Musi Online | Pemkab Musi Banyuasin Imbau Sekolah Waspada Penipuan Berkedok Bantuan Starlink, Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Pemkab Musi Banyuasin Imbau Sekolah Waspada Penipuan Berkedok Bantuan Starlink, Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya

Musi Online
https://musionline.co.id 17 March 2026 @14:01
Pemkab Musi Banyuasin Imbau Sekolah Waspada Penipuan Berkedok Bantuan Starlink, Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya
Pemkab Musi Banyuasin Imbau Sekolah Waspada Penipuan Berkedok Bantuan Starlink, Masyarakat Diminta Tidak Mudah Percaya.

Musionline.co.id, Musi Banyuasin - Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat, khususnya pihak sekolah, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan program bantuan perangkat internet satelit Starlink.
Imbauan ini muncul setelah beredarnya informasi terkait oknum tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai perwakilan dari Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi). 
Oknum tersebut menawarkan bantuan layanan internet berbasis satelit kepada sejumlah sekolah di wilayah Musi Banyuasin, namun disertai permintaan sejumlah uang dengan dalih biaya pemasangan dan aktivasi perangkat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Musi Banyuasin, Daud Amri, menegaskan bahwa praktik tersebut merupakan bentuk penipuan yang harus diwaspadai oleh seluruh lapisan masyarakat. 
Ia menyebut, berdasarkan laporan yang diterima pihaknya, para pelaku menggunakan berbagai cara untuk meyakinkan korban, termasuk mengaku sebagai bagian dari tim resmi pemerintah pusat.
“Modus yang digunakan adalah menawarkan bantuan layanan internet satelit kepada sekolah, kemudian meminta biaya tertentu dengan alasan pemasangan dan aktivasi perangkat. Ini jelas patut dicurigai dan harus diwaspadai,” ujar Daud, Senin (16/3/2026).
Daud menegaskan bahwa seluruh program bantuan pemerintah, baik dari pusat maupun daerah, pada prinsipnya tidak pernah memungut biaya dari penerima manfaat. Ia menekankan bahwa setiap bantuan resmi selalu disalurkan melalui mekanisme yang transparan, dilengkapi dengan dokumen resmi, serta melibatkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait.
“Jika ada pihak yang mengatasnamakan instansi pemerintah dan meminta sejumlah uang sebagai syarat mendapatkan bantuan, maka itu bisa dipastikan bukan program resmi. Kami minta masyarakat untuk tidak langsung percaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Dinas Kominfo Muba mengingatkan agar pihak sekolah tidak mudah tergiur dengan tawaran bantuan yang tidak jelas sumbernya. 
Setiap informasi yang diterima, khususnya terkait bantuan di bidang telekomunikasi atau internet, sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu kepada instansi resmi, dalam hal ini Dinas Kominfo Kabupaten Musi Banyuasin.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan transaksi atau transfer dana kepada pihak yang identitas dan legalitasnya tidak dapat diverifikasi. Langkah ini dinilai penting guna mencegah kerugian finansial akibat aksi penipuan yang semakin marak seiring perkembangan teknologi digital.
“Jangan pernah melakukan pembayaran sebelum memastikan kebenaran informasi tersebut. Jika ragu, segera hubungi kami atau laporkan kepada pihak berwenang,” imbuh Daud.
Pemkab Muba juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam melaporkan setiap indikasi penipuan yang ditemukan. Dengan adanya laporan dari masyarakat, diharapkan aparat penegak hukum dapat segera menindaklanjuti dan mencegah semakin banyak korban.
Di sisi lain, Daud mengungkapkan bahwa pihaknya terus menggencarkan program literasi digital di tengah masyarakat. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memilah informasi, mengenali modus penipuan, serta memanfaatkan teknologi secara bijak.
Menurutnya, perkembangan teknologi informasi yang pesat tidak hanya membawa manfaat, tetapi juga membuka peluang bagi pihak-pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan digital.
“Melalui peningkatan literasi digital, kami berharap masyarakat semakin cerdas dalam menerima informasi dan tidak mudah terjebak dalam berbagai modus penipuan, termasuk yang mengatasnamakan bantuan pemerintah,” jelasnya.
Kasus penipuan berkedok bantuan seperti ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak, terutama institusi pendidikan, untuk selalu berhati-hati dalam menerima tawaran program. Koordinasi dengan instansi resmi serta verifikasi informasi menjadi kunci utama untuk menghindari risiko penipuan.
Dengan adanya imbauan ini, Pemkab Musi Banyuasin berharap masyarakat dapat lebih waspada dan tidak menjadi korban dari praktik penipuan yang merugikan. Pemerintah juga menegaskan komitmennya untuk terus melindungi masyarakat melalui edukasi serta peningkatan pengawasan terhadap potensi kejahatan digital. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top