Musi Online https://musionline.co.id 24 May 2026 @19:10 22 x dibaca 
Warning Pedagang di Prabumulih Jangan Timbun Bahan Pokok Jelang Idul Adha, Pemkot Sidak Pasar dan Pastikan Harga Tetap Stabil.
Musionline.co.id, Prabumulih – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, Pemerintah Kota Prabumulih bergerak cepat memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok tetap aman bagi masyarakat.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah inspeksi mendadak (sidak) pasar di Pasar Tradisional Modern (PTM) Prabumulih pada Jumat, 22 Mei 2026.
Kegiatan sidak tersebut dipimpin langsung oleh Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kota Prabumulih, Aris Priadi, bersama sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan instansi terkait.
Pemerintah juga memberikan warning tegas kepada para pedagang agar tidak melakukan praktik penimbunan bahan pokok menjelang Hari Raya Idul Adha.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi terhadap potensi lonjakan harga kebutuhan pokok yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.
Pemerintah ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh bahan kebutuhan sehari-hari dengan harga yang terjangkau serta stok yang mencukupi.
Turut hadir dalam kegiatan sidak tersebut antara lain Kepala Kejaksaan Negeri Prabumulih, Asvera Primadona, Ketua Pengadilan Negeri Prabumulih, Sugiri Wiryandono, Kepala Badan Pusat Statistik Kota Prabumulih, Jupni Amnus, serta Kepala Dinas Perdagangan Kota Prabumulih, Mukhtar Edi.
Pemerintah Pastikan Harga dan Stok Bahan Pokok Aman
Dalam sidak pasar tersebut, rombongan menyambangi sejumlah kios pedagang serta agen bahan pokok untuk mengecek secara langsung kondisi harga dan ketersediaan barang di lapangan. Pemerintah memantau sejumlah komoditas penting yang menjadi kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha.
Beberapa bahan pokok yang menjadi perhatian dalam sidak antara lain beras, minyak goreng, gula pasir, tepung, telur, cabai, bawang merah, bawang putih, daging ayam, hingga daging sapi.
Selain melakukan pengecekan harga, pemerintah juga berdialog langsung dengan para pedagang terkait kondisi distribusi barang, pasokan dari distributor, serta potensi kendala yang bisa memicu kenaikan harga di pasaran.
Asisten Bidang Pemerintahan Setda Kota Prabumulih, Aris Priadi, mengatakan bahwa sidak pasar merupakan langkah nyata pemerintah daerah untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha dapat terpenuhi dengan baik.
“Kita ingin memastikan bahwa bahan pokok cukup tersedia stoknya serta tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan menjelang Idul Adha,” ujar Aris Priadi di sela-sela kegiatan sidak pasar.
Menurutnya, momentum hari besar keagamaan seperti Idul Adha biasanya diikuti peningkatan kebutuhan masyarakat. Kondisi tersebut dapat menyebabkan naiknya permintaan terhadap sejumlah bahan pokok sehingga pemerintah harus melakukan pengawasan secara rutin.
Karena itu, pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus memonitor perkembangan harga kebutuhan masyarakat agar situasi pasar tetap kondusif dan masyarakat tidak terbebani oleh lonjakan harga yang terlalu tinggi.
Hasil Sementara: Harga Relatif Stabil, Stok Dinilai Mencukupi
Dari hasil pemantauan sementara di PTM Prabumulih, sebagian besar kebutuhan pokok masih tersedia dalam jumlah aman dan mencukupi. Harga sejumlah komoditas juga dinilai relatif stabil meskipun terdapat kenaikan pada beberapa jenis bahan pangan.
Namun demikian, kenaikan harga yang terjadi sejauh ini masih dianggap dalam batas kewajaran dan belum menimbulkan gejolak signifikan di tengah masyarakat.
Pemerintah Kota Prabumulih menilai kondisi tersebut menjadi sinyal positif menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Dengan stok yang masih aman dan harga yang relatif terkendali, masyarakat diharapkan tidak mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan rumah tangga.
Tidak hanya fokus pada pemantauan harga, sidak pasar juga bertujuan menjaga kestabilan distribusi barang dari distributor ke pasar tradisional. Pemerintah ingin memastikan tidak ada hambatan pasokan yang menyebabkan kelangkaan komoditas tertentu.
Pemkot Prabumulih Beri Warning Keras: Jangan Timbun Bahan Pokok
Dalam kesempatan tersebut, Pemerintah Kota Prabumulih juga menyampaikan peringatan keras kepada para pedagang agar tidak melakukan praktik penimbunan bahan pokok demi memperoleh keuntungan pribadi.
Pemerintah menilai tindakan penimbunan dapat merugikan masyarakat karena berpotensi memicu kelangkaan barang di pasar, menyebabkan harga melambung, hingga mengganggu stabilitas ekonomi daerah.
Aris Priadi menegaskan bahwa praktik penimbunan tidak akan ditoleransi dan dapat berujung pada proses hukum apabila ditemukan adanya pelanggaran.
“Kita imbau para pedagang agar tidak melakukan penimbunan bahan pokok, karena hal itu bisa ditindak secara pidana,” tegasnya.
Mantan Sekretaris DPRD (Sekwan) Kota Prabumulih tersebut menambahkan bahwa pemerintah bersama aparat penegak hukum akan terus meningkatkan pengawasan terhadap distribusi dan perdagangan bahan pokok menjelang Idul Adha.
Langkah pengawasan berkala ini dilakukan guna mencegah adanya oknum yang mencoba memanfaatkan momentum hari raya untuk memainkan harga atau melakukan praktik perdagangan yang merugikan masyarakat.
Pedagang Berharap Pasar Tetap Stabil Hingga Idul Adha
Sementara itu, sejumlah pedagang di PTM Prabumulih mengaku hingga saat ini distribusi barang dari pemasok masih berjalan normal. Pasokan berbagai kebutuhan pokok disebut masih tersedia dan belum mengalami hambatan berarti.
Mereka berharap kondisi pasar dapat tetap stabil hingga Hari Raya Idul Adha agar aktivitas jual beli berlangsung lancar serta daya beli masyarakat tetap terjaga.
Di sisi lain, Kepala Dinas Perdagangan Kota Prabumulih, Mukhtar Edi, memastikan pihaknya terus berkoordinasi dengan distributor maupun agen bahan pokok guna menjaga kelancaran pasokan.
Menurutnya, pemerintah akan segera mengambil langkah cepat apabila ditemukan indikasi kelangkaan maupun kenaikan harga yang tidak wajar di pasaran.
Pemerintah Kota Prabumulih berharap melalui sidak pasar ini masyarakat dapat merasa lebih tenang dalam memenuhi kebutuhan menjelang Idul Adha 2026.
Upaya menjaga stabilitas harga dinilai menjadi bagian penting dalam melindungi daya beli masyarakat serta menjaga kondisi ekonomi daerah tetap kondusif.
Dengan pengawasan yang dilakukan secara intensif, Pemkot Prabumulih optimistis kebutuhan pokok masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha dapat terpenuhi secara maksimal, sehingga warga dapat merayakan hari besar keagamaan dengan aman, nyaman, dan tanpa kekhawatiran terhadap lonjakan harga bahan pangan. (***)
0 Komentar