Musi Online | Pencuri Getah Karet di Muara Enim Nyaris Tewas Dimassa, Polisi Bergerak Cepat Amankan Pelaku di Kantor Kepala Desa
HDCU
Hut sumsel
Home        Berita        Hukum Kriminal

Pencuri Getah Karet di Muara Enim Nyaris Tewas Dimassa, Polisi Bergerak Cepat Amankan Pelaku di Kantor Kepala Desa

Musi Online
https://musionline.co.id 11 May 2026 @15:14
Pencuri Getah Karet di Muara Enim Nyaris Tewas Dimassa, Polisi Bergerak Cepat Amankan Pelaku di Kantor Kepala Desa
Pencuri Getah Karet di Muara Enim Nyaris Tewas Dimassa, Polisi Bergerak Cepat Amankan Pelaku di Kantor Kepala Desa.

Musionline.co.id, Muara Enim – Aksi dugaan pencurian getah karet di wilayah Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muara Enim, nyaris berujung maut. 
Seorang pria bernama Asri Pensoni (43), warga Desa Jemenang, nyaris tewas setelah diamuk massa usai tertangkap diduga mencuri getah karet milik warga Desa Kencana Mulia.
Beruntung, aparat kepolisian bersama pemerintah desa bergerak cepat mengamankan pelaku dari amukan warga yang semakin memanas. 
Pelaku sempat diamankan di rumah Kepala Desa Kencana Mulia sebelum akhirnya dibawa petugas ke Puskesmas dan kemudian ke Mapolsek Rambang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Muara Enim AKBP Hendri Syaputra melalui Kapolsek Rambang Iptu Zulkarnain Afianata menjelaskan bahwa kasus pencurian tersebut diketahui pada Jumat, 8 Mei 2026 sekitar pukul 06.30 WIB. Namun, laporan resmi baru diterima pihak kepolisian pada Sabtu, 9 Mei 2026.
Menurut Kapolsek, peristiwa bermula ketika korban bernama Afid Maulana (26), warga Dusun III Desa Kencana Mulia, mendatangi kebun karet miliknya pada pagi hari untuk melakukan aktivitas rutin. Namun sesampainya di lokasi, korban mendapati kondisi kebun dalam keadaan tidak seperti biasanya.
Batok-batok tempat penampungan getah karet ditemukan berserakan di area kebun. Sementara getah karet atau yang biasa disebut “jedolan” yang sebelumnya berada di dalam batok tersebut telah hilang.
“Korban mengetahui getah karetnya hilang saat datang ke kebun. Batok-batok berserakan dan isi getah karet sudah tidak ada lagi,” ujar Iptu Zulkarnain Afianata, Minggu (10/5/2026).
Korban yang merasa curiga kemudian mencoba mencari informasi terkait hilangnya getah karet tersebut. Pada malam harinya, korban mendapat kabar bahwa warga telah berhasil menangkap seorang pria yang diduga sebagai pelaku pencurian.
Mendapat informasi tersebut, korban langsung menuju Kantor Kepala Desa Kencana Mulia untuk memastikan barang bukti yang diamankan warga. Setelah diperiksa, korban memastikan bahwa getah karet yang ditemukan tersebut benar miliknya yang hilang dari kebun.
“Barang bukti yang diamankan warga berupa satu karung getah karet dengan berat sekitar 40 kilogram. Nilai kerugian korban diperkirakan mencapai Rp760 ribu,” jelas Kapolsek.
Situasi di lokasi sempat memanas karena warga emosi atas aksi pencurian yang dinilai sudah sangat meresahkan masyarakat. Bahkan, menurut keterangan polisi, pelaku sempat mencoba melarikan diri sebelum akhirnya berhasil diamankan warga dan dibawa ke rumah Kepala Desa untuk menghindari amukan massa yang semakin banyak berdatangan.
Pihak Polsek Rambang yang menerima laporan terkait penangkapan tersebut langsung bergerak menuju lokasi guna melakukan pengamanan. Kapolsek Rambang segera memerintahkan Kanit Reskrim Ipda Kunto Wiyono bersama Tim Opsnal Reskrim Macan Putih untuk turun ke tempat kejadian perkara.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati situasi sudah cukup tegang. Massa yang marah terus berdatangan dan nyaris menghakimi pelaku secara brutal. Bahkan sepeda motor Honda Beat yang digunakan pelaku untuk membawa hasil curian dibakar warga hingga rusak parah.
“Anggota langsung melakukan pengamanan terhadap pelaku karena situasi saat itu cukup memanas. Massa sempat membakar kendaraan milik pelaku,” ungkap Kapolsek.
Akibat amukan massa, pelaku mengalami sejumlah luka di bagian tubuhnya. Untuk menghindari kondisi yang lebih buruk, polisi segera mengevakuasi pelaku ke Puskesmas terdekat guna mendapatkan penanganan medis.
Setelah mendapatkan perawatan, pelaku kemudian dibawa ke Mapolsek Rambang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan awal, pelaku mengakui telah mengambil satu karung getah karet milik korban dengan tujuan untuk dijual.
Polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus tersebut, yakni satu karung plastik berisi getah karet seberat kurang lebih 40 kilogram serta satu unit sepeda motor Honda Beat dalam kondisi rusak terbakar.
Saat ini, penyidik Polsek Rambang masih terus melengkapi administrasi penyidikan dan alat bukti guna mempercepat proses hukum terhadap tersangka. Polisi juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.
“Proses hukum tetap berjalan. Kami sedang melengkapi berkas perkara, melakukan pemeriksaan saksi, pemeriksaan tersangka, penyitaan barang bukti hingga nantinya berkas akan dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri,” terang Kapolsek.
Atas dugaan tindak pidana pencurian tersebut, pelaku akan dijerat dengan Pasal 477 KUHPidana tentang pencurian.
Kapolsek Rambang juga mengimbau masyarakat agar tidak main hakim sendiri ketika menangkap pelaku tindak kejahatan. Menurutnya, tindakan kekerasan maupun penghakiman massa tetap merupakan pelanggaran hukum dan dapat berujung pidana.
Ia meminta masyarakat untuk segera menyerahkan pelaku kepada pihak kepolisian agar dapat diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak bertindak sendiri atau melakukan kekerasan terhadap pelaku kejahatan. Serahkan kepada aparat penegak hukum agar diproses sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.
Kapolsek memastikan pihak kepolisian akan terus meningkatkan patroli serta penindakan terhadap berbagai tindak kriminalitas yang meresahkan masyarakat, khususnya kasus pencurian hasil kebun yang belakangan kerap dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Muara Enim.
Peristiwa ini pun menjadi perhatian warga sekitar karena aksi pencurian hasil perkebunan dinilai semakin merugikan petani. Masyarakat berharap aparat kepolisian dapat terus meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum sehingga situasi keamanan di lingkungan pedesaan tetap kondusif.
Dengan cepatnya tindakan aparat kepolisian dalam mengamankan pelaku dari amukan massa, situasi di Desa Kencana Mulia akhirnya dapat dikendalikan dan tidak berkembang menjadi kerusuhan yang lebih besar. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top