Musi Online | Pohon Tumbang Tutupi Akses Jalan dan Rusak Pagar Kantor Kelurahan Sidakersa, Aktivitas Warga Sempat Terganggu
HDCU
Home        Berita        Seputar Musi

Pohon Tumbang Tutupi Akses Jalan dan Rusak Pagar Kantor Kelurahan Sidakersa, Aktivitas Warga Sempat Terganggu

Musi Online
https://musionline.co.id 27 April 2026 @17:58
Pohon Tumbang Tutupi Akses Jalan dan Rusak Pagar Kantor Kelurahan Sidakersa, Aktivitas Warga Sempat Terganggu
Pohon Tumbang Tutupi Akses Jalan dan Rusak Pagar Kantor Kelurahan Sidakersa, Aktivitas Warga Sempat Terganggu.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ilir – Akses jalan di sekitar Kantor Kelurahan Sidakersa, Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, sempat lumpuh akibat sebuah pohon kapuk berukuran besar yang tumbang dan menutupi badan jalan. 
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu, 25 April 2026, diduga akibat terpaan angin kencang yang melanda wilayah tersebut.
Kejadian tersebut tidak hanya menghambat mobilitas warga, tetapi juga menyebabkan kerusakan pada pagar Kantor Kelurahan Sidakersa yang ikut tertimpa batang pohon. 
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, meskipun sempat memicu kemacetan dan gangguan aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pohon kapuk besar yang berada tidak jauh dari Kantor Kelurahan Sidakersa tiba-tiba tumbang saat angin kencang melanda kawasan tersebut. Batang pohon yang besar dan berat langsung melintang di badan jalan, sehingga akses utama warga menjadi tertutup total.
Tidak hanya itu, arah tumbangnya pohon juga mengenai pagar kantor kelurahan hingga mengalami kerusakan cukup parah. Kejadian berlangsung cepat dan mengejutkan warga sekitar yang sedang beraktivitas.
Peristiwa pohon tumbang ini terjadi pada Sabtu, 25 April 2026, di sekitar Kantor Kelurahan Sidakersa, Kecamatan Kota Kayuagung, Kabupaten OKI. Lokasi tersebut merupakan salah satu jalur yang cukup ramai dilalui warga, baik untuk aktivitas harian maupun akses menuju pusat kota.
Diduga kuat, pohon kapuk tersebut tumbang akibat kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang yang terjadi di wilayah Kayuagung dan sekitarnya. Selain faktor cuaca, ukuran pohon yang sudah besar dan kemungkinan kondisi akar yang melemah juga menjadi faktor yang memperparah kejadian.
Cuaca ekstrem belakangan ini memang kerap terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera Selatan, sehingga meningkatkan potensi pohon tumbang, terutama pada pohon-pohon tua yang berada di pinggir jalan.
Akibat tumbangnya pohon tersebut, akses jalan utama di sekitar lokasi menjadi tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Hal ini memaksa warga untuk mencari jalur alternatif agar tetap bisa melanjutkan aktivitas mereka.
Kemacetan sempat terjadi, terutama pada jam-jam sibuk, karena banyak pengendara yang harus memutar arah. Selain itu, kerusakan pada pagar Kantor Kelurahan Sidakersa menjadi dampak fisik yang cukup terlihat dari kejadian ini.
Salah seorang warga, Amri (43), mengaku kesulitan saat hendak melintas di lokasi tersebut.
“Tidak bisa lewat lantaran pohonnya besar dan menutup jalan, jadi terpaksa cari jalan lain,” ujarnya.
Kondisi ini tentu menghambat aktivitas masyarakat, terutama bagi mereka yang memiliki keperluan mendesak atau bekerja dengan mobilitas tinggi.
Menanggapi kejadian tersebut, Lurah Sidakersa, Robiyanti, menyatakan bahwa pihak kelurahan langsung bergerak cepat dengan menghubungi sejumlah instansi terkait untuk penanganan.
Ia menyebutkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), Perusahaan Listrik Negara (PLN), serta pihak kepolisian untuk segera melakukan evakuasi pohon tumbang tersebut.
“Kami sudah menghubungi pihak terkait, baik Damkar, PLN, maupun pihak kepolisian agar segera ada solusi dan proses evakuasi pohon tumbang dapat dilakukan secepatnya, sehingga akses jalan kembali lancar dan aktivitas masyarakat tidak terganggu,” jelasnya.
Langkah cepat ini dilakukan agar dampak yang ditimbulkan tidak berlangsung lama dan masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti biasa.
Proses Penanganan dan Harapan
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi pohon tumbang tengah diupayakan oleh tim terkait. Biasanya, proses ini melibatkan pemotongan batang pohon menjadi beberapa bagian agar lebih mudah dipindahkan dari badan jalan.
Selain itu, koordinasi dengan PLN juga penting untuk memastikan tidak ada jaringan listrik yang terdampak atau berpotensi membahayakan warga selama proses evakuasi berlangsung.
Pihak kelurahan juga mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama saat melintas di area sekitar lokasi sebelum proses pembersihan selesai sepenuhnya.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi semua pihak akan perlunya pemeliharaan rutin terhadap pohon-pohon besar yang berada di pinggir jalan, terutama yang sudah berusia tua. Pemerintah daerah diharapkan dapat melakukan pendataan dan pemangkasan secara berkala guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Selain itu, kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem juga perlu ditingkatkan, baik oleh pemerintah maupun masyarakat. Informasi terkait kondisi cuaca sebaiknya terus dipantau agar risiko dapat diminimalkan.
Peristiwa pohon tumbang di Kelurahan Sidakersa ini memang tidak menimbulkan korban jiwa, namun cukup berdampak pada aktivitas masyarakat dan fasilitas umum. Respons cepat dari pihak kelurahan dan instansi terkait menjadi kunci utama dalam mengatasi situasi ini agar tidak berlarut-larut.
Diharapkan, setelah proses evakuasi selesai, akses jalan dapat kembali normal dan masyarakat bisa beraktivitas tanpa hambatan. Ke depan, langkah preventif menjadi hal yang penting agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top