Musi Online https://musionline.co.id 19 March 2026 @15:51 54 x dibaca 
Diduga Korsleting Listrik, Kebakaran Rumah Panggung di Prabumulih Tewaskan 3 Orang Sekeluarga.
Musionline.co.id, Prabumulih – Kebakaran hebat melanda sebuah rumah panggung di RT 01 RW 08, Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 03.00 WIB.
Peristiwa tragis ini menewaskan tiga orang dari satu keluarga yang diduga terjebak di dalam rumah saat api dengan cepat membesar.
Ketiga korban diketahui bernama Liztya Pesesha (14), seorang pelajar kelas VIII SMP yang akrab disapa Sesa.
Selain itu, ibunya Sarita (44) dan neneknya Nasiu (82) juga turut menjadi korban jiwa dalam kebakaran tersebut.
Ketiganya diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena api sudah terlanjur melahap sebagian besar bangunan saat mereka masih tertidur lelap.
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik.
Namun demikian, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti insiden yang menelan korban jiwa tersebut.
Peristiwa kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang warga sekitar yang melihat kobaran api dari luar rumahnya.
Saat itu, api sudah tampak cukup besar dan membumbung tinggi dari rumah panggung milik Anwar Saleh.
Saksi mata yang terkejut langsung keluar rumah untuk memastikan sumber api dan segera berteriak meminta pertolongan warga lainnya.
Teriakan tersebut dengan cepat mengundang perhatian warga sekitar.
Dalam waktu singkat, puluhan warga berdatangan ke lokasi kejadian dan berupaya memadamkan api menggunakan peralatan seadanya.
Namun upaya tersebut terkendala karena material rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu, sehingga api dengan cepat merambat dan sulit dikendalikan.
Di tengah kepanikan, diketahui tiga penghuni rumah masih berada di dalam.
Kobaran api yang semakin membesar membuat proses evakuasi tidak dapat dilakukan tepat waktu.
Akibatnya, ketiga korban terjebak di dalam rumah hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian.
Api baru berhasil dipadamkan setelah petugas pemadam kebakaran dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Prabumulih tiba di lokasi.
Petugas langsung melakukan pemadaman intensif dan pendinginan untuk mencegah api merambat ke bangunan lain di sekitar permukiman padat tersebut.
Berkat kerja cepat petugas dan bantuan warga, kobaran api akhirnya dapat dikendalikan, meski rumah panggung tersebut hangus terbakar hampir seluruhnya.
Lurah Payuputat, Anita, saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian kebakaran yang mengakibatkan korban jiwa tersebut.
Ia menyebutkan bahwa rumah yang terbakar merupakan milik warga bernama Anwar Saleh.
“Benar, telah terjadi kebakaran di wilayah Payuputat. Rumah yang terbakar adalah milik Anwar Saleh,” ujarnya.
Anita juga mengungkapkan bahwa ketiga korban merupakan satu keluarga.
“Sesa masih pelajar kelas VIII, Sarita adalah ibunya, dan Nasiu merupakan neneknya,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Prabumulih Barat, Tomas Siswo Purnomo, juga membenarkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Ia menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab kebakaran.
“Korban meninggal dunia ada tiga orang. Untuk penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan,” singkatnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat akan bahaya korsleting listrik, terutama pada rumah berbahan kayu yang mudah terbakar.
Warga diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik di rumah guna mencegah kejadian serupa terulang.
Selain itu, kesiapsiagaan terhadap potensi kebakaran juga dinilai sangat penting, termasuk menyediakan alat pemadam api ringan (APAR) serta memastikan jalur evakuasi aman dan mudah diakses.
Kebakaran yang merenggut tiga nyawa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan warga sekitar.
Pemerintah setempat diharapkan dapat memberikan pendampingan serta bantuan kepada keluarga yang terdampak musibah tersebut. (***)
0 Komentar