Musi Online https://musionline.co.id 20 July 2026 @19:03 35 x dibaca 
Bupati Muba HM Toha Perintahkan Penanganan Darurat dan Bantuan untuk Korban Rumah Longsor di Lais.
Musionline.co.id, Musi Banyuasin – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) bergerak cepat merespons bencana longsor yang merusak dua rumah warga di Kecamatan Lais pada Minggu (19/7/2026) dini hari.
Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet SH langsung menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait untuk segera melakukan penanganan darurat, mendata kebutuhan korban, serta menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga terdampak.
Langkah cepat tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin dalam memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama, sekaligus meminimalkan dampak lanjutan akibat bencana yang terjadi di kawasan bantaran Sungai Bataleke.
Longsor Terjadi Saat Warga Sedang Terlelap
Peristiwa longsor terjadi sekitar pukul 03.00 WIB ketika sebagian besar warga masih beristirahat.
Longsor diduga dipicu oleh pergeseran tembok penahan sungai (dam) di aliran Sungai Bataleke yang menyebabkan tanah di sekitarnya tidak lagi mampu menahan beban bangunan.
Akibat kejadian tersebut, satu unit rumah semi permanen milik Rohima (70) roboh dan mengalami kerusakan berat. Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp150 juta.
Sementara itu, rumah milik Fauzan yang berada tidak jauh dari lokasi utama juga terdampak dengan tingkat kerusakan ringan dan estimasi kerugian sekitar Rp20 juta.
Meski kerugian material cukup besar, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban yang mengalami luka serius maupun meninggal dunia.
Bupati HM Toha Instruksikan Penanganan Cepat
Mengetahui adanya laporan bencana tersebut, Bupati Musi Banyuasin HM Toha Tohet SH segera memberikan instruksi kepada Camat Lais, Dinas Sosial Kabupaten Musi Banyuasin, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin agar langsung turun ke lokasi.
Instruksi tersebut meliputi penanganan darurat, pendataan kondisi korban, penyaluran bantuan logistik, hingga memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat segera dipenuhi.
Menurut Bupati HM Toha, pemerintah daerah tidak ingin masyarakat terdampak harus menunggu lama untuk memperoleh bantuan.
"Saya telah memerintahkan Camat Lais, Dinas Sosial, dan BPBD untuk segera turun ke lokasi memberikan penanganan, mendata kebutuhan korban, serta menyalurkan bantuan. Keselamatan dan kebutuhan masyarakat menjadi prioritas utama pemerintah," tegas HM Toha.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa seluruh perangkat pemerintah daerah diminta bergerak secara terpadu agar proses penanganan berjalan cepat, efektif, dan tepat sasaran.
BPBD dan Dinas Sosial Lakukan Penanganan Darurat
Setelah menerima instruksi Bupati, petugas BPBD bersama Dinas Sosial, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta unsur terkait langsung menuju lokasi kejadian.
Di lapangan, tim melakukan berbagai langkah penanganan darurat, mulai dari melakukan asesmen kerusakan, mendata jumlah korban terdampak, memastikan kondisi lingkungan sekitar tetap aman, hingga menyalurkan bantuan awal kepada keluarga korban.
Selain itu, petugas juga membantu warga mengevakuasi barang-barang yang masih bisa diselamatkan dari rumah yang mengalami kerusakan akibat longsor.
Inventarisasi aset milik warga dilakukan agar barang-barang yang masih layak digunakan dapat diamankan sebelum terjadi longsor susulan ataupun kerusakan yang lebih parah.
Koordinasi dengan BBWS dan Dinas PUPR
Tidak hanya fokus pada penanganan korban, Pemkab Musi Banyuasin juga segera melakukan koordinasi lintas instansi guna mengidentifikasi penyebab utama longsor.
Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi tembok penahan sungai yang diduga mengalami pergeseran.
Langkah ini dinilai penting agar penyebab longsor dapat diketahui secara menyeluruh sehingga penanganan permanen dapat segera dirancang.
Apabila hasil evaluasi menunjukkan adanya kerusakan pada konstruksi penahan sungai, maka pemerintah akan mengusulkan langkah perbaikan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana di kawasan tersebut.
Lokasi Kejadian Diamankan
Selain melakukan pendataan, petugas gabungan juga mengamankan area longsor agar tidak membahayakan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi.
Warga diimbau untuk tetap berhati-hati, terutama apabila terjadi hujan deras atau muncul tanda-tanda pergerakan tanah di sekitar aliran Sungai Bataleke.
Pemerintah desa bersama aparat kecamatan juga diminta terus memantau kondisi lingkungan serta melaporkan perkembangan terbaru apabila ditemukan potensi longsor susulan.
Langkah antisipatif ini dilakukan mengingat kondisi tanah di sekitar bantaran sungai masih berpotensi mengalami pergeseran apabila tidak segera ditangani.
Bantuan Sosial Disiapkan untuk Korban
Sebagai bentuk kepedulian terhadap warga terdampak, Pemkab Musi Banyuasin juga tengah mengusulkan bantuan sosial bagi keluarga korban.
Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat yang kehilangan tempat tinggal maupun mengalami kerusakan rumah akibat bencana.
Selain bantuan logistik, pemerintah daerah juga akan terus memantau kebutuhan korban selama masa tanggap darurat berlangsung.
Seluruh proses penyaluran bantuan akan dilakukan berdasarkan hasil pendataan di lapangan agar bantuan benar-benar diterima oleh warga yang membutuhkan.
Pemkab Muba Prioritaskan Keselamatan Masyarakat
Bupati HM Toha menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin akan terus mengawasi perkembangan situasi di Kecamatan Lais hingga kondisi benar-benar dinyatakan aman.
Menurutnya, pemerintah tidak hanya fokus pada penanganan dampak bencana, tetapi juga berupaya mencegah terjadinya longsor susulan yang berpotensi mengancam permukiman warga di sekitar Sungai Bataleke.
"Petugas bersama perangkat desa juga melakukan inventarisasi barang-barang milik warga yang masih dapat diselamatkan, mengamankan lokasi kejadian, serta mengusulkan bantuan sosial bagi keluarga terdampak," ujar HM Toha.
Ia menambahkan bahwa pemerintah akan terus mengambil langkah lanjutan berdasarkan hasil pemantauan di lapangan.
"Ini dilakukan guna mencegah terjadinya longsor susulan yang berpotensi mengancam permukiman warga di sekitar aliran Sungai Bataleke," tandasnya.
Sinergi Pemerintah dalam Penanganan Bencana
Peristiwa longsor di Kecamatan Lais menjadi pengingat pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, instansi teknis, serta masyarakat dalam menghadapi potensi bencana alam.
Respons cepat yang dilakukan Pemkab Musi Banyuasin menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat, baik melalui penanganan darurat, penyaluran bantuan, maupun upaya mitigasi agar kejadian serupa dapat dicegah di masa mendatang.
Dengan koordinasi yang terus diperkuat bersama BPBD, Dinas Sosial, Dinas PUPR, BBWS, pemerintah kecamatan, dan perangkat desa, diharapkan proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat sehingga masyarakat terdampak dapat kembali menjalani aktivitas secara normal. (***)
0 Komentar