Musi Online | Temukan Mayat Mengapung di Sungai Ogan, Terungkap Sopir Speedboat Korban Kecelakaan di Ogan Ilir
HDCU
Home        Berita        Hukum Kriminal

Temukan Mayat Mengapung di Sungai Ogan, Terungkap Sopir Speedboat Korban Kecelakaan di Ogan Ilir

Musi Online
https://musionline.co.id 24 March 2026 @18:16
Temukan Mayat Mengapung di Sungai Ogan, Terungkap Sopir Speedboat Korban Kecelakaan di Ogan Ilir
Temukan Mayat Mengapung di Sungai Ogan, Terungkap Sopir Speedboat Korban Kecelakaan di Ogan Ilir.

Musionline.co.id, Ogan Ilir - Warga Desa Sejangko I, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di aliran Sungai Ogan pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 10.30 WIB. 
Penemuan tersebut sontak menjadi perhatian masyarakat sekitar hingga viral di media sosial.
Peristiwa ini terjadi di sekitar jembatan penghubung Desa Sejangko menuju Sungai Rotan yang dikenal warga dengan sebutan “Jerambah Setan”. Lokasi tersebut memang dikenal memiliki arus sungai yang cukup deras dan berbahaya, terutama saat debit air meningkat.
Mayat pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Wahyu. Saat itu, ia sedang berada di atas jembatan dan melihat sesuatu mencurigakan mengapung di aliran sungai. 
Setelah memastikan bahwa itu adalah jasad manusia, Wahyu segera turun ke tepian sungai dan berupaya mengevakuasi korban secara mandiri sebelum akhirnya melaporkan kejadian tersebut kepada aparat desa dan pihak kepolisian.
“Awalnya saya kira hanya benda biasa, tapi setelah dilihat lebih dekat ternyata mayat. Saya langsung turun dan mencoba menepi-kan jasad itu,” ujar Wahyu kepada warga sekitar.
Penemuan tersebut sempat mengundang kerumunan warga. Bahkan, momen evakuasi jasad sempat disiarkan secara langsung melalui media sosial Facebook oleh salah satu pengguna dan dengan cepat menjadi viral. Dalam video yang beredar, terlihat korban mengenakan kaos abu-abu dan celana jeans.
Sebelumnya, seorang konten kreator lokal bernama Dedek Fery juga mengaku sempat melihat jasad tersebut mengapung di bawah jembatan Jerambah Setan. Namun, derasnya arus Sungai Ogan membuat jasad korban dengan cepat terbawa arus sehingga sulit untuk segera dievakuasi saat pertama kali terlihat.
Kapolsek Tanjung Raja, AKP Zahirin, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menyampaikan bahwa pihak kepolisian langsung bergerak cepat menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.
“Begitu mendapatkan laporan, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan evakuasi serta proses identifikasi terhadap korban,” ujar AKP Zahirin.
Setelah dilakukan pemeriksaan oleh Unit Identifikasi Sat Reskrim Polres Ogan Ilir, identitas korban akhirnya berhasil diketahui. Korban diketahui bernama Iwan (30), warga Desa Semuntul, Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin.
Hasil identifikasi ini sekaligus mengungkap fakta bahwa korban merupakan sopir speedboat yang sebelumnya dilaporkan mengalami kecelakaan tunggal di wilayah perairan Desa Sukaraja, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), pada 21 Maret 2026 lalu.
Dalam peristiwa tersebut, speedboat yang dikemudikan korban diketahui membawa tiga orang penumpang. Saat melintas di aliran sungai, kapal tersebut diduga masuk ke pusaran air atau yang dikenal warga sebagai “hole”, sehingga kehilangan kendali dan mengalami kecelakaan.
“Identitas korban diperkuat oleh keterangan pihak keluarga. Adik kandung korban yang datang ke lokasi memastikan bahwa jasad tersebut adalah kakaknya,” jelas AKP Zahirin.
Lebih lanjut, hasil pemeriksaan medis yang dilakukan di Puskesmas Tanjung Raja tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini memperkuat dugaan bahwa korban meninggal dunia akibat kecelakaan di perairan yang terjadi beberapa hari sebelumnya.
Proses evakuasi dan penanganan jenazah dilakukan secara terpadu oleh tim gabungan yang terdiri dari personel Polsek Tanjung Raja, Basarnas Sumatera Selatan, Polisi Air (Polair), Dokkes Polres OKI, Polsek Pedamaran, serta Babinsa setempat.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pengguna transportasi air, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di sungai. Kondisi arus yang tidak menentu, terutama di titik-titik rawan seperti pusaran air, dapat membahayakan keselamatan.
Pihak kepolisian juga mengimbau kepada masyarakat agar segera melaporkan jika menemukan kejadian serupa atau situasi darurat di perairan, sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Kasus ini sekaligus menutup pencarian terhadap korban kecelakaan speedboat yang sebelumnya sempat dinyatakan hilang. Dengan ditemukannya jasad korban, pihak keluarga kini dapat melakukan proses pemakaman secara layak. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top