Musi Online https://musionline.co.id 27 March 2026 @19:14 158 x dibaca 
Tabrakan Beruntun Tiga Mobil di Muara Enim, Diduga Akibat Human Error, Seluruh Penumpang Selamat.
Musionline.co.id, Muara Enim – Kecelakaan lalu lintas berupa tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan roda empat terjadi di Jalan Lintas Muara Enim–Prabumulih, tepatnya di Desa Belimbing Jaya, Kecamatan Belimbing, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, pada Rabu, 25 Maret 2026 sekitar pukul 15.00 WIB.
Insiden ini sempat menjadi perhatian pengguna jalan yang melintas, mengingat kondisi ketiga kendaraan mengalami kerusakan cukup parah di bagian depan.
Meski demikian, kabar baiknya tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh pengemudi dan penumpang dilaporkan selamat, hanya mengalami luka ringan dan syok.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kecelakaan tersebut melibatkan tiga mobil, yakni Toyota Avanza BG 1288 JM, Toyota Fortuner BG 1281 IX, dan Daihatsu Sigra BG 1258 AAD. Ketiganya mengalami kerusakan akibat benturan keras yang terjadi secara beruntun.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kasi Humas AKP RTM Situmorang menjelaskan, kecelakaan diduga kuat disebabkan oleh faktor kelalaian manusia atau human error. Hal ini menjadi penyebab utama terjadinya insiden di lokasi kejadian perkara (TKP).
“Diduga tabrakan itu terjadi karena pengemudi Avanza kurang berkonsentrasi sehingga kendaraan berjalan terlalu ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan,” ungkap AKP RTM Situmorang dalam keterangan resminya, Kamis (26/3/2026).
Dijelaskan lebih lanjut, mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Muhammad Soleh (60), warga Dusun III Desa Panang Jaya, Kecamatan Gunung Megang, saat itu tengah melaju dari arah Prabumulih menuju Muara Enim. Di dalam kendaraan tersebut terdapat tiga penumpang, yakni Anisa (27), Nurhayati (57), dan seorang balita bernama Hanif (2).
Saat tiba di lokasi kejadian, diduga pengemudi kehilangan konsentrasi sehingga kendaraan bergerak terlalu ke kanan. Pada saat bersamaan, dari arah berlawanan datang mobil Toyota Fortuner yang dikemudikan Imam Rizaldi (23), warga Desa Gunung Raya, Kecamatan Tanjung Sakti Pumu, Kabupaten Lahat.
Benturan pun tidak dapat dihindari. Mobil Avanza menabrak Fortuner dari arah depan. Nahasnya, di belakang Fortuner terdapat mobil Daihatsu Sigra yang dikemudikan Imam Soeharto (38), warga Kota Palembang, yang ikut terlibat dalam kecelakaan tersebut akibat jarak yang terlalu dekat sehingga terjadi tabrakan beruntun.
Akibat kejadian ini, ketiga kendaraan mengalami kerusakan cukup signifikan, terutama di bagian depan. Sementara itu, seluruh korban baik pengemudi maupun penumpang hanya mengalami luka ringan dan langsung mendapatkan penanganan.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah TKP, mengatur arus lalu lintas, serta mengevakuasi kendaraan yang terlibat agar tidak mengganggu pengguna jalan lainnya. Arus lalu lintas sempat mengalami perlambatan, namun berhasil kembali normal setelah proses evakuasi selesai dilakukan.
Pihak kepolisian kembali mengingatkan masyarakat, khususnya para pengendara yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran 2026, agar lebih berhati-hati di jalan raya. Keselamatan harus menjadi prioritas utama dibandingkan kecepatan sampai tujuan.
AKP RTM Situmorang juga mengimbau para pengemudi untuk selalu menjaga kondisi fisik dan fokus saat berkendara. Ia menekankan pentingnya istirahat secara berkala, terutama bagi pengendara yang menempuh perjalanan jauh.
“Perjalanan pulang kampung bukan hanya soal sampai tujuan, tetapi bagaimana menjaga keselamatan selama di perjalanan. Jangan memaksakan diri jika lelah. Manfaatkan rest area, pos pelayanan, atau rumah makan untuk beristirahat,” pesannya.
Kecelakaan ini menjadi pengingat bahwa faktor human error masih menjadi penyebab utama kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Oleh karena itu, disiplin dan kewaspadaan saat berkendara sangat diperlukan guna menekan angka kecelakaan, terutama di jalur padat seperti Jalan Lintas Muara Enim–Prabumulih.
Dengan meningkatnya volume kendaraan selama musim mudik dan arus balik, sinergi antara pengguna jalan dan petugas di lapangan menjadi kunci untuk menciptakan perjalanan yang aman, nyaman, dan selamat hingga ke tujuan. (***)
0 Komentar