Musi Online | Satu JCH Asal OKU Tunda Keberangkatan ke Jeddah Karena Kondisi Kesehatan, Kloter 11 Tetap Diberangkatkan
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Seputar Musi

Satu JCH Asal OKU Tunda Keberangkatan ke Jeddah Karena Kondisi Kesehatan, Kloter 11 Tetap Diberangkatkan

Musi Online
https://musionline.co.id 11 May 2026 @15:12
Satu JCH Asal OKU Tunda Keberangkatan ke Jeddah Karena Kondisi Kesehatan, Kloter 11 Tetap Diberangkatkan
Satu JCH Asal OKU Tunda Keberangkatan ke Jeddah Karena Kondisi Kesehatan, Kloter 11 Tetap Diberangkatkan.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Satu Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Ogan Komering Ulu terpaksa menunda keberangkatan menuju Jeddah, Arab Saudi, akibat kondisi kesehatan yang memerlukan observasi medis lebih lanjut. 
Jemaah tersebut diketahui bernama Roainah Yusul Dahalim berusia 76 tahun yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 11 Embarkasi Palembang.
Meski satu jemaah harus ditunda keberangkatannya, sebanyak 444 Jemaah Calon Haji dalam Kloter 11 tetap diberangkatkan dari Asrama Haji Palembang menuju Bandara King Abdul Aziz, Jeddah, Arab Saudi, pada Sabtu (9/5). Keberangkatan tersebut menjadi bagian dari operasional haji gelombang kedua tahun 2026.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Selatan, M Arkan Nurwahiddin mengatakan bahwa penundaan keberangkatan dilakukan demi menjaga kondisi kesehatan jemaah agar tetap stabil sebelum menjalani perjalanan panjang menuju Tanah Suci.
“Satu jemaah masih harus menjalani observasi medis lebih lanjut. Kami berharap kondisinya segera membaik sehingga dapat diberangkatkan bersama kloter berikutnya,” ujar Arkan, Minggu (10/05/2026).
Menurut Arkan, keputusan tersebut diambil berdasarkan rekomendasi tim kesehatan yang melakukan pemeriksaan terhadap seluruh calon jemaah sebelum keberangkatan. 
Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting dalam proses pemberangkatan haji, terutama bagi jemaah lanjut usia yang membutuhkan perhatian khusus.
Ia menjelaskan, seluruh JCH yang tergabung dalam Kloter 11 telah melalui proses administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga pembekalan manasik sebelum diberangkatkan ke Arab Saudi. Para jemaah juga sudah mengenakan pakaian ihram sejak keberangkatan dari Asrama Haji Palembang menuju bandara.
Langkah itu dilakukan guna mempermudah jemaah dalam menjalankan ibadah umrah wajib setibanya di Kota Makkah. Sebab, Kloter 11 termasuk dalam kelompok pemberangkatan gelombang kedua yang langsung terbang menuju Jeddah.
“Karena pengambilan miqat dilakukan ketika pesawat mendekati wilayah tertentu atau sebelum mendarat, maka jemaah diminta sudah mengenakan ihram sejak di asrama haji agar proses ibadah menjadi lebih praktis dan efisien,” jelasnya.
Arkan menerangkan, sistem pemberangkatan haji tahun ini dibagi menjadi dua gelombang utama. Gelombang pertama diberangkatkan menuju Madinah terlebih dahulu untuk menjalani ibadah Arbain selama delapan hari di Masjid Nabawi. Setelah itu, jemaah melanjutkan perjalanan menuju Makkah.
Sementara untuk gelombang kedua, para jemaah langsung diterbangkan menuju Jeddah dan kemudian melaksanakan rangkaian umrah wajib di Makkah sebelum memasuki puncak ibadah haji.
Kloter 11 sendiri merupakan gabungan jemaah asal Kota Palembang, Kabupaten OKU, dan Kabupaten OKU Selatan. Ratusan jemaah tampak antusias dan khusyuk saat memasuki bus menuju bandara dengan diiringi doa dari keluarga yang turut melepas keberangkatan mereka.
Suasana haru menyelimuti proses pelepasan para calon tamu Allah tersebut. Banyak keluarga yang tampak menitikkan air mata sambil melambaikan tangan ketika bus rombongan mulai bergerak meninggalkan asrama haji.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten OKU telah secara resmi memberangkatkan sebanyak 225 Jemaah Calon Haji menuju Asrama Haji Palembang pada Kamis malam, 7 Mei 2026. Pemberangkatan dipusatkan di area parkir Islamic Center Baturaja.
Pelepasan dilakukan langsung oleh Wakil Bupati OKU, Marjito Bachri. Dalam sambutannya, ia meminta seluruh jemaah untuk menjaga kesehatan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Pemerintah Kabupaten OKU juga memberikan fasilitas penuh kepada para jemaah berupa tujuh unit bus untuk transportasi, dua truk pengangkut barang bawaan, serta pendampingan tim kesehatan hingga menuju Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.
Langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan pemerintah daerah kepada masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji agar proses keberangkatan berjalan aman dan nyaman.
“Pemerintah daerah berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi para jemaah haji, mulai dari proses pemberangkatan hingga pendampingan kesehatan,” ungkap salah satu panitia keberangkatan.
Pada musim haji tahun 2026, total Jemaah Calon Haji asal Kabupaten OKU tercatat sebanyak 230 orang. Dari jumlah tersebut, 225 jemaah tergabung dalam Kloter 11 dan telah diberangkatkan lebih dahulu menuju Palembang.
Sedangkan lima jemaah lainnya dijadwalkan berangkat bersama Kloter 13 Embarkasi Palembang dalam jadwal berikutnya.
Pihak Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumsel memastikan seluruh proses pemberangkatan berjalan lancar dan sesuai prosedur. Petugas haji juga terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan jemaah, terutama lansia, selama berada di embarkasi maupun saat tiba di Arab Saudi.
Selain itu, jemaah juga diimbau menjaga pola makan, istirahat yang cukup, serta tidak memaksakan diri selama menjalankan ibadah di tengah cuaca panas di Tanah Suci.
Dengan adanya satu jemaah yang ditunda keberangkatannya karena alasan kesehatan, pihak penyelenggara berharap hal itu menjadi perhatian bersama bahwa faktor kesehatan merupakan prioritas utama dalam pelaksanaan ibadah haji.
Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumsel pun berharap Roainah Yusul Dahalim dapat segera pulih dan menyusul keberangkatan pada kloter berikutnya agar tetap dapat menjalankan ibadah haji tahun ini bersama jemaah lainnya. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top