Musi Online | Prabumulih Kini Punya Wisata Petik Semangka, Pengunjung Bisa Panen Langsung dari Kebun, Harga Mulai Rp6 Ribu per Kilogram
Hut
Home        Berita        Ruang Seni Budaya

Prabumulih Kini Punya Wisata Petik Semangka, Pengunjung Bisa Panen Langsung dari Kebun, Harga Mulai Rp6 Ribu per Kilogram

Musi Online
https://musionline.co.id 09 July 2026 @19:35
Prabumulih Kini Punya Wisata Petik Semangka, Pengunjung Bisa Panen Langsung dari Kebun, Harga Mulai Rp6 Ribu per Kilogram
Prabumulih Kini Punya Wisata Petik Semangka, Pengunjung Bisa Panen Langsung dari Kebun, Harga Mulai Rp6 Ribu per Kilogram.

Musionline.co.id, Prabumulih – Kabar menggembirakan hadir bagi masyarakat Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, dan daerah sekitarnya. 
Kini, warga memiliki pilihan destinasi wisata keluarga yang unik sekaligus edukatif melalui wisata petik semangka yang berada di Jalan Kambang Iwak, Kelurahan Tanjung Raman, Kecamatan Prabumulih Selatan, tepatnya di belakang Balai Adat Kelurahan Tanjung Raman.
Destinasi agrowisata ini menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan wisata pada umumnya. 
Pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan hamparan tanaman semangka yang hijau dan subur, tetapi juga dapat memetik sendiri buah semangka langsung dari kebun sebelum membawanya pulang.
Konsep wisata petik buah yang baru pertama kali hadir di Kota Prabumulih tersebut langsung menarik perhatian masyarakat.
Sejak dibuka untuk umum, kebun semangka milik Heru itu setiap hari ramai dikunjungi warga yang penasaran ingin merasakan sensasi memanen buah langsung dari tanaman.
Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, wisata ini juga memberikan nilai edukasi, terutama bagi anak-anak yang ingin mengenal lebih dekat proses budidaya tanaman semangka. 
Mereka dapat melihat secara langsung bagaimana buah tumbuh di lahan pertanian hingga siap dipanen.
Kebun semangka yang memiliki luas sekitar 1,5 hektare tersebut dipenuhi tanaman semangka yang siap panen. 
Pengunjung bebas berjalan menyusuri area kebun sambil memilih buah yang diinginkan. 
Tidak sedikit pula yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berfoto bersama keluarga maupun teman dengan latar belakang hamparan tanaman semangka yang tertata rapi.
Salah satu daya tarik utama wisata ini adalah tidak adanya tiket masuk. 
Pengunjung hanya dikenakan biaya sesuai berat semangka yang dibawa pulang dengan harga yang sangat terjangkau, yakni Rp6.000 per kilogram.
Pemilik kebun, Heru, mengatakan harga tersebut bahkan baru saja diturunkan agar masyarakat semakin mudah menikmati wisata petik buah tersebut.
"Awalnya kami menjual dengan harga Rp8.000 per kilogram, tetapi sekarang kami turunkan menjadi Rp6.000 per kilogram supaya lebih terjangkau bagi masyarakat," ujar Heru saat ditemui di lokasi kebunnya.
Menurut Heru, keputusan membuka kebun untuk umum ternyata mendapat sambutan yang sangat positif dari masyarakat. 
Hampir setiap hari selalu ada pengunjung yang datang, baik warga Prabumulih maupun dari sejumlah daerah di sekitar kota.
Ia menjelaskan, aktivitas pengunjung mulai terlihat sejak siang hari. Namun, waktu yang paling ramai biasanya terjadi pada sore hari setelah masyarakat selesai bekerja. 
Sementara pada akhir pekan dan hari libur, jumlah pengunjung meningkat cukup signifikan karena banyak keluarga yang datang bersama anak-anak.
"Kalau siang tetap ada yang datang, tetapi biasanya paling ramai itu sore hari setelah jam kerja. Saat hari libur, pengunjung jauh lebih banyak karena banyak keluarga yang datang bersama anak-anak," katanya.
Menurut Heru, konsep wisata petik semangka memberikan pengalaman yang tidak bisa didapatkan ketika membeli buah di pasar tradisional maupun supermarket. 
Pengunjung memiliki kebebasan memilih sendiri buah yang dianggap paling matang, kemudian memetiknya langsung dari batang tanaman.
