Musi Online | Kolaborasi Masa Depan Pendidikan: UPGRIP Gelar Konferensi Internasional Hadirkan Akademisi dari Lima Negara
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Kolaborasi Masa Depan Pendidikan: UPGRIP Gelar Konferensi Internasional Hadirkan Akademisi dari Lima Negara

Musi Online
https://musionline.co.id 03 November 2025 @19:13
Kolaborasi Masa Depan Pendidikan: UPGRIP Gelar Konferensi Internasional Hadirkan Akademisi dari Lima Negara
Kolaborasi Masa Depan Pendidikan: UPGRIP Gelar Konferensi Internasional Hadirkan Akademisi dari Lima Negara.

Musionline.co.id, Palembang – Universitas PGRI Palembang (UPGRIP) kembali membuktikan komitmennya sebagai kampus berwawasan global melalui penyelenggaraan The 4th International Conference on Education of University PGRI Palembang (INCOEPP 2025). 
Gelaran bergengsi ini berlangsung megah di Hotel Wyndham Opi, Jakabaring, Palembang, pada Sabtu–Minggu, 1–2 November 2025, dengan dihadiri akademisi dari lima negara.
Dengan mengusung tema “Innovation and Collaboration for the Sustainable Future of Education” atau Inovasi dan Kolaborasi untuk Masa Depan Pendidikan yang Berkelanjutan, konferensi ini menjadi momentum penting bagi UPGRIP untuk memperluas jejaring akademik global, memperkuat budaya riset, dan memantapkan posisi sebagai universitas berkelas dunia (world-class university).
Pendidikan Harus Mampu Beradaptasi dengan Dinamika Global
Dalam sambutannya, Rektor UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. H. Bukman Lian, M.M., M.Si., menegaskan bahwa INCOEPP bukan sekadar forum ilmiah tahunan, tetapi merupakan langkah nyata menuju universitas bereputasi dunia.
“Pendidikan saat ini tidak bisa berjalan dengan paradigma lama. Dunia berubah dengan sangat cepat, terutama di era digitalisasi, sehingga inovasi dan kolaborasi adalah kunci agar pendidikan tetap relevan dan berkelanjutan,” tegas Bukman Lian di hadapan peserta konferensi yang memadati ballroom hotel.
Ia menambahkan, forum seperti INCOEPP menjadi ruang bagi akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari berbagai negara untuk saling berbagi gagasan, hasil penelitian, dan strategi pembelajaran yang adaptif terhadap tantangan zaman.
“Konferensi ini bukan hanya ajang berbagi hasil riset, tetapi juga wadah membangun sinergi untuk mempersiapkan masa depan pendidikan yang tangguh dan berdaya saing global,” ujarnya.
Momentum Bertepatan dengan HUT ke-79 PGRI
INCOEPP 2025 juga memiliki makna khusus karena bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-79 Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). 
Momentum ini, menurut Bukman Lian, menjadi bentuk penghormatan terhadap jasa dan dedikasi guru Indonesia dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
“PGRI bukan sekadar organisasi profesi guru, tetapi juga simbol perjuangan dan pengabdian. Semangat PGRI inilah yang menjadi fondasi bagi UPGRIP dalam membangun tradisi akademik yang berorientasi pada inovasi dan kolaborasi global,” tambahnya.
Hadirkan Akademisi dari Lima Negara
Konferensi internasional ini menghadirkan sejumlah pembicara ternama, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. 
Dari Indonesia, hadir Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc., Kepala LLDIKTI Wilayah II, dan Prof. Dr. Tommi Yuniawan, M.Hum. dari Universitas Negeri Semarang.
Sementara dari luar negeri, turut hadir Prof. Madya Dr. Muhammad Fazli Taib bin Saearani dari Sultan Idris Education University (Malaysia), Asst. Prof. Kasemrat Wiwitkunkasem, Ph.D. dari Shinawatra University (Thailand), dan Asst. Prof. Dr. Muhammad Mujtaba Asad dari Sukkur IBA University (Pakistan).
Kehadiran para pakar lintas negara ini menjadi bukti bahwa UPGRIP semakin diakui dalam kancah akademik internasional. 
Para narasumber memberikan paparan tentang berbagai topik terkini, mulai dari inovasi pembelajaran digital, pendidikan berkelanjutan, hingga pengembangan kompetensi guru di era kecerdasan buatan (AI).
“Pendidikan kini tanpa batas geografis. Melalui kolaborasi seperti ini, kita dapat memperkuat jaringan penelitian dan memperkaya pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan generasi mendatang,” ujar Asst. Prof. Kasemrat Wiwitkunkasem, saat menyampaikan materinya.
Hal senada juga disampaikan oleh Prof. Madya Dr. Muhammad Fazli Taib bin Saearani, yang menilai bahwa kerja sama antaruniversitas di Asia Tenggara sangat penting untuk memperkuat daya saing pendidikan regional.
