Musi Online https://musionline.co.id 09 May 2026 @15:05 11 x dibaca 
Dinkes OKI Sasar Anak-anak dan Remaja Terapkan Pola Hidup Sehat Lewat Program Aksi Bergizi di Sekolah.
Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir – Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus memperkuat upaya peningkatan kesehatan generasi muda melalui program edukasi dan pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah.
Salah satu langkah nyata tersebut diwujudkan melalui kegiatan Aksi Bergizi yang digelar Dinas Kesehatan Kabupaten OKI di SMP Negeri 6 Kayuagung.
Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mencegah anemia dan stunting sejak dini melalui penerapan pola hidup sehat bagi anak-anak dan remaja, khususnya remaja putri.
Program tersebut melibatkan siswa dan siswi sekolah dengan berbagai aktivitas edukatif dan interaktif yang bertujuan membangun kesadaran pentingnya menjaga kesehatan sejak usia muda.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam sehat bersama yang berlangsung meriah di halaman sekolah.
Para siswa tampak antusias mengikuti gerakan senam yang dipandu instruktur bersama petugas kesehatan.
Setelah kegiatan fisik, para peserta kemudian melaksanakan sarapan bergizi dengan menu seimbang yang telah disiapkan panitia.
Tidak hanya itu, siswa juga mengikuti kegiatan minum tablet tambah darah (TTD) bersama yang didampingi langsung oleh tenaga kesehatan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pencegahan anemia pada remaja, terutama remaja putri yang menjadi kelompok rentan mengalami kekurangan zat besi.
Selain aktivitas olahraga dan konsumsi makanan sehat, para siswa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya pola makan bergizi, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), serta bahaya anemia bagi kesehatan remaja.
Penyuluhan disampaikan secara interaktif agar mudah dipahami dan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKI, Ike Muchendi, mengatakan pembiasaan hidup sehat di lingkungan sekolah sangat penting dalam membentuk kualitas generasi muda yang sehat dan produktif di masa mendatang.
Menurut Ike, sekolah menjadi tempat strategis untuk menanamkan kebiasaan positif kepada anak-anak sejak dini.
Dengan pembiasaan yang konsisten, diharapkan para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang sadar pentingnya menjaga kesehatan tubuh.
“Anak-anak harus dibiasakan memahami pentingnya sarapan sehat, rutin berolahraga, dan menjaga asupan gizi sejak usia remaja. Ini menjadi fondasi untuk menciptakan generasi yang sehat dan produktif,” kata Ike Muchendi saat memberikan sambutan pada kegiatan tersebut.
Ia juga menegaskan bahwa upaya pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak masih balita, namun perlu dimulai jauh sebelum itu, yakni sejak masa remaja. Terutama bagi remaja putri yang nantinya akan menjadi calon ibu.
Menurut Ike, kondisi anemia pada remaja putri dapat berdampak terhadap kesehatan reproduksi dan berpotensi meningkatkan risiko melahirkan anak stunting di masa mendatang jika tidak dicegah sejak awal.
“Remaja putri perlu mendapat perhatian khusus karena anemia dapat berdampak pada kesehatan reproduksi dan meningkatkan risiko stunting pada anak di masa mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, Muhammad Lubis, menjelaskan bahwa anemia pada remaja masih menjadi tantangan kesehatan yang memerlukan perhatian serius dan penanganan berkelanjutan.
Oleh sebab itu, edukasi kesehatan dan intervensi rutin di sekolah menjadi salah satu solusi yang terus dilakukan pemerintah daerah.
Lubis menyebutkan bahwa program Aksi Bergizi dirancang bukan hanya sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi gerakan bersama untuk membangun budaya hidup sehat di kalangan pelajar.
“Melalui Aksi Bergizi, kami ingin membangun kesadaran siswa bahwa menjaga kesehatan bukan hanya dilakukan saat sakit, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari,” tutur Muhammad Lubis.
Ia menambahkan, konsumsi tablet tambah darah secara rutin terbukti menjadi salah satu langkah efektif dalam menekan angka anemia pada remaja putri. Karena itu, program pemberian TTD akan terus dilakukan secara berkala di sekolah-sekolah.
Menurutnya, pencegahan anemia memiliki kaitan erat dengan upaya menurunkan angka stunting di masa depan. Ketika kesehatan remaja terjaga dengan baik, maka peluang lahirnya generasi yang sehat dan berkualitas juga semakin besar.
“Jika anemia dapat dicegah sejak remaja, maka risiko stunting pada generasi berikutnya juga dapat ditekan. Karena itu, kegiatan ini akan terus diperluas di sekolah-sekolah,” jelasnya.
Program Aksi Bergizi juga mendapat sambutan positif dari pihak sekolah dan para siswa. Mereka menilai kegiatan tersebut memberikan pemahaman baru mengenai pentingnya menjaga pola makan, olahraga rutin, dan kebersihan diri sebagai bagian dari gaya hidup sehat.
Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin agar siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan secara teori, tetapi juga praktik langsung dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk sinergi antara pemerintah daerah, sekolah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang generasi muda.
Pemerintah Kabupaten OKI sendiri terus berkomitmen memperkuat program kesehatan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Melalui pendekatan edukatif dan pembiasaan sejak usia sekolah, pemerintah berharap kesadaran hidup sehat dapat menjadi budaya yang melekat di kalangan pelajar.
Dengan adanya program seperti Aksi Bergizi, diharapkan anak-anak dan remaja di Kabupaten OKI semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh, memenuhi kebutuhan gizi, serta menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam aktivitas sehari-hari.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan generasi muda yang sehat, aktif, cerdas, dan mampu bersaing di masa depan.
Pemerintah juga berharap sekolah-sekolah lain dapat terus mendukung gerakan hidup sehat demi terciptanya lingkungan pendidikan yang lebih baik dan berkualitas. (***)
0 Komentar