Musi Online https://musionline.co.id 27 April 2026 @18:04 16 x dibaca 
Bocah Perempuan Ditemukan Meninggal di Selokan di Palembang, Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif.
Musionline.co.id, Palembang – Warga Kecamatan Ilir Barat (IB) I, Kota Palembang, dikejutkan oleh penemuan jenazah seorang bocah perempuan di sebuah selokan di kawasan Jalan Ratu Alamsyah Prawira Negara, Minggu pagi, 26 April 2026.
Peristiwa tragis ini langsung mendapat perhatian serius dari aparat kepolisian yang bergerak cepat melakukan penanganan dan penyelidikan.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 09.00 WIB di wilayah hukum Polsek Ilir Barat I, yang berada di bawah naungan Polrestabes Palembang dan Polda Sumatera Selatan. Aparat langsung turun ke lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat.
Kapolsek Ilir Barat I, Kompol Fauzi Saleh, memimpin langsung proses penanganan di tempat kejadian perkara (TKP). Ia bersama personel gabungan segera melakukan langkah-langkah kepolisian, mulai dari pengamanan area, pengumpulan barang bukti, hingga koordinasi dengan tim identifikasi.
Korban diketahui berinisial S.T.Z. (10), seorang anak perempuan yang merupakan warga Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat I. Berdasarkan keterangan awal, korban ditemukan dalam kondisi mengapung di selokan oleh warga setempat.
Peristiwa ini pertama kali diketahui sekitar pukul 08.30 WIB. Seorang saksi berinisial W. (35), yang bekerja sebagai petugas parkir di sekitar lokasi, menerima informasi dari warga mengenai adanya tubuh anak perempuan di dalam selokan. Setelah mendapatkan informasi tersebut, saksi segera mendatangi lokasi untuk memastikan kebenarannya.
Setibanya di lokasi, saksi mengenali korban dan segera berkoordinasi dengan petugas piket SPK Polsek Ilir Barat I. Polisi kemudian menghubungi pihak keluarga korban dan langsung melakukan evakuasi jenazah.
Jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sumatera Selatan untuk dilakukan Visum et Repertum (VER). Pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan penyebab kematian korban secara medis dan forensik.
Dalam proses penyelidikan awal, polisi telah memeriksa sedikitnya tiga orang saksi, termasuk pihak keluarga korban. Dari keterangan yang diperoleh, diketahui bahwa korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang kerap kambuh secara tiba-tiba.
Informasi tersebut menjadi salah satu fokus dalam penyelidikan, namun pihak kepolisian menegaskan bahwa kesimpulan penyebab kematian belum dapat dipastikan sebelum hasil visum keluar. Polisi masih mendalami berbagai kemungkinan untuk memastikan apakah kejadian ini murni kecelakaan atau terdapat faktor lain.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Nandang Mu’min Wijaya, menyampaikan bahwa pihaknya turut berduka atas peristiwa tersebut. Ia memastikan bahwa proses penanganan dilakukan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur hukum yang berlaku.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban. Personel kami telah bergerak cepat di lapangan, dan seluruh proses penyelidikan akan dilakukan secara transparan. Penyebab pasti kematian korban masih menunggu hasil visum dari tim medis,” ujar Nandang dalam keterangannya.
Ia juga mengimbau kepada masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian ini agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian. Laporan dapat disampaikan melalui Polsek terdekat atau melalui layanan darurat kepolisian 110 yang tersedia selama 24 jam.
Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat penting dalam membantu proses pengungkapan fakta di balik peristiwa ini. Polisi membuka ruang seluas-luasnya bagi warga untuk memberikan informasi yang dapat mendukung penyelidikan.
Sementara itu, suasana di sekitar lokasi kejadian sempat dipadati warga yang ingin menyaksikan proses evakuasi. Aparat kepolisian pun melakukan pengamanan guna menghindari kerumunan yang dapat mengganggu proses olah TKP.
Pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk mengungkap secara tuntas peristiwa ini. Hasil pemeriksaan medis dari tim dokter forensik akan menjadi dasar utama dalam menentukan penyebab kematian korban.
Kasus ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua, untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak, terutama yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Lingkungan sekitar yang memiliki potensi bahaya, seperti selokan terbuka, perlu mendapatkan perhatian ekstra demi mencegah kejadian serupa.
Hingga saat ini, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Polda Sumatera Selatan memastikan bahwa setiap perkembangan akan disampaikan secara terbuka kepada publik setelah seluruh rangkaian pemeriksaan selesai dilakukan.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Semua pihak berharap agar penyebab pasti kejadian ini segera terungkap, sehingga memberikan kejelasan dan keadilan bagi semua yang terlibat. (***)
0 Komentar