“Inovasi dan kolaborasi adalah kunci utama agar sistem pendidikan di kawasan ini dapat terus berkembang dan relevan bagi generasi masa depan,” katanya.
Ratusan Peserta dari Dalam dan Luar Negeri
Lebih dari 300 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia dan luar negeri hadir dalam konferensi ini. 
Mereka mempresentasikan hasil penelitian dalam berbagai bidang seperti teknologi pendidikan, manajemen pembelajaran, dan inovasi kurikulum.
Setiap hasil riset yang dipresentasikan akan dipublikasikan dalam jurnal internasional bereputasi dan terindeks DOI, sehingga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan global.
Wadah Strategis Mendorong Publikasi Internasional
Menurut Wakil Rektor I UPGRIP, Assoc. Prof. Dr. Dessy Wardiah, M.Pd., INCOEPP menjadi langkah strategis untuk mendorong seluruh civitas akademika UPGRIP agar lebih aktif dalam publikasi ilmiah internasional.
“Konferensi ini tidak hanya diikuti oleh dosen dan peneliti, tetapi juga oleh mahasiswa dan guru. Kami ingin menumbuhkan budaya menulis dan berpikir ilmiah di semua jenjang,” jelas Dessy.
Ia menambahkan, publikasi internasional kini menjadi salah satu indikator penting dalam penilaian mutu perguruan tinggi.
Karena itu, UPGRIP terus memperkuat kapasitas riset para dosennya melalui berbagai program pelatihan dan kolaborasi internasional.
“INCOEPP menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem akademik yang terbuka dan berorientasi global. Kami ingin UPGRIP bukan hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga menjadi referensi akademik di Asia,” tegasnya.
Dukungan dari BPH PGRI dan Komitmen terhadap SDGs
Dukungan penuh terhadap kegiatan ini datang dari Badan Pembina Harian (BPH) PGRI. 
Salah satu anggotanya, Dr. Reva, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas keberhasilan UPGRIP menyelenggarakan konferensi internasional secara konsisten setiap tahun.
“Kami sangat bangga karena UPGRIP mampu menunjukkan jati diri sebagai bagian dari PGRI, tetapi juga tampil sebagai kampus modern dengan reputasi internasional. Ini membuktikan bahwa nilai perjuangan guru masih menjadi roh dari setiap inovasi yang dilakukan,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana INCOEPP 2025, Dr. Hetilaniar, M.Pd., menjelaskan bahwa konferensi ini juga dirancang untuk mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-4, yaitu pendidikan berkualitas.
“Kami ingin memastikan bahwa semangat riset dan inovasi tidak berhenti di kampus saja, tetapi juga mengalir hingga ke sekolah-sekolah. Guru dan dosen harus menjadi pelopor perubahan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa dengan kolaborasi lintas negara, dunia pendidikan dapat mencari solusi konkret terhadap tantangan global seperti kesenjangan digital, krisis pembelajaran, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Menegaskan Langkah Menuju Kampus Berkelas Dunia
Melalui penyelenggaraan INCOEPP 2025, UPGRIP menegaskan langkah strategisnya menuju transformasi pendidikan tinggi yang berorientasi global. 
Selama beberapa tahun terakhir, UPGRIP telah menjalin kerja sama riset dan pertukaran akademik dengan sejumlah universitas di Asia Tenggara, seperti di Malaysia, Thailand, dan Pakistan.
Selain itu, berbagai program pengembangan dosen dan mahasiswa juga terus digencarkan, termasuk joint research, student exchange, hingga international publication mentoring program.
“Dengan kolaborasi lintas negara dan komitmen pada riset berkelanjutan, UPGRIP kini semakin dekat dengan visinya sebagai kampus berkelas dunia,” ujar Bukman Lian menutup konferensi.
Transformasi Pendidikan dari Palembang untuk Dunia
INCOEPP 2025 bukan hanya menandai keberhasilan penyelenggaraan forum ilmiah berskala internasional, tetapi juga mencerminkan transformasi besar dunia pendidikan tinggi di Sumatera Selatan.
Universitas PGRI Palembang, yang berakar dari semangat perjuangan para guru Indonesia, kini telah bertransformasi menjadi lembaga pendidikan modern dengan orientasi global.
Melalui semangat inovasi, kolaborasi, dan keberlanjutan, UPGRIP membuktikan bahwa kampus di daerah pun dapat menjadi pusat keunggulan akademik internasional.
“Melalui INCOEPP 2025, kami ingin menginspirasi dunia pendidikan di Indonesia agar terus bergerak menuju masa depan yang lebih terbuka, inklusif, dan berdaya saing global,” tutup Rektor Bukman Lian dengan penuh optimisme.
Dengan keberhasilan penyelenggaraan INCOEPP 2025, Universitas PGRI Palembang tidak hanya memperkuat posisinya di kancah akademik internasional, tetapi juga menjadi simbol semangat kolaborasi lintas bangsa dalam membangun masa depan pendidikan yang berkelanjutan dan berkeadilan untuk semua. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top