebakaran.
Karhutla masih menjadi salah satu ancaman serius di berbagai wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Musi Banyuasin. Selain berpotensi merusak lingkungan, kebakaran lahan juga dapat menimbulkan gangguan kesehatan akibat asap, mengganggu aktivitas masyarakat, serta mengancam keselamatan permukiman yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Karena itu, peran aktif masyarakat sangat diperlukan dalam upaya pencegahan dan penanganan dini kebakaran lahan. Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta selalu waspada terhadap potensi munculnya titik api di lingkungan sekitar.
BPBD Kabupaten Musi Banyuasin juga mengingatkan warga agar segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan adanya asap atau titik api sekecil apa pun. Pelaporan yang cepat akan membantu petugas melakukan penanganan sejak dini sehingga risiko meluasnya kebakaran dapat diminimalkan.
Selain itu, masyarakat diminta untuk menjaga lingkungan sekitar, terutama lahan kosong yang ditumbuhi semak kering karena sangat rentan terbakar saat cuaca panas dan minim curah hujan.
Dengan keberhasilan pemadaman kebakaran di kawasan Perumahan Kurma Village ini, BPBD Kabupaten Musi Banyuasin kembali menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat koordinasi lintas sektor, serta memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari ancaman bencana kebakaran hutan dan lahan.
Langkah cepat yang dilakukan petugas tidak hanya berhasil menyelamatkan lahan dari kerusakan yang lebih luas, tetapi juga mencegah potensi ancaman terhadap permukiman warga yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
Ke depan, sinergi antara pemerintah, petugas lapangan, dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mencegah serta mengurangi risiko karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin. (***)
0 Komentar