Musi Online https://musionline.co.id 19 March 2026 @15:53 41 x dibaca 
Pedagang Kue Musiman di Muara Enim Raup Cuan Jelang Lebaran 2026, Permintaan Nastar hingga Kastengel Meningkat.
Musionline.co.id, Muara Enim - Momen menjelang Hari Raya Idulfitri selalu menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha kecil, termasuk pedagang kue musiman di Muara Enim.
Aktivitas jual beli di kawasan pasar tradisional pun terlihat semakin ramai, seiring meningkatnya permintaan masyarakat terhadap aneka kue lebaran.
Di area parkir Gedung Pasar Muara Enim, deretan lapak pedagang kue kering dan kue basah tampak dipadati pembeli.
Para pedagang mengaku mampu meraup keuntungan signifikan selama periode penjualan menjelang lebaran, bahkan sebagian besar dagangan mereka habis terjual sebelum hari raya tiba.
Salah satu pedagang, Rendra (40), mengungkapkan bahwa dirinya mulai berjualan sejak 10 Maret 2026.
Ia memanfaatkan momentum tahunan ini untuk menawarkan berbagai jenis kue khas lebaran yang banyak diburu masyarakat.
“Kue yang saya jual cukup beragam, mulai dari kue mentega, kue kacang, hingga emping pedas,” ujar Rendra saat ditemui pada Rabu (18/3/2026).
Menurutnya, kue-kue tersebut memang diproduksi khusus untuk menyambut lebaran.
Dari berbagai jenis yang ditawarkan, kue mentega seperti nastar, kastengel, dan putri salju menjadi primadona yang paling diminati pembeli.
Permintaan yang tinggi terhadap kue-kue tersebut membuat omzet penjualan meningkat tajam dibanding hari biasa.
Tak jarang, pembeli datang dalam jumlah besar untuk kebutuhan keluarga maupun sebagai suguhan bagi tamu saat hari raya.
Rendra sendiri mengaku telah menjalani usaha berjualan kue kering selama kurang lebih 15 tahun.
Ia mengambil pasokan kue dari agen untuk kemudian dijual kembali kepada konsumen di pasar musiman.
“Harga kue bervariasi, ada yang di bawah Rp100 ribu hingga di atas Rp100 ribu per toples. Harga itu juga disesuaikan dengan biaya operasional, termasuk sewa tempat berjualan,” jelasnya.
Tak hanya kue kering, Rendra juga menyediakan aneka kue basah khas Sumatera Selatan seperti lapis, maksuba, dan engkak.
Namun, untuk jenis bolu, ia biasanya mulai menjualnya mendekati hari H lebaran agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga.
“Untuk bolu-bolu biasanya kami jual mulai H-3 lebaran supaya tetap fresh saat dikonsumsi,” tambahnya.
Fenomena meningkatnya penjualan kue musiman ini juga menjadi indikator perputaran ekonomi masyarakat yang cukup baik menjelang hari besar keagamaan.
Para pedagang berharap tren positif ini terus berlanjut hingga mendekati lebaran.
Selain itu, kehadiran pedagang kue musiman juga memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sajian khas lebaran tanpa harus membuatnya sendiri di rumah.
Hal ini menjadi solusi praktis di tengah kesibukan masyarakat modern.
Rendra pun berharap seluruh dagangannya dapat habis terjual sebelum lebaran tiba.
Ia optimistis target tersebut dapat tercapai melihat antusiasme pembeli yang terus meningkat setiap harinya.
“Harapannya semua kue bisa terjual habis, modal kembali, dan tentunya mendapatkan keuntungan,” pungkasnya.
Dengan meningkatnya aktivitas ekonomi di pasar tradisional, momen lebaran tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi peluang emas bagi para pelaku usaha kecil untuk meningkatkan pendapatan mereka secara signifikan. (***)
0 Komentar