Musi Online https://musionline.co.id 06 July 2026 @14:49 19 x dibaca 
Karhutla di Ogan Ilir Berhasil Dikendalikan, Manggala Agni Kerahkan Helikopter Water Bombing Padamkan Api.
Musionline.co.id, Ogan Ilir – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, berhasil dikendalikan melalui operasi terpadu yang melibatkan tim darat dan dukungan pemadaman dari udara menggunakan helikopter water bombing.
Peristiwa kebakaran yang terjadi pada Sabtu (4/7/2026) tersebut menghanguskan lahan seluas sekitar lima hektare. Berkat respons cepat tim gabungan yang terdiri dari Manggala Agni, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya, api berhasil dipadamkan sebelum meluas ke area yang lebih besar.
Kepala Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPI-KL) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan keberhasilan pemadaman tidak terlepas dari koordinasi yang baik antarinstansi serta laporan cepat dari Tim Patroli Terpadu Manggala Agni yang pertama kali mendeteksi munculnya titik api.
"Setelah menerima laporan dari Tim Patroli Terpadu, personel Manggala Agni langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan pemadaman bersama unsur TNI dan Polri. Berkat kerja sama seluruh pihak, api berhasil dikendalikan dan dipadamkan," ujar Ferdian.
Respons Cepat Cegah Api Meluas
Menurut Ferdian, begitu informasi diterima, personel Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin segera bergerak menuju lokasi dengan membawa berbagai peralatan pemadaman. Tim langsung melakukan upaya pemadaman darat sembari melakukan pemetaan terhadap area yang terdampak kebakaran.
Upaya cepat tersebut menjadi faktor penting dalam mencegah kobaran api meluas ke kawasan lain, terutama karena kondisi cuaca pada musim kemarau cukup mendukung terjadinya penyebaran api di lahan yang dipenuhi vegetasi kering.
Selain personel lapangan, operasi pemadaman juga mendapat dukungan penuh dari unsur TNI dan Polri yang ikut membantu proses pemadaman sekaligus memastikan keamanan selama kegiatan berlangsung.
Kolaborasi lintas sektor ini menunjukkan komitmen seluruh pihak dalam mengantisipasi ancaman kebakaran hutan dan lahan yang menjadi salah satu persoalan serius setiap musim kemarau.
Lahan Milik Masyarakat Seluas Lima Hektare Terdampak
Berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, area yang terbakar merupakan lahan milik masyarakat dengan fungsi kawasan Areal Penggunaan Lain (APL).
Vegetasi yang terbakar didominasi oleh semak belukar, belidang, serta tanaman kelapa sawit yang tumbuh di atas tanah mineral.
Secara keseluruhan, luas lahan yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar lima hektare. Namun demikian, tim pemadam berhasil memusatkan penanganan pada area sekitar satu hektare yang masih aktif terbakar sehingga api dapat segera dipadamkan dan tidak terus menjalar.
Karakteristik kebakaran yang terjadi merupakan kebakaran permukaan (surface fire), yakni api membakar vegetasi kering yang berada di atas permukaan tanah. Jenis kebakaran seperti ini dapat dengan cepat menyebar apabila didukung oleh kondisi angin dan cuaca yang kering.
Helikopter Water Bombing Diterjunkan
Untuk mempercepat proses pemadaman, tim gabungan tidak hanya mengandalkan pemadaman dari darat, tetapi juga mengerahkan dukungan udara.
Sebanyak dua unit helikopter water bombing diterjunkan untuk melakukan penyiraman air secara langsung pada titik-titik api yang sulit dijangkau oleh petugas di lapangan.
Sementara itu, di darat, Manggala Agni mengoperasikan satu unit kendaraan angkut personel, dua unit pompa jinjing, serta berbagai peralatan tangan guna mempercepat proses pemadaman dan pendinginan area yang telah terbakar.
Sinergi antara pemadaman darat dan udara terbukti efektif mempercepat pengendalian kebakaran sehingga api berhasil dipadamkan dalam waktu relatif singkat.
Operasi Pemadaman Berlangsung Dua Jam
Operasi pemadaman dimulai sekitar pukul 14.00 WIB.
Selama proses berlangsung, petugas menghadapi kondisi cuaca cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar enam kilometer per jam.
Meski kecepatan angin tidak terlalu tinggi, keberadaan vegetasi yang kering tetap menjadi tantangan karena dapat mempercepat pergerakan api apabila tidak segera ditangani.
Berkat kerja sama seluruh personel di lapangan, proses pemadaman berhasil diselesaikan pada pukul 16.03 WIB.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak terdapat bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
Manggala Agni Juga Lakukan Pemadaman di Pemulutan Barat
Selain menangani kebakaran di Desa Sungai Rambutan, Manggala Agni Daops Sumatera XIV/Banyuasin juga melaksanakan operasi pemadaman darat di wilayah Kelurahan Sukarami, Kecamatan Pemulutan Barat, Kabupaten Ogan Ilir pada hari yang sama.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya intensif Manggala Agni dalam mengantisipasi meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sumatera Selatan selama musim kemarau.
Dengan adanya beberapa titik kebakaran dalam satu hari, kesiapsiagaan personel menjadi salah satu prioritas agar setiap kejadian dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran berskala besar.
Kesiapsiagaan Terus Ditingkatkan
Ferdian menegaskan bahwa Balai PPI-KL Wilayah Sumatera bersama Manggala Agni terus memperkuat patroli rutin di wilayah-wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan meningkatkan potensi munculnya titik-titik api baru.
Selain meningkatkan patroli lapangan, koordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, serta masyarakat juga terus diperkuat agar upaya pencegahan dapat dilakukan secara bersama-sama.
Masyarakat diimbau untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar karena tindakan tersebut dapat memicu kebakaran yang lebih luas, terutama saat kondisi cuaca kering.
Kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka kebakaran hutan dan lahan, mengingat sebagian besar kejadian karhutla masih dipicu oleh aktivitas manusia.
Melalui kesiapsiagaan personel, dukungan peralatan pemadaman yang memadai, serta sinergi seluruh pihak, diharapkan kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Ogan Ilir maupun wilayah Sumatera Selatan secara umum dapat diminimalkan sehingga dampaknya terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, dan aktivitas ekonomi dapat dicegah sejak dini. (***)
0 Komentar