Pengalaman tersebut menjadi daya tarik tersendiri karena memberikan sensasi berinteraksi langsung dengan alam sekaligus mengenalkan dunia pertanian kepada masyarakat, terutama generasi muda yang selama ini lebih banyak mengenal buah hanya melalui toko atau pusat perbelanjaan.
Tak hanya itu, lokasi kebun yang luas dan dipenuhi tanaman semangka juga menjadi tempat favorit untuk mengabadikan momen bersama keluarga. Banyak pengunjung memanfaatkan hamparan tanaman hijau sebagai latar swafoto sebelum membawa pulang hasil panennya.
Saat ini, jenis semangka yang tersedia di kebun adalah semangka merah tanpa biji yang dikenal memiliki rasa manis, segar, dan tekstur renyah. Heru menjelaskan bahwa sebelumnya kebunnya juga membudidayakan semangka kuning.
Namun, seluruh hasil panen semangka kuning tersebut telah habis dibeli oleh para pengunjung yang datang sejak wisata petik buah dibuka.
"Untuk sekarang tinggal semangka merah tanpa biji. Semangka kuning sudah habis dipanen oleh pengunjung," jelasnya.
Heru mengaku konsep wisata petik semangka merupakan pengalaman pertama yang ia jalankan selama bertahun-tahun menjadi petani semangka.
Selama ini, seluruh hasil panennya langsung dijual kepada para agen tanpa pernah dibuka untuk masyarakat umum. Namun, melihat tingginya minat masyarakat terhadap wisata berbasis pertanian, ia akhirnya mencoba menghadirkan konsep agrowisata tersebut.
"Baru kali ini kami membuka kebun untuk wisata petik semangka. Biasanya hasil panen langsung diambil oleh para agen," ungkapnya.
Selama bertahun-tahun, semangka hasil kebunnya dipasarkan ke berbagai daerah di Indonesia melalui jaringan agen. Setelah dipanen, buah-buah tersebut dikirim ke sejumlah kota besar seperti Lampung, Jakarta, Bandung, Batam hingga Medan.
Menariknya, beberapa agen yang menjadi mitra pemasaran Heru juga diketahui memasok buah semangka untuk kebutuhan dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan membuka wisata petik semangka ini dinilai menjadi peluang baru bagi petani untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil panennya. 
Dengan menjual langsung kepada masyarakat, petani tidak hanya memperoleh keuntungan dari penjualan buah, tetapi juga dari sektor wisata yang mulai berkembang.
Konsep agrowisata seperti ini juga dinilai mampu mendukung pengembangan sektor pariwisata lokal. Selain menawarkan rekreasi yang murah dan menyenangkan, wisata petik buah dapat menjadi sarana edukasi mengenai pentingnya pertanian sebagai salah satu penopang ketahanan pangan.
Bagi Pemerintah Kota Prabumulih, hadirnya destinasi wisata berbasis pertanian seperti ini juga berpotensi memperkaya pilihan objek wisata yang dapat dikunjungi masyarakat maupun wisatawan dari luar daerah.
Dengan suasana alam yang masih asri, harga buah yang terjangkau, serta pengalaman memanen langsung dari kebun, wisata petik semangka menjadi alternatif rekreasi keluarga yang sederhana namun berkesan.
Heru berharap antusiasme masyarakat terus meningkat sehingga wisata petik semangka dapat berkembang menjadi salah satu ikon agrowisata baru di Kota Prabumulih.
Ia optimistis konsep tersebut bukan hanya memberikan hiburan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi para petani yang ingin mengembangkan sektor pertanian menjadi destinasi wisata edukatif.
"Kami berharap semakin banyak masyarakat yang datang berkunjung. Selain bisa menikmati semangka segar langsung dari kebun, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman memanen sendiri yang mungkin belum pernah mereka rasakan sebelumnya," tutup Heru.
Dengan harga mulai Rp6.000 per kilogram, tanpa biaya tiket masuk, serta suasana kebun yang hijau dan nyaman, wisata petik semangka di Kelurahan Tanjung Raman diprediksi akan menjadi salah satu destinasi favorit masyarakat Prabumulih, terutama saat akhir pekan, musim liburan sekolah, maupun hari-hari besar ketika keluarga mencari tempat rekreasi yang murah, edukatif, dan menyenangkan. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top