Musi Online | Ditinggal ke Kebun, Rumah Petani di Ogan Ilir Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp40 Juta
Hut
Home        Berita        Hukum Kriminal

Ditinggal ke Kebun, Rumah Petani di Ogan Ilir Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp40 Juta

Musi Online
https://musionline.co.id 20 July 2026 @19:01
Ditinggal ke Kebun, Rumah Petani di Ogan Ilir Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp40 Juta
Ditinggal ke Kebun, Rumah Petani di Ogan Ilir Ludes Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp40 Juta.

Musionline.co.id, Ogan Ilir – Musibah kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Ogan Ilir. 
Sebuah rumah milik warga di Dusun II, Desa Seri Tanjung, Kecamatan Tanjung Batu, ludes dilalap api pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. 
Peristiwa tersebut menyebabkan kerugian material yang ditaksir mencapai sekitar Rp40 juta, meski beruntung tidak menimbulkan korban jiwa.
Rumah yang terbakar diketahui merupakan milik Rusdiman (48), seorang petani yang saat kejadian sedang berada di kebun untuk bekerja seperti biasa. 
Saat rumah dalam keadaan kosong, kobaran api tiba-tiba muncul dan dengan cepat membesar hingga menghanguskan sebagian besar bangunan.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Rizka Aprianti melalui Kapolsek Tanjung Batu AKP Suparna P. Utomo membenarkan adanya peristiwa kebakaran tersebut. 
Pihak kepolisian langsung turun ke lokasi begitu menerima laporan dari masyarakat untuk melakukan penanganan awal sekaligus mengamankan tempat kejadian perkara (TKP).
Anak Korban Pertama Mengetahui Kebakaran
Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui oleh anak korban yang melihat rumah orang tuanya sudah dipenuhi kobaran api. 
Menyadari situasi darurat tersebut, ia segera meminta bantuan warga sekitar.
Masyarakat Desa Seri Tanjung pun berdatangan untuk memberikan pertolongan. Dengan peralatan seadanya, warga bergotong royong berusaha memadamkan api agar tidak merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi.
Namun, karena material rumah cukup mudah terbakar dan kobaran api telah membesar saat pertama kali diketahui, proses pemadaman tidak berlangsung mudah. 
Api terus berkobar selama kurang lebih 30 menit sebelum akhirnya berhasil dikendalikan.
Kepedulian warga sekitar menjadi faktor penting dalam mencegah api meluas ke rumah-rumah lain. 
Semangat gotong royong yang ditunjukkan masyarakat mendapat apresiasi karena mampu membantu proses pemadaman sebelum kebakaran berkembang menjadi lebih besar.
Polisi Langsung Lakukan Penanganan di Lokasi
Mendapat informasi mengenai insiden tersebut, personel Polsek Tanjung Batu segera bergerak menuju lokasi kejadian. Setibanya di tempat, petugas langsung melakukan sejumlah langkah penanganan awal.
Di antaranya adalah mengamankan lokasi kebakaran, melakukan pendataan terhadap korban beserta para saksi, mendokumentasikan kondisi tempat kejadian, hingga mengumpulkan berbagai informasi yang diperlukan untuk kepentingan penyelidikan.
Kapolsek Tanjung Batu AKP Suparna P. Utomo mengatakan pihaknya masih mendalami penyebab pasti kebakaran tersebut. Sejumlah keterangan dari para saksi maupun hasil olah tempat kejadian perkara masih terus dikumpulkan.
"Hingga saat ini kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran. Keterangan saksi dan temuan di lokasi masih kami dalami," ujar AKP Suparna.
Kerugian Material Capai Rp40 Juta
Akibat peristiwa tersebut, rumah milik Rusdiman mengalami kerusakan cukup parah akibat dilalap api. Sebagian besar bangunan beserta barang-barang yang berada di dalam rumah tidak berhasil diselamatkan.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, nilai kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp40 juta.
Meski demikian, peristiwa ini tidak sampai menimbulkan korban jiwa maupun korban luka. Kondisi tersebut terjadi karena pemilik rumah sedang berada di kebun ketika kebakaran berlangsung sehingga tidak ada penghuni yang berada di dalam rumah.
"Akibat kejadian ini rumah mengalami kerusakan. Kerugian material ditaksir sekitar Rp40 juta. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini," kata AKP Suparna.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga berita ini diturunkan, penyebab kebakaran masih belum dapat dipastikan. Polisi belum memberikan kesimpulan terkait sumber api karena proses penyelidikan masih berlangsung.
Petugas akan memeriksa berbagai kemungkinan, termasuk mengumpulkan keterangan dari warga sekitar yang mengetahui awal mula kejadian serta mencocokkannya dengan kondisi di lokasi.
Langkah penyelidikan dilakukan agar penyebab kebakaran dapat diketahui secara akurat sehingga tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Polisi Imbau Warga Tingkatkan Kewaspadaan
Kapolsek Tanjung Batu turut mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.
Menurutnya, banyak peristiwa kebakaran yang dapat diminimalkan apabila masyarakat lebih disiplin dalam memastikan kondisi rumah sebelum bepergian.
Ia mengimbau warga agar selalu memeriksa instalasi listrik, memastikan lampu yang tidak digunakan telah dimatikan, mencabut peralatan elektronik yang tidak diperlukan, serta memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi memicu kebakaran.
Selain itu, masyarakat juga diharapkan rutin memeriksa kondisi kabel listrik di rumah. Instalasi listrik yang sudah tua atau rusak sebaiknya segera diperbaiki agar tidak memicu korsleting.
Langkah sederhana tersebut dinilai sangat penting untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran, terutama ketika rumah ditinggalkan dalam waktu cukup lama.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan tempat tinggal. 
Pemeriksaan rutin terhadap instalasi listrik, penggunaan peralatan elektronik secara aman, serta memastikan seluruh sumber listrik dalam kondisi mati sebelum meninggalkan rumah merupakan langkah sederhana yang dapat membantu mencegah musibah serupa.
Dengan masih berlangsungnya proses penyelidikan, masyarakat diimbau menunggu hasil resmi dari pihak kepolisian mengenai penyebab kebakaran tersebut dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. (***)



Tinggalkan Komentar Anda


Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *



0 Komentar

Maroko
Top