Musi Online | Cegah Stunting Sejak Dini, Disdik OKU Dorong Sekolah Kampanye Lewat Bazar Remaja Melek Gizi
Hut
Home        Berita        Seputar Musi

Cegah Stunting Sejak Dini, Disdik OKU Dorong Sekolah Kampanye Lewat Bazar Remaja Melek Gizi

Musi Online
https://musionline.co.id 25 May 2026 @19:34
Cegah Stunting Sejak Dini, Disdik OKU Dorong Sekolah Kampanye Lewat Bazar Remaja Melek Gizi
Cegah Stunting Sejak Dini, Disdik OKU Dorong Sekolah Kampanye Lewat Bazar Remaja Melek Gizi.

Musionline.co.id, Ogan Komering Ulu – Upaya pencegahan stunting sejak usia dini terus digencarkan di lingkungan pendidikan. 
Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengapresiasi langkah SMP Negeri 1 OKU yang mengkampanyekan pentingnya pola hidup sehat melalui kegiatan Bazar Remaja Melek Gizi sebagai sarana edukasi sekaligus pembelajaran karakter bagi siswa.
Kegiatan bazar yang berlangsung di lingkungan SMP Negeri 1 OKU tersebut menjadi salah satu bentuk nyata edukasi tentang pentingnya asupan makanan sehat dan bergizi untuk mencegah stunting sejak dini. 
Tidak hanya menghadirkan beragam olahan makanan bergizi hasil kreativitas siswa, kegiatan ini juga menjadi media pembelajaran yang menyenangkan dan aplikatif di luar ruang kelas.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten OKU, Kadarisman, memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan karya kokurikuler berupa Bazar Remaja Melek Gizi yang dinilai mampu menanamkan pemahaman tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak usia remaja.
“Saya memberikan apresiasi kegiatan karya kokurikuler Bazar Remaja Melek Gizi untuk mencegah stunting yang digelar SMP Negeri 1 OKU,” kata Kadarisman, Minggu (24/5).
Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan generasi muda saat ini, terutama dalam membangun kesadaran mengenai pentingnya pola makan sehat, keseimbangan gizi, dan gaya hidup yang baik untuk mendukung tumbuh kembang anak serta mencegah berbagai persoalan kesehatan di masa depan.
Edukasi Gizi Sejak Remaja untuk Cegah Stunting
Stunting masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang memerlukan perhatian serius karena berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kemampuan anak dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini, termasuk melalui pendidikan di sekolah.
Melalui Bazar Remaja Melek Gizi, siswa diperkenalkan pada konsep makanan sehat dengan cara yang lebih dekat dan mudah dipahami. Mereka tidak hanya belajar secara teori di kelas mengenai nutrisi, tetapi juga mempraktikkan langsung bagaimana memilih bahan makanan sehat, mengolahnya, hingga menyajikannya menjadi menu yang menarik dan bergizi.
Berbagai makanan sehat yang ditampilkan dalam bazar tersebut merupakan hasil kreativitas siswa dengan pendampingan guru. Mulai dari olahan sayuran, buah-buahan, makanan berprotein, hingga menu sehat sederhana yang dapat dikonsumsi sehari-hari.
Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana membangun kesadaran bahwa menjaga pola makan sehat bukan hanya tanggung jawab orang tua, melainkan juga perlu dipahami dan dilakukan oleh remaja sebagai bekal menuju masa dewasa yang sehat.
Kadarisman menilai pendekatan edukasi melalui kegiatan kreatif seperti bazar menjadi langkah efektif karena siswa belajar dengan pengalaman langsung, bukan hanya mendengar penjelasan teoritis.
“Anak-anak tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga belajar tentang makanan sehat, kerja sama dan jiwa kewirausahaan,” katanya.
Selaras dengan Program Makan Bergizi Gratis Presiden Prabowo
Selain menjadi bagian dari kampanye pencegahan stunting, kegiatan Bazar Remaja Melek Gizi juga dinilai sejalan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program unggulan Presiden Prabowo Subianto.
Konsep makanan bergizi yang diperkenalkan dalam bazar dianggap dapat membantu siswa memahami pentingnya asupan makanan sehat sejak usia sekolah. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat program pemerintah, tetapi juga memahami alasan penting di balik konsumsi makanan bergizi bagi pertumbuhan tubuh dan kecerdasan.
Kadarisman mengatakan, sekolah memiliki peran penting dalam menanamkan kebiasaan hidup sehat karena lingkungan pendidikan merupakan tempat pembentukan karakter dan kebiasaan siswa sehari-hari.
Melalui kegiatan kokurikuler seperti bazar, siswa juga didorong untuk lebih aktif, kreatif, dan terlibat dalam proses pembelajaran yang menyenangkan. 
Selain mendapatkan pemahaman tentang gizi, mereka juga belajar bekerja sama dalam kelompok, berkomunikasi, hingga mengembangkan rasa tanggung jawab.
Menumbuhkan Karakter, Kreativitas, dan Jiwa Kewirausahaan
Tidak hanya fokus pada isu kesehatan, kegiatan bazar tersebut juga menjadi sarana penguatan pendidikan karakter bagi peserta didik.
Dalam proses pelaksanaan bazar, siswa belajar menyusun konsep acara, membagi tugas, menyiapkan produk makanan, hingga mempresentasikan hasil karya mereka kepada pengunjung. Proses ini secara tidak langsung mengajarkan keterampilan sosial dan kepemimpinan sejak dini.
Kegiatan tersebut juga melatih kreativitas siswa dalam mengembangkan ide makanan sehat agar lebih menarik dikonsumsi oleh kalangan remaja. Kreativitas menjadi aspek penting karena sering kali makanan bergizi dianggap kurang menarik dibanding makanan cepat saji atau jajanan kurang sehat.
Selain itu, adanya unsur bazar memberikan pengalaman sederhana mengenai kewirausahaan. Siswa belajar bagaimana mengenalkan produk, melayani pembeli, hingga memahami nilai ekonomis dari produk makanan sehat yang mereka buat.
Bagi dunia pendidikan, pendekatan pembelajaran seperti ini dianggap penting untuk memberikan pengalaman nyata kepada siswa agar mereka tidak hanya memahami konsep melalui buku pelajaran, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Disdik OKU Dorong Program Berkelanjutan di Sekolah Lain
Keberhasilan pelaksanaan Bazar Remaja Melek Gizi di SMP Negeri 1 OKU diharapkan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten OKU.
Kadarisman berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus penguatan pembelajaran di luar kelas.
Ia menilai sekolah memiliki ruang besar untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif, menyenangkan, namun tetap memiliki nilai edukasi tinggi bagi siswa.
“Kegiatan seperti ini dapat terus dikembangkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan sekaligus membentuk karakter siswa yang sehat, kreatif, dan mandiri,” ujarnya.
Dengan adanya kampanye edukasi seperti Bazar Remaja Melek Gizi, sekolah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam membangun kesadaran hidup sehat di kalangan generasi muda. 
Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan melalui layanan kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dunia pendidikan agar siswa memahami pentingnya gizi seimbang sejak dini.
Melalui langkah sederhana namun berdampak besar seperti edukasi makanan sehat di sekolah, generasi muda di Kabupaten OKU diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, kreatif, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top