Musi Online | Balai Karantina Sumsel Fasilitasi UMKM Ekspor Telur Ayam ke Singapura, Pastikan Penuhi Standar Ekspor Global
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Seputar Musi

Balai Karantina Sumsel Fasilitasi UMKM Ekspor Telur Ayam ke Singapura, Pastikan Penuhi Standar Ekspor Global

Musi Online
https://musionline.co.id 02 November 2025 @15:37
Balai Karantina Sumsel Fasilitasi UMKM Ekspor Telur Ayam ke Singapura, Pastikan Penuhi Standar Ekspor Global
Balai Karantina Sumsel Fasilitasi UMKM Ekspor Telur Ayam ke Singapura, Pastikan Penuhi Standar Ekspor Global.

Musionline.co.id, Palembang - Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan (BKHIT) Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menuju pasar internasional. 
Kali ini, BKHIT Sumsel memfasilitasi ekspor telur ayam ke Singapura, dengan memastikan seluruh tahapan produksi hingga pengiriman memenuhi standar mutu dan keamanan ekspor global.
Kepala BKHIT Sumsel, Sri Endah Ekandari, mengatakan pihaknya tengah melakukan proses pemeriksaan lapangan dan penyiapan dokumen kekarantinaan untuk ekspor komoditas tersebut. 
“Saat ini sedang dilakukan pengecekan tempat produksi dan penyiapan dokumen kekarantinaan. Kami memastikan setiap produk yang diekspor benar-benar aman, layak, dan sesuai standar internasional,” ujarnya di Palembang.
Menurut Sri Endah, sebelum komoditas telur ayam dikirim ke luar negeri, tim BKHIT menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan di peternakan ayam petelur dan unit pengolahan telur. 
Pemeriksaan ini meliputi aspek kebersihan kandang, kualitas pakan, sistem pengemasan, hingga sertifikasi kesehatan hewan.
Langkah tersebut merupakan bagian dari prosedur pre-export inspection untuk memastikan produk tidak hanya memenuhi syarat administratif, tetapi juga memiliki kualitas yang konsisten.
Selain itu, BKHIT Sumsel juga memperkuat sistem ketertelusuran awal (early traceability) terhadap komoditas ekspor. 
Sistem ini memungkinkan setiap produk yang diekspor dapat ditelusuri kembali ke sumber asalnya — mulai dari peternak, proses pengolahan, hingga pengemasan akhir. 
“Ketertelusuran awal sangat penting dalam menjamin mutu dan keamanan produk ekspor. Dengan sistem ini, kita bisa memastikan tidak ada celah yang menurunkan kualitas produk,” jelas Sri Endah.
Ia menambahkan, sistem traceability juga menjadi syarat utama bagi negara tujuan ekspor seperti Singapura yang memiliki standar ketat terhadap keamanan pangan. 
Dengan adanya sistem tersebut, BKHIT Sumsel berupaya mencegah kemungkinan penolakan atau penarikan produk di negara tujuan akibat tidak terpenuhinya standar mutu.
Untuk memperkuat dukungan terhadap pelaku UMKM, BKHIT Sumsel bersama sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Sumsel serta perguruan tinggi lokal tengah mengembangkan program “Go Ekspor Barantin” menjadi “Smart Ekspor Sumatera Selatan”.
Program berbasis digital ini mengintegrasikan teknologi informasi dengan sistem ketertelusuran produk ekspor dari hulu ke hilir.
“Inovasi digital ini memastikan seluruh proses produksi dan distribusi komoditas unggulan dari 17 kabupaten/kota di Sumsel dapat dipantau secara transparan. Dengan begitu, semua pelaku usaha dapat menyiapkan produknya sesuai standar ekspor,” ujar Sri Endah.
Selain telur ayam, sejumlah komoditas unggulan asal Sumsel juga telah difasilitasi untuk ekspor melalui dukungan BKHIT, di antaranya kopi, teh, kelapa, vanili, bungkil sawit, produk olahan serat nanas, gula aren, santan kelapa, serta kerupuk kemplang. 
Dengan meningkatnya jumlah komoditas yang berhasil menembus pasar global, diharapkan perekonomian daerah dapat tumbuh lebih inklusif dan berkelanjutan.
Menurut Sri Endah, penguatan ekspor produk pertanian dan peternakan lokal bukan hanya tentang peningkatan nilai jual, tetapi juga upaya strategis untuk membangun citra positif produk Sumsel di pasar internasional. 
“Dengan dukungan karantina dan inovasi digital, kami optimistis komoditas unggulan Sumsel akan semakin kompetitif di pasar global,” pungkasnya.
Langkah BKHIT Sumsel ini diharapkan menjadi pendorong bagi lebih banyak UMKM di sektor pangan dan peternakan untuk berani menembus pasar ekspor. 
Selain membuka peluang ekonomi baru, ekspor telur ayam ke Singapura juga menjadi simbol keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendidikan dalam mewujudkan Sumatera Selatan sebagai provinsi eksportir yang berdaya saing tinggi dan berorientasi global. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top